Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Extra Part 6 - Baby Alson


Makin lama kontraksinya semakin rutin, sekarang sudah berulang setiap dua sampai tiga menit sekali dengan durasi lima pulih sampai tujuh puluh detik. Sonya kembali meraih lengan Alex dan mencengkramnya ketika rasa sakit itu datang lagi.


“Eeuuhhh... Aku akan membunuhmu Lex...!! Ini sakit sekali...!!” rintih Sonya lagi, kedua tangannya terus mencengkram kedua lengan Alex.


"Sabar my queen... Sabar yaa..." bujuk Alex.


"Sabar... Sabar... Bukan kamu yang merasakan kontraksi ini...! Bukan kamu yang sedang hamil...! Kamu sih dapat enaknya doang...!!" gerutu Sonya setelah kontraksinya selesai.


"Sonya... Lebih baik kamu jangan buang-buang tenagamu dengan teriak-teriak seperti itu... Kalau bisa pejamkan matamu dan berusaha rileks lah sampai kontraksi berikutnya datang lagi... Yaa..." saran dokter Elsya.


"Suruh Alex keluar Sya... Aku jadi kesal melihat wajahnya...!!" seru Sonya.


"Aku tidak akan mau keluar... Aku akan tetap di sini...!" tegas Alex.


"Kamu yang membuatku sakit seperti ini...!! Aku mau kamu keluar sekarang...!! Aku benci lihat muka kamu...!!" jerit Sonya.


"Aku mau terus menemanimu... Aku tidak mau meninggalkanmu...!" sahut Alex bersikeras.


"Lex... Supaya Sonya tenang sebaiknya kau keluar saja dulu... Nanti mendekati kelahiran baru kau masuk lagi..." kata dokter Elsya, "Jangan keras kepala...!!" lanjutnya setelah melihat Alex menggeleng.


"Ya sudah kalau itu mau mu Son..." gerutu Alex sambil beranjak pergi.


Baru saja Alex memegang handle pintu ketika terdengar lagi rintihan Sonya, "Aargghhh... Datang lagi... Mau kemana kamu Lex... Kesini cepetan...!! Aku butuh kamu...!!" teriak Sonya.


"Iya... Iya..." dengan segera Alex langsung bergegas ke arah Sonya lagi, dan langsung menggenggam kedua tangannya, lebih tepatnya Sonya yang menggenggam kedua tangan Alex dengan sangat kencang, membuat Alex sedikit meringis.


Dan setelah kontraksi itu selesai lagi, Sonya mendesah nafas panjang, Alex duduk di hospital bed, dibelakang punggung Sonya lalu memeluknya sambil mengelus perut Sonya.


Sonya langsung menyandarkan tubuhnya yang sudah mulai lemah ke Alex, "Lex... Aku lelah sekali Lex..." desahnya lirih.


"Pejamkan saja matamu my queen... Coba rileks seperti yang dikatakan Elsya tadi... Aku akan selalu memelukmu dan menjagamu... Yaa... sekarang tarik nafasmu dan buang pelan-pelan..." bisik lembut Alex di telinga Sonya.


Sonya menuruti perkataan Alex, ia menghirup dalam-dalam untuk memasukkan oksigen dari rongga hidung sebanyak-banyaknya ke paru-parunya melalui tenggorokannya, kemudian mengeluarkan karbondioksida pelan-pelan dari mulutnya.


"Aku akan membunuhmu Lex... Aku akan benar-benar membunuhmu..." desah Sonya lirih, sebelum melakukan respirasi lagi.


"Iya aku tahu my queen... Aku harap aku yang merasakan kesakitan ini... Bukan kamu..." ucap Alex dengan suara lembut, lalu mengalihkan perhatiannya ke dokter Elsya dan para perawat yang sibuk entah sedang melakukan apa.


"Berapa lama lagi Sonya akan seperti ini Sya...?!! Aku tidak tahan melihatnya menderita begini...!! Sudah dua belas jam Sonya seperti ini... Rasanya aku ingin membakar rumah sakit ini...!!!" geram Alex.


"Kalian berdua benar-benar tidak sabaran yaa... proses melahirkan berbeda-beda Lex... Sonya... Kalian yang sabar yaa..." bujuk dokter Elsya.


"Tapi Sonya terlihat kesakitan Sya..."


"Kau tahu Lex... Badan manusia hanya mampu menahan rasa sakit hingga empat puluh lima Del... Tapi sakitnya wanita saat persalinan itu hingga lima puluh Del... Itu setara dengan rasa sakit akibat dua puluh tulang yang dipatahkan secara bersamaan...!! Itulah proses antara hidup dan mati wanita saat berjuang melahirkan anakmu...!! Makanya ingat itu kalau kau berniat selingkuh..." ujar dokter Elsya.


"Aku akan mencincang-cincangnya kalau sampai Alex berani selingkuh dariku...!" sahut Sonya.


"Aku tidak akan pernah selingkuh my queen..." balas Alex sambil memberikan tatapan tajam ke dokter Elsya, yang hanya dibalas ceringaian dokter Elsya.


"Lex... Aku mau rebahan Lex..." pinta Sonya dan Alex langsung turun dari hospital bed.


"Pelan-pelan..." desah Alex sambil membantu Sonya merebahkan badannya.


Sonya memiringkan badannya, "Pijitin aku Lex... Punggungku sakit sekali... Yakin Sya hanya dua puluh tulang...? Rasanya malah seperti seluruh tulangku remuk,,,!"


