Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Jauhkan Tangan Kalian


Sonya merasakan tikaman menyakitkan di dadanya, badannya gemetar karena amarah, atau kecemburuan, entahlah. Yang jelas saat ini darahnya seperti mendidih. Dan yang lebih membuat Sonya kesal, Alex mengambil tissue dan membersihkan coklat yang menempel di sudut bibir Talita.


"Terima kasih Lex..." seru Talita malu-malu.


Tanpa Sonya sadari ia sudah berdiri di dekat mereka, dan memberikan tatapan membunuh pada Talita, "Apa kamu tidak malu menggoda suami orang...?" tanya Sonya dengan suara bergetar karena amarah.


Talita memekik kaget, Alex langsung memutari meja dan menarik tangan Sonya menjauh dari Talita.


“Apa kau sudah gila...?” geram Alex.


“Lepas... Aku belum selesai dengannya...!”


Sebelah alis Alex naik, “Apa kau mau meninjunya dan mematahkan tulang hidungnya...?” tanya Alex dengan nada sinis.


Sonya menepis tangannya, “Berengsek lo....!!” teriak Sonya lalu menendang tulang kering Alex sekencang mungkin sebelum lari kearah luar, Alex mengumpat kesal dan memanggil Sonya, tapi Sonya mengabaikannya.


“Sonya kamu mau kemana...?” tanya Kei dan Hardhan yang baru saja keluar dari lift.


“Ke neraka...!!!” jawab Sonya sambil terus melangkah cepat.


Sonya sudah masuk ke dalam taksi ketika Alex baru keluar dari pagar, mungkin tadi langkahnya tertahan sama Hardhan dan Kei, tapi Sonya tidak peduli. Makan malam yang sudah mereka rencanakan jadi berantakan, Sonya sengaja minta datang lebih awal jam lima, karena ingin berbincang dulu dengan Kei.


Jailangkung itu... Bisa-bisanya dia menatap wanita lain seperti itu... Siapapun pasti akan luluh melihat tatapan matanya itu... Tuhan... Bahkan ia tidak pernah menatapku seperti itu, padahal aku lah istrinya.... Bukan Icha...!!


Kei berkali-kali menelepon Sonya, tapi Sonya mengabaikannya, Sonya mencari contact Owen dan meneleponnya tapi tidak diangkat.


“Sial ini malam minggu... Dia pasti lagi pacaran...!” gerutu Sonya.


Siapa lagi yang bisa aku mintai tolong menemaniku malam ini... Aku tidak ingin sendirian malam ini... Aku bisa gila. Ryo...? Ah tidak mungkin dia mau...


Tapi tangan Sonya mengkhianati pikirannya, karena saat ini ia sedang mengetik chat ke Ryo.


“Ada waktu? Mau menemaniku ke club X...?”chat Sonya.


Lama chat itu belum ada balasan, sampai akhirnya Sonya malu sendiri, ia berniat menghapus chatnya tapi diluar dugaannya Ryo sudah membalas chatnya.


“Kapan?” tanyanya.


“Sekarang...” balas Sonya.


“Mau aku jemput atau ketemu disana langsung?”


“Ketemu disana saja langsung... Aku sudah on the way...”


“Ok... See you there...”


Sonya memejamkan matanya sambil menyandarkan badannya. Hatinya masih terasa sakit, dan terlebih lagi Alex selalu berpikiran negatif padanya. Kenapa pria itu bisa menyangka Sonya akan meninju Icha?


Ternyata Icha tidak berbohong saat mengatakan Alex bersikap manis padanya... Aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri... Rasanya jauh lebih sakit saat melihatnya langsung.


Handphonenya kembali bunyi, kali ini Alex yang meneleponnya, Sonya mengabaikannya, lalu mengganti settingannya dari mode dering ke sunyi.


“Telepon saja sampai lebaran kuda... Aku tidak akan pernah mau mengangkatnya...!!” Sonya mencibir ke layar handphonenya.


Dengan satu kaki di biarkan menggantung, Sonya duduk di bar stool, dan sudah menghabiskan dua gelas red winenya, sekarang ia sedang meminum gelas ketiganya.


“Tumben sendiri... Dimana Owen?” tanya bartender yang merupakan temannya Owen itu, Andi. Sonya dan Owen memang sering ke club ini, makanya Sonya berani datang sendiri karena sudah banyak kenal dengan karyawan club ini.


“Sibuk pacaran dia...” jawab Sonya santai.


“Mau gue telponin Owen...?”


Sonya mengibas tangannya, “Tidak usah..., sudah layani yang lain sana jangan ganggu aku...” seru Sonya dengan nada mengusir.


“Siapa yang mengganggumu sweet hearts...?” tanya seseorang dari arah belakang Sonya.


Sonya memutar bar stoolnya, dan mendapati Ryo yang sedang berdiri santai, baru kali ini Sonya melihat Ryo tanpa pakaian formalnya.


