
“Aku tidak bermaksud melukaimu sedalam ini Son, Aku berharap aku bisa memperbaikinya. Tapi sebelum aku pergi aku hanya ingin kamu tahu... Bahwa aku sudah berubah... Dan kamu mau tahu apa alasanku berubah...? Kamu lah alasannya Son... Kamulah alasanku untuk memulai hidup dari awal lagi...” tegas Alex sebelum balik badan dan beranjak ke arah pintu.
"Tunggu...!!" cegah Sonya, lalu berdiri dari sofanya, "Kamu mau kemana...? Kita belum selesai...!!" rajuk Sonya sambil menghentakkan kedua kakinya.
Yaaaa Tuhan.... Ingin rasanya aku menjedotkan kepalaku ke pintu ini...!!! erang Alex dalam hati sebelum kembali berbalik ke arah Sonya.
"Kan kamu tadi yang memintaku pergi Son..." sahut Alex setelah menghela nafas panjang.
Sonya kembali memberengut, "Dasar kamu tuh yaa... Benar-benar tidak peka sama sekali...! Dasar pria dingin...!! Jailangkung kutub...!"
"Aku harus bagaimana lagi Son supaya kamu percaya dengan kata-kataku...? Supaya kamu mau memaafkan aku...?" tanya Alex frustasi.
Sonya masih memberengut, "Tidak tahu... Pikir saja sendiri...!" rutuk Sonya.
'Aku sarankan kau memeluknya saat bertemu dengannya nanti... Itu selalu berhasil saat aku menenangkan Kei dan meminta maaf padanya...' Alex teringat kata-kata Hardhan itu.
Apa aku harus mencobanya...? Aku takut dia akan menendang juniorku lagi nantinya...? Bagaimana kalau aku yang membuatnya memelukku...? Tapi bagaimana kalau dia menolakku...? Harga diriku bisa lebih jatuh lagi... Ah, aku akan melakukan apapun... Apapun demi untuk mendapatkan lagi wanita bar-barku itu.
Alex merentangkan kedua tangannya, "Kemarilah dan peluk aku... My Queen..." seru Alex sambil tersenyum, senyum yang bisa melumerkan hati yang beku sekalipun.
Sesaat terjadi pergolakan batin di dalam diri Sonya, Sonya ingin menolaknya, tapi hati memiliki akalnya sendiri, karena pada akhirnya penalarannya berakhir dengan menyerah kepada perasaannya.
Sambil terisak seperti anak kecil yang baru saja bertemu kembali dengan orang tuanya setelah menghilang, Sonya langsung lari ke pelukan Alex, tangisannya pecah, rasa kecewa, sakit hati, rindu, cinta yang tak terbalas, semua berbaur menjadi satu dalam tangisan yang terdengar memilukan, hingga tanpa terasa air mata Alex juga menetes ke pipinya.
Alex mendekap erat tubuh Sonya, wanita yang saat ini teramat sangat ia cintai dengan segenap hatinya. Sejak kapan Alex mulai mencintai Sonya? Entahlah... Cinta memiliki alasan-alasan yang tidak dapat di mengerti.
Masih terus terisak, Sonya memukul-mukul bahu Alex, "Kamu jahat...!! Kamu sudah berbuat tidak adil padaku...!! Kamu membuatku jatuh cinta padamu... Tapi kamu melarangku jatuh cinta padamu...!! Kamu egois...!! Kamu brengsek...!!" isak Sonya.
Alex semakin mengeratkan pelukannya, dan membiarkan Sonya mengeluarkan semua keluh kesahnya, cara itu terbilang ampuh untuk Alex saat ia mengeluarkan semua keluh kesahnya pada Hardhan, dan semoga ini juga berhasil untuk wanita bar-barnya.
"Dulu aku memberimu cinta, tapi kamu membalasku dengan luka...!! Aku sangat menyayangimu... Tapi kamu menghancurkan semua rasa yang aku punya untukmu... Yang aku tawarkan padamu... Perasaan terdalamku padamu yang bahkan kamu tidak pernah menyadarinya...!" lanjut Sonya.
"Iyaa... Maafkan aku my queen... Seperti yang sudah aku katakan padamu tadi... Saat itu aku memang bodoh...!! Aku sendiri bahkan tidak sadar pada perasaanku sendiri, kalau pada saat itu aku sebenarnya juga sudah mencintaimu..." desah Alex.
Akhirnya aku mengatakannya... Yaa... Aku mengakui juga...
