
Sonya memejamkan matanya ketika mengulum es lemon itu, dan Alex terus memperhatikannya sambil mengkerutkan keningnya. Emosi Sonya yang tidak stabil, mual dan muntah yang datang tiba-tiba. Dan sekarang mengulum es lemon untuk meredakan mualnya. Dan satu pikiran yang melintas di benaknya membuatnya tersentak kaget,
"Sonya jujurlah padaku... Apa saat ini kamu sedang hamil...?" tanya Alex dengan suara dingin.
"Cih, ternyata peka juga kamu yaa..." cibir Sonya.
Sonya sengaja duduk di Sofa untuk satu orang, supaya Alex tidak dapat duduk di sebelahnya, jadi Alex hanya berdiri di depan Sonya.
"Ba... Bagaimana bisa... Bukankah kamu selalu meminum pil KB itu...?" tanya Alex lagi.
"Kamu lupa dua malam berturut-turut bercinta denganku sampai aku tertidur dan lupa minum pil itu...?! Atau saat kamu mabuk dan hanya menganggapku sebagai mimpi...? Karena setelah aku meninggalkan Apartmentmu aku tidak pernah minum pil itu lagi... Jadi aku juga tidak tahu mana yang menyebabkan aku hamil..." jawab Sonya, lalu memicingkan kedua matanya,
"Apa kamu meninggalkan Milan karena tahu kamu sedang hamil...? Apa kamu sengaja ingin menyembunyikan kehamilanmu dariku...?" cecar Alex.
"Jelas saja aku harus menyembunyikannya darimu... Atau kamu akan memaksaku untuk menggugurkannya...!!" seru Sonya dengan nada mengancam.
"Apa kamu terlalu mengambil serius omonganku Son...? Apa aku terlihat seperti pria yang akan tega membunuh darah dagingnya sendiri...?"
"Aku tidak tahu... Aku hanya berjaga-jaga...! Makanya aku ke Korea karena aku pikir kalian tidak akan bisa menemukanku...! Dan bagaimana kamu bisa tahu aku di rumah Oma...?!"
Alex menaikkan sebelah alisnya, "Apa kamu pikir Hardhan akan melepasmu begitu saja tanpa pengawalan...? Dan saat ini pun aku yakin dia tetap mengirim pengawal untuk mengikutiku diam-diam..."
"Berarti kalau aku menikah lagi dengan pria lain kamu juga akan segera tahu dong...?!" pancing Sonya, dan langsung mendapatkan tatapan tajam Alex,
"Apa maksudmu menikah lagi dengan pria lain...?!!" geramnya.
"Anakku butuh ayah Lex..."
"Anakmu sudah punya ayah...!! Aku lah ayahnya...!!" solot Alex kesal.
"Tapi ayahnya tidak menginginkannya...!! Ayahnya tidak mau menyayanginya...!! Karena yang ada di dalam hati ayahnya hanyalah mantan pacarnya...!!" sahut Sonya tidak kalah kesalnya.
"Kamu masih tidak percaya saja Son kalau aku sungguh-sungguh sudah berubah... Kamu tahu Son... Saat aku kehilangan Rara aku juga kehilangan diriku... Tapi saat aku kehilangan kamu... Aku jusru menemukan kembali diriku... Bagian diriku yang telah lama mati... Dan kamu lah yang sudah berhasil mengembalikan diriku seperti semula... Kamu lah obat lukaku Son..."
"Dan aku tidak tahu sejak kapan aku mulai mencintaimu... Mungkin sejak kamu mencuri ciuman pertamaku... Atau sejak kita berkelahi saat di pesta peluncuran produk terbaru dulu... Entahlah... Sejak kapan aku mulai menaruh hati padamu... Yang jelas saat ini... Aku sungguh-sungguh mencintaimu... Dengan setengah hatiku..." tegas Alex.
Sonya kembali merajuk, "Untuk apa kalau hanya setengah..., setengah lagi tetap untuk Rara...!!"
Sebenarnya Sonya tidak mempermasalahkan sebesar apa Alex mencintainya, walaupun hanya sedikit Sonya tetap akan menerimanya, Sonya hanya sedang menggoda Alex. Rasanya menyenangkan bisa berdebat lagi dengan Alex. Menyenangkan bisa menggoda Jailangkung kutub itu lagi.
Alex menyeringai lebar, "Kamu salah... Bukan untuk Rara... Tapi aku akan menyimpannya untuk anak-anakku nanti... Atau buat modal kalau kamu kembali minggat dari hidupku..."
