
Sementara itu di kediaman HK Couple, Hardhan sedang menyandarkan tubuhnya di dinding kamar anaknya, pandangan matanya tidak terlepas dari sosok Kei yang baru saja meletakkan baby Zou di box bayinya.
“Apa mereka sudah tertidur pulas...?” tanya Hardhan dengan suara serak.
Kei balik badan ke Hardhan lalu menempelkan jari telunjuk ke bibirnya sendiri, mengisyaratkan Hardhan untuk tetap diam dan tidak berisik. Kemudian Kei beralih lagi ke Zou dan kembali menepuk-nepuk lembut pahanya.
Setelah dirasa sudah benar-benar pulas, Kei langsung mendesah pelan, “Akhirnya my twins baby tertidur juga...”
“Tapi ada yang sekarang terbangun sayang...” desah Hardhan sambil menunjuk ke area pribadinya.
“Hardhan kamu mesum sekali sih... Ini kamar anak kita...” ujar Kei sambil menggelengkan kepalanya.
“Itu reaksi normalku jika berdekatan denganmu sayang... Apalagi sudah enam minggu aku puasa...” goda Hardhan sambil beranjak mendekat ke Kei dan langsung membopongnya di lengannya.
“Hardhan turunkan aku...!” pekik Kei pelan takut membangunkan babynya.
“Buka pintunya sayang...” perintah Hardhan meminta Kei membuka pintu penghubung kamar anaknya dengan kamarnya, tapi Kei menggeleng, berniat membuat Hardhan jengkel.
“Baiklah kalau begitu... Kita main di sini saja...” cetus Hardhan sambil pura-pura ingin menurunkan Kei dan Kei langsung membuka pintunya, lalu Hardhan mendorongnya kembali dengan kakinya sampai tertutup rapat.
“Kamu konyol sekali sih kalau ada maunya...” keluh Kei tapi sambil tertawa pelan.
Hardhan menurunkan Kei, lalu menunduk dan mencium bibirnya, Kei balas mencium bibir Hardhan dengan sama bergairahnya.
Setelah enam minggu puasa Hardhan sudah tidak bisa menahan lagi gairahnya, dengan segera ia menanggalkan semua pakaian Kei, dan Kei membantu Hardhan membuka kancing kemejanya.
Hardhan baru membopong Kei dan akan merebahkannya ke tempat tidur ketika terdengar bunyi ribut-ribut di luar kamarnya, di susul dengan gedoran kencang dan handle pintu yang di mainkan.
Membuat Kei memekik kencang dan langsung menutupi badannya dengan selimut sampai ke bawah dagunya.
“Hardhan buka pintunya...!! Aku tahu kau di dalam...!! Buka sekarang juga Dhan...!! Atau aku akan mendobraknya...!!!” teriak Alex dari balik pintunya yang terkunci.
Hardhan menggeram kesal, “Sial!!! Aku akan benar-benar membunuh bocah itu...!!!”
Dengan langkah kesal, Hardhan bergegas ke pintu, baru saja kuncinya terbuka Alex sudah langsung mendorong pintu itu dan menghambur masuk ke dalam kamarnya.
Hardhan melihat kedua pengawal yang berjaga di depan kamarnya tergeletak di lantai.
“Kau apakan pengawalku Lex...?!!” geram Hardhan lagi.
“Astaga dia sudah gila...!!!” pekik Kei sambil menggenggam erat ujung selimutnya, seolah-olah takut Alex yang sedang menggila itu akan menarik selimutnya.
“Mereka melarang ku masuk...!! Tenang saja mereka hanya pingsan...!!” seru Alex sambil berjalan mondar-mandir.
“Kalau mereka melarangmu masuk itu karena memang aku sedang tidak ingin di ganggu Lex...!!!” raung Hardhan, ia merasa kesal sekali Alex sudah merusak kesenangannya.
Alex melihat mengalihkan perhatiannya dari Hardhan yang hanya mengenakan celana bocernya, ke Kei yang menutupi dirinya dengan selimut, dan Alex langsung sadar sudah mengganggu percintaan mereka.
Alex mengalihkan lagi perhatiannya ke Hardhan, “Aku minta maaf Dhan sudah... Sudah... Mengganggu kegiatan kalian... Tapi aku benar-benar sudah putus asa Dhan...!!!
“Justru itu yang ingin aku tanyakan padamu Dhan... Dimana kau sembunyikan Sonya...?!!” tanya Alex dengan nada frustasi.
Sebelah alis Hardhan naik semakin tinggi, “Apa maksudmu aku menyembunyikan Sonya...? Bukannya aku sudah memberitahumu Sonya di Milan... Bahkan aku sudah memberitahumu juga dimana Sonya tinggal...” ujar Hardhan dengan nada jengkel.
“Kalau aku menemukannya di Milan... Aku tidak akan kesini Dhan...!!!”
