
Bagaimana Alex tidak akan menjadi gila ketika ia sampai di gedung Lo Storto atau The Twisted One, dan mendapati Sonya sudah tiga hari ini tidak masuk kantor tanpa keterangan. Sedang nomor telepon Sonya yang Alex dapat dari bagian personalia juga tidak dapat dihubungi.
Dengan pikiran kalut Alex bergegas ke Apartment Sonya yang di sewa Hardhan untuknya, dan ketika Alex sampai di lobby Apartment darahnya langsung mendidih ketika ia mendapati Ryo yang baru saja keluar dari pintu lift.
Apa tiga hari ini Sonya menghabiskan waktu dengan Ryo...?
Membayangkan Ryo menghabiskan waktu dengan Sonya membuat amarah Alex kian memuncak, lalu tanpa banyak pikir lagi Alex langsung menghambur ke arah Ryo dan langsung meninju rahangnya, "Bangs*at...!! Sudah ku bilang jauhin Sonya...!!! raung Alex.
Ibu jari Ryo menghapus darah dari sudut bibirnya yang pecah karena terkena tinju Alex, dengan sama kesalnya Ryo melotot ke Alex, "Apa hakmu melarangku...? Sonya bukan istrimu lagi...!!" geram Ryo sebelum mengepalkan tangannya dan balas meninju Alex, tapi dengan sigap Alex mampu menghindar dan kembali melayangkan tinjunya ke perut Ryo, membuat Ryo meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
"Itu peringatan terakhirku.... Jauhi Sonya...!!!" gertak Alex lalu menekan tombol lift dan menunggu pintu lift terbuka.
"Apa kau yang menyuruh Sonya pindah dari Apartmentnya...?" tanya Ryo sambil meringis menahan sakit.
"Apa maksudmu...?" Alex balik nanya.
Ryo tertawa getir, "Kau tidak tahu yaa...? Silahkan kau cek ke unitnya... Dan temukan sendiri jawabannya...!"
Alex baru akan membalas Ryo ketika pintu lift terbuka, Alex mengurungkan niatnya dan langsung masuk ke dalam lift kemudian menekan lantai unit Sonya, untungnya ini Apartment tua jadi tidak menggunakan acces card untuk naik ke lantai atas.
Alex berkali-kali menekan bel tapi tidak ada respon, membuat Alex semakin panik dan jantungnya berdegup kencang.
Ada apa dengan Sonya...? Kemana dia...?
Lalu Alex teringat perkataan Ryo di lobby tadi,
Apa Sonya pindah Apartment....?
Dengan segera Alex bergegas menuju lift lagi, dan sesampainya di lobby Alex melihat Ryo masih berada di sana, dan sedang menelepon seseorang sambil memegang rahangnya tempat tinju Alex tadi mendarat, yang mulai berwarna keunguan karena memar.
"Sial...!! Dimana kau Nyaa...?!" gumamnya dengan nada panik.
"Sejak kapan kau disini...?" tanya Alex.
"Bukan urusanmu...!!" solot Ryo.
"Dimana Sonya...?!!" geram Alex.
"Cih, kalau aku tahu pun aku tidak akan memberitahumu...!!" balas Ryo lalu kembali menelepon Sonya.
Kedua tangan Alex yang mengepal berada di sisinya, Alex menahan diri untuk tidak menghajar Ryo lagi, karena nampaknya Ryo juga tidak mengetahui keberadaan Sonya, kalau Ryo tahu tidak mungkin ia menelepon Sonya berulang kali, meskipun ponselnya Sonya itu sedang tidak aktif.
Alex mengeluarkan ponselnya dari saku dalam jasnya, ke.udian menelepon seseorang,
"Cari tahu lokasi terakhir nomor ponsel yang aku kirim nanti...!!!" perintah Alex lalu mematikan sambungan teleponnya, kemudian mengirim nomor ponsel Sonya ke orang itu.
Sejurus kemudian ponsel Alex berdering,
"Dimana...?!!" desak Alex.
"Terakhir dua hari yang lalu di Lake Como Pak..." jawab orang itu.
"Baik terima kasih!" seru Alex.
Ah... Kamu ingin mengenang bulan madu kita rupanya...
"Dimana Sonya Lex...?" tanya Ryo setengah mendesak.
"Kalau aku tahu pun aku tidak akan memberitahumu!!" jawab Alex meniru ucapan Ryo tadi sambil bergegas meninggalkan Apartment itu.
