Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Jangan Panggil Bapak


Sonya memekik bahagia saat melihat papanya sudah bisa bernafas sendiri tanpa bantuan ventilator, selang ventilator sudah tidak terpasang lagi di jalur pernafasannya.


"Kapan di lepasnya Pa...?" tanya Sonya penuh haru.


"Tadi malam... Siang ini Papa akan di pindahkan ke ruang rawat inap." jawab papa sambil tersenyum lembut.


"Oh Papa..., aku senang sekali... Recovery pasca operasi Papa lumayan bagus... Papa tetap semangat untuk sembuh yaa..." seru Sonya sambil mencium punggung tangan papanya, dan menggenggamnya.


"Pasti itu karena doa dari anak Papa yang paling cantik ini..." goda papa.


"Aku selalu berdoa untuk kesembuhan Papa..., tapi Doa saja tidak akan cukup, kalau tidak ada usaha untuk sembuh dari Papa..."


Papa terkekeh pelan, lalu memegang dadanya karena jahitannya terasa tertarik dan nyeri saat ia terkekeh tadi.


"Apa Papa berasasa sakit lagi...? apa aku perlu memberitahu dokter...?" tanya Sonya panik.


Papa menggeleng, "Tidak perlu sayang... Papa sudah minum obat pereda rasa nyeri, jadi hanya terasa berdenyut sedikit saja saat Papa tertawa tadi." jawab papa.


"Kalau begitu Papa sekarang istirahat saja dulu yaa... Aku tunggu di luar."


"Tunggu Sonya... Kamu menunggu Papa...? Kenapa tidak ke kantor?"


Sonya menepuk-nepuk tangan papanya, "Papa tenang saja..., aku sudah mengajukan cuti sama boss Hardhan dan Alex."


"Bicara tentang Alex... Apa suamimu itu masih di Paris...?"


"Alex mengambil penerbangan sore kemarin Pa... kemungkinan pagi ini Alex sudah sampai Jakarta. Mungkin setelah istirahat sebentar Alex baru bisa menjenguk papa."


"Tolong kamu bilang ke Alex, tidak perlu memaksakan diri untuk menjenguk Papa. Biar dia istirahat saja setelah melalui perjalanan panjang..." pinta Papa.


"Baik lah Pa..., nanti Sonya chat Alex."


Papa mengekerutkan keningnya, menatap penuh mata Sonya, "Sayang..., apa Alex bersikap baik padamu...?" tanya papa dengan nada khawatir.


"Sudah pasti Alex bersikap baik Pa... Seperti yang pernah Papa bilang padaku kalau Alex adalah pria yang baik, dan Papa benar... Alex memang pria yang baik..." jawab Sonya sambil memberikan senyum terbaiknya untuk papa, menutupi rasa dongkolnya ketika papa menyebut nama Alex.


"Syukurlah kalau begitu..." desah papanya dengan nafas lega.


"Papa istirahat dulu yaa... Aku tunggu di luar..." seru Sonya lalu mencium kening papanya sebelum beranjak keluar dari ruang ICU.


"Ya Alex memang baik Pa... Jailangkung itu memberiku kartu kredit tanpa batas. Dan aku sudah memenuhi kitchen set dan lemari pendinginnya dengan makanan. Aku juga membeli beberapa set alat makan yang terbuat dari perak dan lapis emas, piring dan gelas kristal untuk mengisi lemari pajangannya yang kosong... Dan berbagai macam pajangan branded lainnya yang pasti akan membuat bola mata Alex keluar saat melihat jumlah tagihannya nanti..." gumam Sonya.


Sonya tertawa puas saat membayangkan wajah kaget Alex nantinya. Tapi satu pikiran aneh kembali mengusiknya, Sonya merasakan lagi kekosongan di hatinya saat tidak ada Alex. Merasa ada yang kurang dalam dirinya, dan anehnya lagi merasa kangen dengan Alex.


Apa aku sudah mulai suka sama Jailangkung kutub itu yaa...? Sonya menggeleng untuk menjernihkan pikirannya, Tidak... Mana mungkin aku bisa suka sama Alex, itu sama mustahilnya dengan bebek bisa terbang... Ya kan...?


Sonya menyandarkan badannya di kursi ruang tunggu, lalu sudut matanya menangkap dua sosok pengawal Ekram dan Damar, yang beberapa hari ini selalu menemani kemanapun Sonya pergi.


