
Dengan nafas terengah Alex kembali menekan maju, dengan sangat hati-hati. Ini pertama kalinya untuk Sonya dan Alex mempersiapkan diri Sonya untuk menerimanya, sampai ia merasa sesuatu menahannya untuk terus maju.
Alex kembali mencium Sonya, dan berusaha menenangkannya, sampai Alex merasa Sonya sudah sedikit lebih tenang dan kembali menikmati ciumannya, Dengan segera Alex bergerak maju.
Bersamaan dengan Alex merasakan kenikmatan yang luar biasa, ketika berhasil menerobos, disusul dengan pekik kesakitan Sonya, tubuh Alex terbanting kesamping.
Alex tadi lengah karena kenikmatan, hingga ia tidak siap ketika Sonya dengan sekuat tenaga mendorong dan membanting Alex ke sampingnya, dan Sonya kini berada di atasnya, dengan tatapan wajah membunuh.
“Sial kamu Lex...!! Tadi itu sakit...!! Kamu mau membunuhku yaa...?” Geram Sonya.
Alex tidak kalah kesalnya dengan Sonya, ia langsung membalik posisi, dan Sonya kini ada di bawahnya, Alex mengungkung Sonya, dengan satu tangan Alex menahan kedua tangan Sonya di atas kepalanya, “Saya sudah bilang kamu hanya akan merasa sakit sekali... Setelah itu hanya akan ada kenikmatan...!!” geram Alex.
Sial malam pertama seperti apa ini...? Ditendang istrinya sendiri...!
“Apanya yang nikmat... yang ada sakit...! Aku tidak mau lagi...!!” teriak Sonya sambil terus memberontak di bawah Alex, berusaha melepas tangannya dari kuncian tangan Alex.
“Aku akan tunjukan kenikmatan itu sekarang...” tegas Alex lalu mencium bibir Sonya, dan sekali lagi di luar dugaannya, Sonya menggigit bibir Alex hingga berdarah.
“Kau benar-benar bar-bar yaa Sonya...!” geram Alex sambil menyeka darah di bibirnya dengan lengannya yang bebas.
“Kamu yang bar-bar... Kamu yang menyakiti aku lebih dulu... Sekarang lepasin aku...!!” teriak Sonya lagi.
Alex mencibir kesal, “Melepaskanmu...? Jangan mimpi... Aku belum selesai denganmu...!” seru Alex, lalu dengan sekali gerakan, Alex menyatukan kembali tubuh mereka.
Sial kamu Jailangkung sialan... huhuhu.
Lalu Alex bergerak perlahan di dalam dirinya, dan rasa perih yang tadi Sonya rasakan berubah menjadi rasa panas yang lembut, menggelitik seluruh sarafnya dengan kenikmatan demi kenikmatan.
Sambil mengerang Sonya melingkarkan lengannya di punggung Alex, mereka saling bertatapan mata, saling mendamba. Sonya menggeliat mengikuti kenikmatan menyakitkan itu. Sepertinya gerakannya itu meruntuhkan kendali terakhir Alex, karena pria itu langsung mengerang dan mempercepat gerakannya.
Hingga akhirnya gelombang kenikmatan besar menghampiri Sonya, membuat Sonya menjeritkan nama Alex, seluruh tubuhnya menjadi kaku di bawah Alex, kuku-kukunya mencengkeram punggung Alex dengan kuat, Sonya tidak menyadari apapun selain kekuatan pelepasannya.
Alex mengerang kuat dan menyebut nama Sonya ketika kenikmatan yang membutakan menghampirinya, Alex membenamkan wajahnya di leher Sonya, sampai ketegangan mereda di ototnya, kemudian menjatuhkan diri di sampingnya. Dengan nafas sama terengahnya mereka menatap langit-langit kamar resort itu.
“Kamu benar Lex... Rasanya luar biasa...” gumam Sonya lalu menguap lebar. Tenaganya seperti terkuras habis, dan ia langsung tertidur.
Alex memiringkan badannya ke arah Sonya, tangan kanannya menopang kepalanya. Jemari tangan Alex membelai pipi Sonya.