Alex langsung memberikan pijatan ringan ke sekitar punggung Sonya, dari atas hingga ke punggung bawahnya.


"Iya.. Sudah... Oma langsung naik pesawat pribadinya, mungkin sudah dalam perjalanan ke sini..." jawab Alex.


Sonya kembali terlentang ketika Rahimnya kembali kontraksi lagi, dengan lebih kuat dan menyakitkan. "Leeexxx.... Euh... Sakiitt Lex...!!" rintih Sonya dengan nafas tersengal, tangannya meremas kencang lengan Alex, hingga hati Alex terasa pilu.


Alex merasa benar-benar tidak berguna, ia tidak tahu harus melakukan apa untuk mengurangi rasa sakit Sonya, untuk membuat Sonya nyaman.


Mungkin karena efek kontraksi yang kuat Sonya merasakan dorongan untuk mengejan, dan mendorong bayinya itu ke jalan lahir, tapi alih-alih bayinya yang keluar, Sonya malah merasakan rembesan air di sekitar paha dalamnya.


"Sya... Sepertinya aku tidak berasa pipis... Pahaku terasa basah Sya..." kata Sonya dengan nafas terengah.


Dokter Elsya langsung menghampiri Sonya, dan melakukan pemeriksaan dalam, setengah telapak tangannya dimasukkan ke bagian pribadi Sonya untuk meriksa seberapa besar bukaan yang sudah di capai.


"Sudah pembukaan sepuluh... Sebaiknya kau setengah duduk Sonya... Untuk mempermudah proses mengejannya..." seru dokter Elsya, lalu mengalihkan perhatiannya ke Alex, "Dan kau Lex, lebih baik duduk di belakang Sonya, dan peluk Sonya dari belekang..."


Dan tanpa di suruh dua kali, Alex langsung membantu Sonya duduk, kemudian Alex duduk di belakang Sonya dan memeluknya dari belakang, dengan kedua tangannya menyilang di dada Sonya, yang sedang terengah-engah.


"Tarik nafas dalam-dalam dari hidungmu my queen... yaa benar seperti itu... Lalu hembuskan pelan-pelan melalui mulutmu..." Intruksi Alex sambil ikut memperagakan proses respirasinya.


"Ok kepala bayinya sudah terlihat... Kalau saya bilang mengejan kau harus mengejan dan saat saya bilang berhenti kau harus berhenti, mau sekuat apapun kontraksi yang sedang kau rasakan yaa Sonya..." seru dokter Elsya dan Sonya mengangguk, Alex pun ikut mengangguk.


"Sekarang tarik nafas dalam-dalam... Buang perlahan-lahan... Yaa! Dorong sekarang...!!" intruksi dokter Elsya.


Dengan kedua tangan berpegangan pada tangan Alex yang melingkar di dadanya, Sonya mendekatkan dagunya ke dada sambil menarik punggungnya ke depan, dan menarik kakinya ke arah dada sambil mengejan, membantu otot perut dan rahimnya mendorong bayinya keluar.


"Berhenti..." seru dokter Elsya, dan Sonya langsung berhenti.


"Heuh... Heuh... Aku tidak mau melahirkan lagi Lex...!! Heuh... Heuh... Awas yaa kalau kamu menyentuhku lagi...!!!" rutuk Sonya sambil terengah-engah, keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya.


Sesaat Alex terdiam, lalu kembali sadar ketika perawat di sebelah mereka mengintruksikan Sonya untuk kembali mengatur nafasnya. Bukan Sonya saja yang mengatur nafasnya, Alex juga ikut menarik nafas panjang, dan mengeluarkannya secara perlahan.


Sampai akhirnya dokter Elsya menyuruh Sonya untuk mengejan lagi, "Berhenti...!!" seru dokter Elsya.


"Ya Tuhan... Heuh... Heuh... Aku sudah tidak kuat lagi Lex... Heuh... Heuh... Aku tidak punya tenaga lagi... Rasanya aku sudah mau mati..." desah Sonya lirih dan langsung terkulai lemah ke dada Alex.


"Sonya... Jangan seperti ini... Ayo semangat my queen..." isak Alex sambil menciumi puncak kepala Sonya yang basah karena keringat. "Jangan menakutiku Son... Hatiku sakit sekali melihatmu seperti ini..."


"Ayo semangat Sonya... Sedikit lagi...!" seru dokter Elsya dan para perawatpun ikut menyemangati Sonya.


"Tenagaku habis..." desah Sonya lirih.


"Ayo Sonya tarik nafas dalam-dalam... Buang perlahan... Dorong sekarang...!"


Sonya mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk mengejan, sampai akhirnya terdengar suara tangisan bayi dan dokter Elsya menyuruhnya untuk berhenti mengejan.


Sekali lagi Sonya ambruk ke dada Alex, nafasnya memburu dan rasa kantuk yang teramat sangat melandanya.


"Anak kita sudah lahir Son... Alson... Yaa aku akan menamakannya Alson..." seru Alex sumringah sambil menghapus keringat dari kening Sonya.


Sonya memaksakan diri untuk tersenyum, "Alson... Kependekan dari Alex Sonya...?" tanyanya dengan suara lemah.


"Iya my queen... Gabungan dari nama kita berdua..."


Terima kasih untuk penghuni GC penthouse Nicegirl.... Dan readers semuanya... Karena sudah memberikan panggilan Alson untuk pasangan Alex dan Sonya... Yang pada akhirnya menginspirasi Author untuk memberikan nama itu untuk putra mereka...☺