Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Lima Kali lagi?


Matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat, Alex dan Sonya menikmati lembayung senja pertama mereka, sambil jalan ke villa mereka dan dengan tangan yang saling menggenggam erat.


Sesekali Alex berhenti hanya untuk mencuri satu atau dua ciuman di bibir Sonya, menikmati pekikan kaget Sonya saat Alex menciumnya secara tiba-tiba.


"Alex malu... banyak mata yang melihat kita...!" protes Sonya.


"Ini negara bebas Son... Coba kamu lihat ke sekililing kamu, banyak pasangan yang sedang bercumbu..." goda Alex mengulang perkataan Sonya siang tadi.


Dan saat mereka sampai di villa, tubuh Alex sudah tegang, Gairah yang sejak siang tadi tertahan, sekarang sangat ingin di lepaskan. Alex langsung menarik Sonya dan menciumnya, ketegasan dalam ciumannya memperlihatkan seberapa besar gairahnya saat ini.


Dengan tidak sabar, Alex membuka jaket Sonya, dan mengumpat kesal ketika kancing-kancing jaket itu sulit sekali untuk dibuka.


"Sial jaket wanita dan segala aksesorisnya...!" gerutu Alex kesal.


"Biar aku saja Lex..." kata Sonya.


Tidak butuh waktu lama jaket itu sudah terjatuh di lantai, disusul dengan jaket Alex. Lalu Alex melepas Heattech Turtleneck T-Shirtnya Sonya dari atas kepalanya. Lalu celana jeans dan celana Long Johnnya.


Sesaat Alex menatap Sonya dari ujung kepala sampai ujung kakinya, "Kamu cantik sekali Son... Dan menggairahkan..." gumam Alex dengan penuh gairah.


Sonya melepas kaos heattech Alex, gairahnya semakin meningkat melihat dada bidang dan berotot suaminya itu. Lalu Sonya memberanikan diri menyusuri jemari tangannya ke dada Alex, merasakan otot kerasnya. Lalu tangannya terus turun sampai ke bawah pusar Alex, membuat nafas Alex tercekat.


"Aku menginginkanmu sekarang Lex..." bisik Sonya di telinga Alex.


"Kamu yang memintanya yaa..." seru Alex sambil membuka bra dan menurunkan G-String Sonya, "Naik ke tempat tidur sekarang..." perintah Alex.


Dengan patuh Sonya duduk di pinggir tempat tidur, mengawasi Alex yang sedang menanggalkan sisa pakaiannya, dan kembali memekik melihat bukti gairah Alex.


"Bboleh kah besok saja kita melakukannya...?" tanya Sonya.


Kepanikan menyergap dirinya, rasa sakit saat pertama kali kembali menghantuinya, saat jalan, saat pipis. "Aaaku... tidak mau mengalami kesakitan itu lagi..." lanjutnya sambil berusaha lari tapi Alex menahannya.


"Mau kemana kucing liarku...? Mau melarikan diri setelah seharian ini menggodaku...?" tanya Alex dengan nada geli.


"Maaf aku sudah menggodamu... Aku janji tidak akan menggoda lagi... Sekarang tolong lepasin aku..." pinta Sonya dengan suara gemetar, dan berusaha melepas tangannya dari Alex.


"Mau berbuat saja banyak sekali dramanya Son...!" keluh Alex sebelum membopong Sonya dan membawanya ke tempat tidur, kemudian mengungkungnya dibawahnya.


"Lex... Berikan aku waktu yaa... Besok... Iya aku janji besok..." bujuk Sonya.


Alex menaikkan sebelah alisnya, "Disaat-saat seperti ini kamu masih bisa tawar menawar denganku... Aku sudah memberimu waktu satu minggu... Sekarang aku harus membuktikan diriku bukan maho..."


"Lex... Please... Aahhh..." erang Sonya dan badannya menggelinjang ketika Alex menggigit buah dadanya dan meninggalkan bekas kiss mark di sana. Kemudian melanjutkan lagi ke dada yang satunya lagi, dan gairah Sonya semakin menggila ketika lidah Alex memainkan puncaknya.


Sonya menggeleng ketika Alex memposisikan dirinya dan siap memasukinya, "Jangan...!!" jerit Sonya sambil memejamkan dan siap merasakan sakit ketika Alex memasukinya, tapi alih-alih rasa sakit, Sonya malah merasakan rasa aneh yang membuat bagian pribadinya itu berkedut dengan liar, menyambut sepenuhnya tubuh Alex, meminta Alex melakukan lebih dari itu.


"Jangan..." ulang Alex sambil menarik dirinya, merasa ada yang hilang Sonya menggeleng, "Tidak jangan..." protesnya.


"Kamu mau aku di sini...?" tanya Alex sambil menekan, "Atau ini...?" tanyanya lagi sambil menarik dirinya.