Ahh wanita bar-barku...
Alex turun dari tempat tidur dan mencari selimut baru dari rak pakaian, setelah menemukannya, Alex kembali ke tempat tidur dan menyelimuti Sonya, sebelum ia juga merangkak masuk ke dalam selimut itu, dan tertidur.
Paginya Alex terbangun dengan memeluk Sonya, sudah lama Alex tidak tidur sepulas dan selama ini. Biasanya ia hanya bisa tidur selama tiga sampai empat jam tiap harinya.
Alex melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi. Alex bergegas turun dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Alex merasa perih di punggungnya ketika air hangat dari shower membasahinya, lalu Alex melihat pantulan punggungnya dan menemukan beberapa luka di sana karena goresan kuku Sonya.
“Cih, benar-benar wanita bar-bar...” gumamnya sambil tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Lalu melanjutkan kegiatan mandinya.
Hanya dengan sehelai handuk yang melilit pinggangnya, Alex keluar dari kamar mandi, dan mendapati Sonya yang sudah duduk sambil bersandar pada kepala tempat tidur, sambil melilit badannya dengan selimut.
Alex manaikkan sebelah alisnya, “Lebih dari satu kali saya melihat tubuh polosmu Son, masih malu-malu saja kau.” cibir Alex.
“Cih, siapa yang malu...?” rutuk Sonya sambil menyingkirkan selimut itu dari tubuhnya.
Dengan kesal Sonya turun dari tempat tidur, baru selangkah berjalan Sonya meringis, merasa nyeri dan panas di area pribadinya.
Semua gara-gara Jailangkung sialan itu...!
rutuk Sonya dalam hati.
“Kau benar-benar tidak tahu malu yaa, jalan santai tanpa sehelai benangpun.” ejek Alex.
“Tau ahh gelap!” balas Sonya, malas meladeni cibiran Alex.
Alex melihat Sonya menghilang ke dalam kamar mandi, lalu ia melepas handuknya dan memakai celana dan pakaiannya. Hari ini hanya kegiatan santai, jadi Alex hanya mengenakan celana pendek dan kaos saja.
"Aleeex... Sial kau... pipisku jadi sakiitt...!!" teriak Sonya dari dalam kamar mandi.
Alex baru akan menjawab ketika terdengar suara ketukan pintu, lalu Alex membukanya, dan mendapati seorang pelayan yang mengetuk pintunya, “Sudah di tunggu yang lainnya di ruang makan Tuan...” kata pelayan itu.
“Sebentar lagi, istri saya sedang mandi.” jawab Alex.
“Baik tuan...”
Alex menutup pintunya, dan Sonya sudah berdiri di belakangnya, “Siapa...?” tanya Sonya.
“Pelayan, mereka menunggu kita di ruang makan.” jawab Alex.
“Aku keringkan rambutku dulu kalau begitu...” gumam Sonya sambil melepas lilitan handuknya dari kepalanya.
Alex duduk di sofa kecil samping jendela sambil melihat proses pengeringan rambut Sonya dengan hair dryer. Setelah selesai Sonya mengiles lipbalm ke bibirnya sebelum menghampiri Alex.
“Ayo temui mereka...” kata Sonya, lalu meringis melihat bibir Alex.
“Kenapa?” tanya Alex dingin.
“Bibirmu... Apa kita tidak usah keluar kamar saja yaa...?” usul Sonya dengan wajah yang memerah karena malu.
Tanpa basa-basi lagi Alex menarik Sonya keluar dari kamarnya, membawanya ke ruang makan.
Dan semua mata tertuju kepada mereka, tidak terkecuali Hardhan dan Kei.
“Hmmmmpphhhttt...!!” tawa tertahan Kei melihat luka di bibir Alex, dan wajah Alex yang memberengut kesal.
Sonya langsung duduk di sebelah Kei dan Alex di sebelah Sonya, “Sepertinya kamu membuat Alex tidak mudah mendapatkanmu...” goda Kei, membuat wajah Sonya merona merah.