
Ryo dan Sonya duduk bersisian di bean bag salah satu bar yang menghadap ke pantai, dan menghadap langsung ke arah laut bagian barat, sambil melihat matahari tenggelam yang menampakkan semburat warna keemasan, matahari itu terlihat seolah-olah turun tepat di garis laut.
Mataharinya sendiri berwarna keemasan, itu makanya para wisatawan biasa menyebutnya golden sunset. Dan menariknya lagi, ada papan ayunan untuk dua orang di bibir pantai, yang agak menjorok ke laut.
Banyak wisatawan yang antri untuk menaiki ayunan itu dan berpose di sana dengan latar belakang matahari terbenam. Matahari keemasan dan langit yang sudah mulai gelap, membuat para wisatawan yang berpose di ayunan itu hanya terlihat siluetnya saja.
"Jika cuaca sedang bagus... Matahari itu akan terlihat di antara Pulau Lombok dan Gunung Agung..." jelas Ryo.
"Tidak kalah indahnya dengan sunset di Lake Como..." seru Sonya, "Mungkin besok cuacanya lebih cerah dari hari ini..." lanjutnya sambil tersenyum pahit.
Karena Sonya jadi teringat saat ia dan Alex bulan madu, Sonya dan Alex juga duduk bersisian seperti ini, sambil melihat matahari terbenam di Lake Como. Bedanya saat itu Alex merangkul pundak Sonya dan menyandarkan kepala Sonya di dadanya, kata-kata lembut keluar dari mulut Alex, ketika menjelaskan pada Sonya sejarah dan sudut tiap kota Como itu.
Dan dari semua kenangan indah yang pernah Sonya lewati, hanya ketika bersama Alex sajalah yang sulit untuk dilupakan.
Tuhan... Aku sangat merindukannya... Mungkinkah hanya aku yang merasakan kerinduan ini?
"Semua sikapnya berubah sejak aku mengatakan aku mencintainya..." gumam Sonya pelan bermaksud bicara pada diri sendiri, tapi Ryo mendengarnya.
"Kau sudah mengatakan kau mencintainya?" tanya Ryo.
"Ap... Apa?" Sonya balik nanya, otaknya yang sudah lelah dengan bayangan masa bulan madunya, membuat Sonya tidak mengindahkan pertanyaan Ryo.
"Kau sudah bilang ke Alex kalau kau mencintai dia?" ulang Ryo.
"Darimana kamu bisa tahu?"
"Tadi aku mendengar gumamanmu Nyaa... Kau bergumam kalau sikap Alex berubah setelah kau menyatakan cintamu..."
"Ohhh, yaa dia berubah setelah itu... Menjadi dingin dan kaku lagi... Dan dihari kita pergi ke Angry Room, dari situlah awal mulanya Alex mulai mengabaikanku... Sepenuhnya mengabaikanku... Dia bahkan tidak mau melihat wajahku... Seolah-olah ia merasa akan muntah jika memandangku..." desah Sonya lirih.
"Apa Alex tahu kita pergi ke Angry Room?"
Sonya mengangguk, "Aku juga tidak menyangka dia tahu posisi kita, padahal jelas-jelas kamu sudah mengeluarkan alat pelacak itu... Alex bahkan tahu aku mengeluarkan semua keluh kesahku di sana... Sepertinya dia menjadi marah karena itu... Aku jadu merasa bersalah karena sudah mengumbar masalah rumah tanggaku denganmu Ryo..."
Ryo mengkerutkan keningnya, nampak sedang berpikir keras, "Ada apa?" tanya Sonya.
"Hmmm mungkin Alex melihat rekaman CCTV di dalam ruangan itu..." tebak Ryo.
Sonya mengibas tangannya, "Mana mungkin..."
"Apa yang tidak mungkin untuk suamimu itu Sonya? Dia bisa dengan mudah mendapatkan rekaman CCTV itu... Hanya dengan sedikit membujuk dan mengancam maka rekaman itu bisa langsung dikirim ke emailnya..."
Benarkan? Kalau Alex melihat dan mendengar keluhanku mana mungkin dia bisa bersikap sedingin itu... Alex pasti akan merasa bersalah dan justru akan bersikap baik padaku... Bukan sebaliknya... Ya kan?