Sonya tidak bisa menahan tawanya lagi, kali ini ia benar-benar tertawa, dan Alex langsung memicingkan kedua matanya dengan dongkol, "Kamu sedang menggodaku yaa...?!"
Dan tawa Sonyapun kembali pecah, "Ya Tuhan Lex..., rasanya menyenangkan sekali bisa berdebat lagi denganmu... Jadi kamu benar-benar sudah menerima kehamilanku...?"
Alex menarik Sonya berdiri, lalu duduk di sofa yang Sonya duduki tadi, kemudian menarik Sonya duduk di pangkuannya,
"Kehamilanmu itu bagus untukku my queen... Berarti kamu harus setuju rujuk denganku demi anak kita..." bisik Alex di telinga Sonya.
"Ka... Kamu tidak marah...?" tanya Sonya, ia mulai merasakan debaran jantungnya.
"Kamu tidak akan mengambil hak asuh anakku kan...?" tanya Sonya lagi.
"Anak kita... Ingat aku juga turut andil dalam membentuk anak ini... Dan yaa aku akan mengambil alih hak asuh anak itu kalau kamu tidak mau rujuk lagi denganku...!" ancam Alex.
Sonya mendengus pelan, "Kamu hanya ingin membuatnya... Tapi tidak ingin hasilnya... Apa kamu lupa...? Berapa kali kamu menegaskan padaku kalau kamu tidak ingin memiliki anak...!"
Alex mengangkat bahunya, "Ternyata aku salah... Sekarang justru aku menginginkan anak lebih banyak lagi darimu... Supaya anak kita tidak merasa kesepian... Kita sama-sama anak tunggal, jadi kamu pasti tahu bagaimana rasanya kan...?"
"Iya... Aku tahu..."
"Jadi... Apa kamu bersedia rujuk lagi denganku...?" tanya Alex dengan lembut.
"Hmmm..." jawab Sonya sambil memainkan kancing baju Alex.
"Apa aku bisa menginterprestasikan suara itu sebagai jawaban iya...? Atau aku harus mulai pendekatan lagi denganmu...?" tanya Alex lagi.
"Bagaimanapun cintaku untukmu sudah menghilang... Jadi kamu harus melakukan pendekatan lagi padaku..." jawab Sonya, matanya beralih ke bibir Alex, sudah lama ia tidak merasakan bibir lembut itu. Dan Alex mengetahui arah pandang mata Sonya, ia langsung menelan ludah sebelum berkata,
"Aku akan melakukan pendekatan lagi kalau begitu..." ujarnya sambil menundukkan kepalanya, bibirnya hanya berjarak berapa inci dari bibir Sonya,
"Dengan satu syarat..."
"Apa...?" desah Alex sambil menempelkan hidung dan keningnya ke hidung dan kening Sonya dengan lembut.
"Kamu harus bersikap baik dengan Oma... Dia sudah membantuku menjaga calon anak kita..." pinta Sonya.
"Aku akan melakukan apapun... Apapun Sonya untuk mendapatkanmu kembali..." tegas Alex lalu mencium bibir Sonya.
Mencium dengan penuh gairah hingga mampu melumerkan tulang-tulangnya, membuat Sonya melengkungkan tubuh ke arahnya, dan meleguh penuh kenikmatan yang sudah lama ia rindukan.
Sonya menjauhkan bibirnya dengan kening dan hidung yang masih saling menempel, nafas mereka masih saling memburu, "Apa tidak apa-apa Lex...? Kita sudah bercerai..." tanya Sonya.
"Secara agama kamu masih sah sebagai istriku Son... Aku masih berhak atasmu... Dan kamu pun masih berhak atasku... Jadi tunggu apalagi...?" jawab Alex dengan penuh keyakinan.
"Tapi secara hukum negara kita sudah resmi bercerai..."
Alex menangkup pipi Sonya, "Sekembalinya kita ke Jakarta... Aku akan menikahimu kembali, dan kita akan membuat pesta pernikahan dimanapun kamu mau..." bujuk Alex.
Dan pintu terbuka, Oma masuk sambil berkacak pinggang, membuat Alex mengumpat pelan dan Sonya menyeringai lebar.
"Saatnya kau kembali ke hotelmu Lex...!" seru Oma.
"Aku akan tidur di sini... Dia masih istriku..." Alex bersikeras.
"Kalau kau sudah menikah resmi lagi dengan Sonyaku... Baru kau boleh tidur satu kamar dengannya...! Untuk saat ini silahkan keluar dari kamar ini... Ada kamar kosong di lantai bawah kalau kau mau bermalam di sini...!" cetus Oma.
Naahh.... Readers dukung siapa nih...?
Oma atau Alex...?😁