Kei menyipitkan kedua matanya ke Alex, menatapnya penuh curiga, “Jangan bilang kamu membuat Sonyaku marah lagi sehingga ia kabur dan menghindarimu lagi...?” tukas Kei.
Alex mengacak-ngacak rambutnya yang sudah tidak berbentuk lagi itu, tidak seperti Alex yang biasanya dengan tatanan rambut yang selalu terlihat rapi. Dan Alex kembali jalan mondar-mandir dengan rasa frustasi dan marah yang terlihat jelas di wajahnya, seperti seekor singa yang terperangkap di dalam kandang.
“Dia sudah tidak ada di Milan saat aku sampai di sana... Sonya bahkan tidak masuk kantor tanpa izin, dan sudah meninggalkan Apartmentnya...!! Aku meminta cek lokasi terakhir ponselnya dan Sonya berada di Lake Como, tempat kami bulan madu...” jelas Alex masih terus jalan mondar-mandir.
Hardhan menarik tangan Alex dan menyuruh Alex untuk duduk, “Duduklah Lex... Kau harus tenang biar bisa bercerita dengan jelas kepadaku dan Kei...” kata Hardhan.
Alex mengikuti perintah Hardhan, ia langsung menjatuhkan dirinya sendiri ke sofa empuk itu,
“Sonya memang sangat menyukai danau itu... Bahkan ia sempat memintaku bicara padamu Dhan untuk minta di mutasi ke kantor cabang kita di Milan... Aku mengabaikannya waktu itu...” Alex terdiam, kemudian menambahkan dengan lemah, “Dan aku menyesalinya sekarang...”
“Biar ku tebak... Kau tidak berhasil menemukannya di Lake Como kan?!” tebak Hardhan.
Alex berdiri dari sofanya, dan kembali berjalan mondar-mandir lagi, “Hampir satu minggu aku disana hanya untuk mencarinya Dhan... Aku sudah mendatangi Como, Bellagio, Varenna, Mandello del Lario... semua kota-kota kecil di sekitar danau sudah aku telusuri... Tapi tetap tidak menemukannya....!!”
Alex kembali mengacak-ngacak rambutnya, “Aku sudah seperti orang gila...!! Dia sudah membuatku gila Dhan...!!! Dia benar-benar membuatku frustasi...!!! Aku benar-benar mengkhawatirkannya...!! Dan sial!! Rindu lah yang membuatku semakin gila...!!! Aku sungguh-sungguh merindukannya...!!”
“Hmmmmppttt...” terdengar tawa tertahan Kei, ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa bahagia melihat pria yang biasanya dingin dan angkuh itu, kini terlihat begitu liar karena rasa frustasi dan emosinya yang bergejolak. Dan Kei mendapat pelototan kesal dari Alex.
“Maaf aku tidak bersimpati sama sekali denganmu... Bagaimanapun juga kamu lah yang sudah membuat Sonyaku menderita... Dan sekarang kamu nikmatilah penderitaanmu saat di jauhi Sonya... Biar kamu juga merasakan penderitaan Sonya dulu saat kamu acuhkan dia...!” cibir Kei sambil menaikkan bahunya dengan gaya acuh.
“Sudah lah Lex... Kau tidak perlu melototi istriku seperti itu... Atau aku akan mencongkel kedua bola matamu...! Kalau kau dulu tidak terlalu keras kepala untuk mengakui perasaanmu... Semua ini juga tidak akan terjadi...!” geram Hardhan.
Alex mengalihkan perhatiannya dari Kei ke Hardhan, “Apa kau benar-benar tidak menyembunyikan Sonya...?” desak Alex.
“Apa aku terlihat berbohong Lex...?”
“Sial!!! Kemana lagi aku harus mencarinya...?!!” rutuk Alex sambil beranjak pergi keluar dari kamar Hardhan dan membantu kedua pengawal yang sudah mulai siuman itu duduk sebelum menutup pintu kamar Hardhan.
“Hah...!! Aku juga bisa ikut gila melihat masalah dua pasangan aneh itu...!!” desah Hardhan, lalu mengalihkan perhatiannya dari pintu yang sudah tertutup ke Kei.
“Kau sudah puas sekarang sayang melihat Alex sefrustasi itu...? Dia sudah terlihat seperti kehilangan akalnya sekarang... Apa kau masih tidak percaya Alex benar-benar mencintai Sonya...? Sampai kapan kau akan menyiksanya...?” desah Hardhan.
“Aku belum puas... Biarkan dia menderita sedikit lagi, baru aku akan mengizinkanmu memberitahu Alex dimana Sonya sekarang berada... Kalau kamu melanggar janjimu aku akan melarangmu menyentuhku selama setahun...!!” tegas Kei.
“Iya... Iyaa... Aku akan menurutimu... Sekarang bisa kita lanjut kegiatan kita yang tertunda tadi...?”
Bonus satu bab lagi untuk pengantar tidur malam ini....
Happy Reading...😘