Ryo mengangkat bahunya dengan santai, "Itu juga baru dugaanku saja Sonya... Tapi kalau Alex ternyata benar sudah melihat rekaman CCTV, dan ia tetap mengabaikanmu... Yaa lebih baik kau menunggu orang yang pas Sonya... Daripada terus bertahan sama orang yang tidak menganggap kau ada itu..."
"Dia tidak sepenuhnya menganggapku tidak ada Ryo..." elak Sonya.
"Apapun itu Sonya, selama kau tetap bertahan dengannya kau akan terus hidup seperti ini... Lebih baik kau akhiri hubunganmu lebih cepat sebelum terlambat... Sebelum kau semakin dalam mencintainya... Dan semakin sakit karena pengabaiannya."
"Lalu setelah aku mengakhiri pernikahan kami apa yang terjadi selanjutnya? Menerima cinta yang lain? Menjalin hubungan baru lagi dengan pria lain?" tanya Sonya.
"Mungkin... Pada saatnya nanti akan ada orang yang tepat untukmu Sonya... Yang mampu menghargaimu dan mencintaimu setulus hati..."
"Ryo... Cintaku pada Alex itu seperti ranting pohon yang tetap berdiri tanpa ada satupun dedaunan yang menemani... Sampai akhirnya, entah ranting itu akan mengering sendiri di pohon atau seseorang akan mematahkannya... Keduanya akan berakhiran sama... Ranting itu akan tetap mati..." desah Sonya lirih.
"Atau ada yang menyelamatkan ranting itu dan menanamnya di tempat baru?"
"Ranting itu akan sulit tumbuh, karena tidak ada akar yang membuatnya tetap hidup... Aku balik ke kamar dulu Ryo... Terima kasih untuk hari ini..." seru Sonya kemudian berdiri dari bean bagnya, tapi Ryo menahan tangannya,
"Kau tidak ingin makan malam dulu?" tanyanya.
Sonya menggeleng, "Aku tidak selera makan Ryo... Aku hanya ingin istirahat..." jawab Sonya sebelum beranjak pergi dan meninggalkan Ryo menuju hotelnya.
"Pertahankan yang layak kamu pertahankan... Dan lepaskan yang tidak layak kamu pertahankan Sonya... Karena kamu juga layak bahagia..." teriak Ryo, Sonya tetap mengacuhkannya.
Maaf Ryo... Alex memang tidak layak untuk aku pertahankan... Tapi hatiku hanya belum siap terluka saat meninggalkannya nanti... Aku belum siap membayangkan hari-hariku tanpanya... Apa cinta memang egois? Karena aku tetap tidak peduli dia tidak akan pernah mencintaiku... Aku terima sakit hatiku ketika dia mengabaikanku... Aku terima semuanya asal dia masih bersamaku... Selama aku bisa memandang wajahnya setiap hari.
Dan sambil menjalani semua itu... Aku juga akan berusaha menghilangkan rasa cintaku padanya... Hingga hanya tinggal dua kemungkinan... Keadaan akan berbalik dan dia yang akan berjuang, atau aku yang sudah tidak lagi mencintainya...
**********
Sementara Alex yang sedang dalam pikiran Sonya itu sudah kembali pulang ke Apartmentnya, Setelah dua malam tidur di kantornya, ia tahu Sonya sudah berangkat ke kota X.
Selama ini Alex berusaha menghindari Sonya, tidak berani memandangnya, karena apa? Karena kalau Alex memandangnya ia tahu ia akan segera membatalkan niatnya, dan akan beralih memeluk Sonya... Saat ini Alex ingin Sonya membencinya dan segera meninggalkannya.
Alex melihat foto-foto Sonya dan Ryo yang di kirim anak buahnya di pulau itu, seperti biasa Sonya terlihat cantik. Alex masih merasa darahnya mendidih ketika melihat Ryo terlalu dekat dengan Sonya. Tapi mau bagaimana lagi?
Kalau Alex ingin terus melanjutkan rencananya, ia harus mengubur dalam-dalam kecemburuannya. Dan membiarkan Sonya bahagia dengan pria lain, dan terlihat di foto itu Sonya yang sedang tertawa lepas, sudah lama Alex tidak melihat tawa itu.
Tuhan.... Aku sangat merindukannya.... Sial!!! Aku benar-benar merindukannya...