Ah sayangku... Kamu benar-benar menyukai tempat itu yaa...? Aku akan dengan senang hati membelikanmu sebuah villa di sana nanti... Setelah kita rujuk...
**********
Sonya melihat kembali ke sekeliling Lake Como sebelum ia meninggalkan tempat itu, "Rasanya berat sekali meninggalkan tempat seindah ini..." gumam Sonya.
Ternyata Lake Como lebih indah saat mendekati musim semi. Di sepanjang jalan di hiasi dengan aneka bunga warna-warni dari aneka macam bunga. Pohon-pohon rindang yang berjejer rapi menaungi kafe-kafe tepi pantai sudah terlihat menghijau lag, membuat siapapun akan terasa betah berlama-lama di sini.
Berbeda dengan saat Sonya bulan madu, saat ini di danau banyak terdapat kapal, speed boat dan yacht yang berseliweran hilir mudik menyusuri danau terbesar ketiga di Italia itu.
Sonya kembali menatap lurus, ke barisan pegunungan Alpen yang terlihat megah, "Dari tempat ini lah aku mulai semakin mencintaimu Lex... Dan dari tempat ini pula aku akan melupakanmu... Aku mengenang kembali tempat ini hanya untuk melupakan..." desah Sonya lirih.
"Aku memang sedih... Sakit hati... Marah... Dan aku ingin sekali berkata kasar... Tapi tahukah kamu Lex...? Aku akan tersenyum dan melanjutkan hidupku meski tanpa kamu... Memang itu menyakitkan... Namun aku akan terus bertahan hingga seseorang mampu membuatku tersenyum lagi... Membuat kami bahagia..."
Maafkan aku Kei... Hardhan... Papa... Sementara aku menghilang dulu tanpa kabar... Sampai semuanya berjalan lancar... Ini demi kebaikan kami... Aku harap kalian akan mengerti nanti...
Sonya kembali melihat jam tangannya, ia harus segera sampai ke Malpensa Airport, karena tiga jam lagi pesawatnya akan take off. Karena tujuan Sonya nantinya akan ke pulau Jeju jadi ia bisa mendapatkan bebas Visa, meskipun akan menemui Oma terlebih dahulu di Seoul.
Dan sesampainya di arrival hall Incheon Airport, Sonya melihat-lihat counter sim card, dan ia menuju ke salah satunya ke counter EG Sim Card untuk membeli sim card yang akan ia pakai selama di Seoul.
Setelah selesai dan paket datanya sudah aktif, Sonya langsung menekan nomor ponsel oma yang tercetak di kartu namanya, dan setelah beberapa kali berdering oma pun menjawab panggilan teleponnya.
"yô-bo-se-yo?" sapa Oma.
"Halo Oma ini aku Sonya..." sahut Sonya.
"Sonya...? Kau sedang di Seoul sayang...?" tanya Oma.
"Darimana Oma tahu...?"
"Nomor ponselmu sayang... Apa kau berhasil membujuk Alex untuk berkunjung ke Oma...? Mau Oma suruh supir Oma menjemput kalian...?"
"Aku tidak sedang bersama Alex Oma... Aku... Kami... Sudah bercerai..." aku Sonya dengan suara lirih.
"Bercerai...? Kalian pisah...? Kenapa bisa...?" desak Oma.
"Ceritanya panjang Oma nanti aku akan ceritakan ke Oma... Sekarang apa Oma bisa jemput aku di bandara...?"
Terdengar dengusan pelan Oma, "Kenapa Oma harus menjemputmu...? Katamu kau bukan istri cucuku lagi..."
"Apa karena aku bukan cucu menantumu lagi makanya Oma tidak mau bertemu denganku...?" desah Sonya.
"Kalau Alex sudah menceraikanmu berarti cucu Oma itu sudah tidak cinta lagi denganmu... Aku tidak mau cucuku itu tambah marah dengan Oma kalau Oma terlihat akrab denganmu..." tegas Oma.
"Sia-sia aku ke sini untuk minta pertolongan Oma... Ya sudah kalau begitu Oma bisa mengucapkan selamat tinggal juga untuk calon cicit Oma...!!" seru Sonya dengan nada kesal, Sebelum akhirnya mematikan sambungan teleponnya.
"Nenek sama cucu kelakuan sama saja...!!!" geram Sonya.