Sonya melambaikan tangannya ke arah mereka, meminta mereka menghampirinya, dan dengan segera mereka melangkah cepat ke Sonya.


"Ada apa Nona...?" tanya Ekram.


"Kalian sudah makan belum...?" tanya Sonya.


"Sudah Nona..." jawab Damar yakin.


"Yakin...? Kalau kalian mau makan, makan saja... Saya tidak akan kemana-mana, hanya menunggu Papa di sini..." seru Sonya.


Mereka saling tatap, sebelum akhirnya Erkam yang bicara, "Yakin sekali Nona..."


"Daripada kalian berdiri saja di sana..., lebih baik duduk di sini... Temani saya ngobrol..."


"Maaf kami tidak berani Nona..." sahut Erkam.


"Kenapa...? Apa Alex melarang...?"


"Tugas mereka berjaga-jaga bukan bergosip." jawab Alex membuat Sonya tersentak kaget.


Astaga Jailangkung ini, bahkan langkah kakinya saja tidak terdengar.


Setelah membungkuk hormat, Ekram dan Damar kembali ke posisi berdirinya tadi.


"Bapak kenapa kesini...? Kan sudah saya chat Bapak istirahat saja dulu di Apartment."


"Tolong biasakan mulai sekarang panggil saya Alex, jangan Bapak Son." seru Alex, lalu menjatuhkan dirinya di sofa sebelah Sonya.


Sonya melihat raut lelah di wajah Alex, "Bapak, maaf kamu langsung kesini yaa...? Kamu tidak pulang dulu ke Apartment...?" tanya Sonya kaget dengan nada khawatir dalam suaranya.


"Sekalian Son..." jawab Alex malas-malasan.


"Saya sudah tidak panggil Bapak lagi... Sekarang tolong jangan panggil saya Son..." protes Sonya kesal.


"Kau mau saya panggil apa...? Sayang? Atau Bee seperti mantan pacarmu memanggilmu itu?" tanya Alex dengan nada sarkastis.


"Terserah..." jawab Sonya merajuk.


"Kau tahu Nona Kei pendarahan...?" tanya Alex.


"Kei pendarahan...? Kenapa...? Lalu bagaimana dengan si kembar...?" cecar Sonya.


Alex menaikkan sebelah alisnya, "Darimana kau tahu anaknya kembar? Kami jelas masih merahasiakannya dari Nona Kei, jadi sudah jelas buka Nona Kei yang memberitahumu."


"Sam yang memberitahuku..."


"Ahh, Sam dan mulut embernya." ejek Alex.


Sonya mengibas tangannya, "Itu tidak penting, sekarang kasih tahu aku kenapa Kei bisa pendarahan...? Dan bagaimana janinnya...?"


"Dua hari lalu, sebelum Karina ditangkap, ia mendatangi penthouse boss. Saat itu boss sedang berenang dan madame Agathe sedang beberes di lantai atas saat Nona Kei video call ke boss, dan Karina yang menerimanya. Dia bilang ke Nona Kei kalau mereka baru selesai bercinta, lalu memperlihatkan boss yang sedang berenang, dan Karina bilang boss sedang memberaihkan diri. Dan..."


"Dasar wanita ular tidak tahu diri itu... Kalau belum dipenjara saya akan dengan senang hati menghajarnya sampai mati...!!" potong Sonya kesal, lalu menyeringai lebar melihat Alex yang menatapnya dengan sebelah alis terangkat.


"Maaf..., lanjutkan lagi..."


"Dan sebelumnya Karina sudah merobek bajunya sendiri supaya terkesan boss tidak sabar bercinta dengannya. Nona Kei teriak histeris, dan stress psikis yang membuat Nona Kei pendarahan. Untungnya janinnya bisa di selamatkan." jelas Alex.


Sonya menghela nafas lega, "Terima kasih Tuhan... Lalu sekarang Kei masih di rumah sakit ini...?"


Alex mengangguk, "Boss juga di rawat. Kondisinya memang sedang drop saat berangkat ke Paris, dan dia belum cukup istirahat ketika Karina membuat masalah yang menyebabkan Nona Kei pendarahan, boss langsung pulang saat itu juga. Yang membuat boss kelelahan dan dehidrasi."


"Ya Tuhan... Sekarang Karina sudah ditangkap kan...? Dia tidak akan mengganggu Kei lagi kan...?" tanya Sonya.


"Karina akan membusuk di penjara." tegas Alex dingin.