"Yang pertama... Bukan... Yang kedua..." desah Sonya.


Alex terkekeh pelan, "Jadi mau yang mana...?"


"Sialan kamu Alex!, cepat lakukan saja... Jangan banyak bicara... Aku sudah tidak tahan lagi..."


"Tapi katamu aku maho kan...? Jadi aku tidak bisa melakukannya denganmu..." seru Alex sambil pura-pura menarik dirinya.


"Aku akan membantingmu lagi kalau kamu berani mencabutnya...!!!" ancam Sonya kesal.


"Oh astaga kucing liarku... Kamu bar-bar sekali..."


"Alex...!" teriak Sonya putus asa.


"Kamu tidak akan mendorong dan menendangku lagi...?" tanya Alex lagi sambil menyeringai lebar.


"Sial kau Alex aku..." apapun yang ingin dikatakan Sonya tidak keluar dari mulutnya, karena mulut Alex sudah membungkamnya, bersamaan dengan Alex melakukan gerakan maju mundur yang sudah terkenal dari jaman dahulu kala.


Tangan Sonya yang sudah bebas melingkari punggungnya, menancapkan kuku-kukunya setiap kali Alex bergerak masuk semakin dalam.


Suara erangan dan desahan Sonya membuat Alex semakin terbakar api gairahnya sendiri, gerakan yang awalnya pelan dan hati-hati menjadi cepat dan memburu, seakan-akan tidak sabar ingin mencapai sesuatu.


Dan ketika tubuh Sonya bergetar dibawahnya, dan kukunya semakin menancap dipunggung Alex akibat pelepasannya, Alex tidak menahan dirinya lebih lama lagi, sambil menggeram Alex bergerak sekali lagi sebelum mencapai pelepasan di dalam Sonya dan menyebutkan namanya.


Dengan nafas terengah-engah Alex menempelkan dahinya ke dahi Sonya, "Rasanya luar biasa sekali sayang..." desahnya dengan penuh kepuasan.


Sayang...? Alex memanggilku sayang...? Ya Tuhan...


Tanpa sadar air mata haru keluar dari matanya, Alex melihatnya, dan mengangkat kepalanya.


"Apa aku menyakitimu lagi...?" tanyanya khawatir.


Alex ingin menggeser posisinya tapi Sonya menahannya, tangannya memeluk Alex, dan menariknya ke pelukannya.


"Jangan pergi dulu... Biarkan aku memelukmu sebentar..." pinta Sonya dengan suara bergetar.


"Apa aku menyakitimu...?" ulang Alex.


Sonya menggeleng, "Tidak... Aku hanya belum mau memutus kontak ajaib kita..." jawab Sonya.


Aku tidak akan membahas kata sayang yang kamu ucapkan tadi Lex... Aku takut itu cuma halusinasiku saja. Meskipun begitu aku tetap bahagia.


"Dan ajaibnya lagi... Sekarang aku kembali tegang... Kamu harus tanggung jawab.." seru Alex.


"Tegang...? Maksudmu...?" tanya Sonya bingung.


Alex mengangkat sedikit badannya dari Sonya, supaya bisa melihat Sonya, "Apa kamu tidak merasakannya...?" tanya Alex, lalu tertawa lebar ketika melihat mata Sonya yang membesar dan mulutnya terbuka. Reaksi Sonya saat ia sedang Syok.


Ya Tuhan.... Lagi...??


Sonya baru akan mendorong badan Alex ketika Alex mulai bergerak dengan irama paling primitif, membuat Sonya kembali merasakan hujaman demi hujaman kenikmatan yang memabukkan itu. Membuatnya kembali melayang-layang hingga sekali lagi mencapai puncak kenikmatannya.


"Aleeeexxx...." pekiknya sambil mengangkat badannya dan memeluk Alex. Tidak lama kemudian Alex pun menyusul memekikkan nama Sonya dengan suara dalam dan seraknya.


Ketika getaran terakhir berhenti, Alex menjatuhkan diri lagi ke Sonya, dengan siku yang menahan badannya agar tidak memberatkan Sonya.


"Apa sekarang aku boleh mencabutnya...?" tanya Alex dengan nada geli.


Sonya menyeringai lebar, "Untuk saat ini... Ya..." jawabnya.


Alex langsung menjatuhkan diri kesamping Sonya.


"Fix sudah kamu bukan maho..." goda Sonya.


"Baru dua kali hari ini... tiga kali lagi baru bisa membuktikan aku bukan maho..." balas Alex.


Sonya mendengus, "Tiga kali lagi...? Modus banget kamu...!"


"Salah bukan tiga kali... Tapi lima kali lagi." tegas Alex.


"Apa kamu sudah gila...? lima kali lagi...? A Big no-no...!!!"


Bab keempat di hari ini yaa...


Happy Reading....