Sonya menjauhkan sedikit tubuhnya supaya bisa melihat mata Alex, "Kamu apa...?" tanyanya.
Alex menggeleng, "Itu tidak untuk dikatakan dua kali...!" rutuknya.
"Alex... Jangan membuatku penasaran...! Apa yang kamu katakan tadi...?" desak Sonya.
"Siapa suruh kamu tidak mendengarkannya tadi...!"
Alex melepas pelukannya dari Sonya, lalu melepas jasnya dan melampirkannya di tiang gantungan baju, kemudian menggulung lengan kemejanya.
Sonya menyipitkan kedua matanya, "Kenapa kamu membuka jasmu...?" tanyanya.
"Aku kegerahan... Apa kamu lupa aku masuk ke kamar ini dengan memanjat pohon... Dan itu butuh tenaga dan keringat...!" jawab Alex santai, lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Dengan langkah kesal Sonya menghampirinya dan berdiri di sisi tempat tidur, kemudian menarik tangan Alex untuk memaksanya turun dari tempat tidur.
"Bangun... Siapa suruh tidur di tempat tidurku...!!" gerutu Sonya.
"Kita hanya talak satu my queen... Dan aku mau kita rujuk kembali..." ujar Alex sambil tersenyum manis.
"Aku tidak mau rujuk denganmu...!!" tegas Sonya.
"Kenapa...?"
"Lepaskan aku sialan...!! Aku mulai mual...!! Perutku... Argh"
Sonya memekik ketika tiba-tiba Alex membalik posisi dan sekarang Sonya sudah berada di bawahnya.
"Kalau seperti ini tidak mual kan..?" tanya Alex sambil menyeringai lebar. Sonya terus mendorong Alex.
"Sama saja... Menyingkirlah Lex... Serius aku mual sekali...!!" desah Sonya.
Alex langsung berdiri di sisi tempat tidur, dan tanpa banyak bicara lagi Sonya langsung bergegas ke kamar mandi, lalu memuntahkan semua isi perutnya.
Apa dia mual karena aku bau...?
Dengan kening berkerut, Alex mencium ketiaknya.
Tidak bau... Lalu kenapa dia muntah...?
Alex langsung bergegas ke kamar mandi, dan melihat Sonya yang masih terus muntah.
"Kamu kenapa Son...? Masuk angin...?" tanya Alex khawatir.
"Bukan urusanmu...!!" geram Sonya setelah menekan tombol flash.
"Astaga... Biasanya tidak pernah muntah malam-malam... Biasanya hanya pagi hari saja..." gumam Sonya pelan sambil meninggalkan Alex yang masih terlihat khawatir.
"Apa yang sedang kamu bicarakan...? Kamu sering mual seperti ini...? Apa maag mu kambuh lagi...? Kamu tidak makan teratur...?" Alex mencecar Sonya dengan pertanyaan-pertanyaan sambil membuntuti Sonya ke arah pintu kamarnya.
"Mana kunci pintu ini Lex...?" tanya Sonya kesal.
"Kamu mau kemana...?" Alex balik nanya.
"Aku mau cari cemilan di dapur...!! Cepat mana kuncinya...?"
Alex merogoh kantong belakang celana panjangnya, lalu mengeluarkan anak kunci dan langsung menyerahkannya ke Sonya. Alex terus membuntuti Sonya sampai ke dapur yang berada di lantai bawah.
Dengan kesal Sonya balik badan dan melotot ke arah Alex, "Kenapa kamu terus membuntutiku...? Memangnya aku indukmu...!!" gerutu Sonya.
"Bukan... Kamu bukan indukku... Kamu istriku..." sahut Alex sambil nyengir kuda.
Sonya memutar kedua bola matanya, lalu kembali balik badan dan mengarah ke lemari pendingin. Sonya mengeluarkan es lemon dari ice twist dan memindahkannya ke mangkok kecil, dan membawanya ke kamarnya, Alex kembali mengikutinya.
Sonya memejamkan matanya ketika mengulum es lemon itu, dan Alex terus memperhatikannya sambil mengkerutkan keningnya. Emosinya yang tidak stabil, mual dan muntah yang datang tiba-tiba. Dan sekarang mengulum es lemon untuk meredakan mualnya. Dan satu pikiran yang melintas di benaknya membuatnya tersentak kaget,
"Sonya jujurlah padaku... Apa saat ini kamu sedang hamil...?" tanya Alex dengan suara dingin.