“Kamu datang juga rupanya... Kirain cuma PHP saja...” ujar Sonya, “Sini duduk di sebelahku...” lanjutnya sambil menepuk bar stool di sebelahnya.


“yang dia pegang sekarang sudah gelas kelima...” jawab Andi.


Ryo menahan tangan Sonya dan mengambil gelasnya, “Hentikan kau bisa mabuk...” cegah Ryo.


Sonya kembali mengambil lagi gelasnya dari tangan Ryo dan langsung meneguk habis isinya, “Aku tidak mudah mabuk...” bantah Sonya lalu menuang kembali red wine ke gelasnya.


Ryo menatap penuh Sonya, “Mau cerita apa masalahmu...?” tanya Ryo lembut.


Dan Sonya pun menangis, Ryo menatap Andi bertanya melalui matanya apa yang sudah terjadi pada Sonya, dan Andi hanya mengangkat bahunya.


“Dia melarangku jatuh cinta padanya...” isak Sonya.


“Dia siapa...?” tanya Alex


“Jailangkung kutub sialan itu...! Memangnya siapa lagi...?” jawab Sonya setengah menjerit, ia sudah setengah mabuk jadi Ryo menahan botol red winenya, Sonya langsung merengek.


“Sudah cukup Sonya...”


Sonya menarik kemeja santai Ryo, “Kamu jangan seperti dia Ryo, bisanya hanya melarang dan melarang saja... Tapi dia tidak bisa melarang dirinya sendiri untuk menggoda wanita lain...”


Melihat Ryo yang tetap bergeming membuat Sonya merasa semakin kesal, “Aku pikir kalau kamu yang menemaniku pasti asik, tapi ternyata kamu sama saja sama dia, suka melarang...!”


Sonya turun dari bar stoolnya, “Kau mau kemana...?” tanya Ryo.


Sonya berusaha melepas tangan Ryo dari tangannya, “Lepasin...!!” jerit Sonya.


“Hei, jauhkan tanganmu dari pacarku...!” tiba-tiba Owen sudah berada di sebelahnya, dan melepaskan tangan Ryo dari lengan Sonya.


“Oh jadi pria ini yang sudah membuatmu menjadi seperti ini sweet heart...?” tanya Ryo.


“Owen...? Dia mantan pacarku...” jawab Sonya sambil menyeringai, “Ayo Wen kita dansa lagi seperti dulu...” ajak Sonya sambil menarik lengan Owen, dengan langkah gontai ia membawa Owen ke dance floor.


“Siapa laki-laki itu...?” tanya Owen.


“Rekan bisnisku, kenapa kamu bisa ada di sini?”


“Aku baru melihat ada miscall darimu Bee... Tapi aku telepon balik kau tidak mengangkatnya... Dan Andi memberitahuku kau ada disini...”


“Dasar... Jelas-jelas tadi aku sudah melarangnya, tapi dia tetap menghubungimu...” gerutu Sonya.


“Kenapa melarangnya?” tanya Owen.


“Kamu pasti lagi sibuk pacaran kan...? Kenapa kamu bisa langsung kesini? Apa pacarmu tidak marah nanti?” Sonya balik nanya mengabaikan pertanyaan Ryo tadi.


“Aku berani mengambil resiko diputusin pacarku demi kau Bee... Dan apa pria itu yang membuatmu menjadi setengah mabuk seperti ini...?” Owen menunjuk Ryo yang sedang menghampiri mereka dengan dagunya.


“Apa katamu barusan...? Kau yang sudah membuatnya sedih kan...?!” geram Ryo lalu menarik Sonya ke belakang punggungnya.


Owen menarik Sonya lagi ke belakang punggungnya, “Hei siapa kau...? Kau mau ambil keuntungan darinya saat dia mabuk yaa...?!”


Melihat kedua pria itu masih asik ribut, Sonya beranjak kembali ke bar stoolnya, mereka bahkan tidak sadar Sonya sudah tidak di sana lagi...


Dasar para pria... Semuanya bodoh.... Egois... Nyebelin...!!!


Sonya kembali meminum red winenya, dan setelah Sonya mendekati mabuk kedua pria itu baru sadar dan bersamaan menghampiri Sonya.


“Aku antar kau pulang ya Nyaaa...” kata Ryo bersiap membopong Sonya, tapi tangan Owen menepis tangan Ryo.


“Kaya tahu rumahnya saja kau... Sudah biar aku saja yang antar...!” Owen bersiap membopong Sonya tapi tangan Ryo menepisnya.


“Stop...! Kalian..., berdua..., ribhuut..., sekali...” seru Sonya dengan suara pelo akibat mabuk.


“Aku... pulang sen.. diri...” lanjutnya sambil berdiri, tapi langkahnya gontai, Ryo langsung meletakkan tangan kanan Sonya ke atas bahunya, sementara tangan kirinya di bahu Owen, mereka menahan badan Sonya agar tidak jatuh.


“Jauhkan tangan kalian dari istriku...!!!!!” raung Alex dengan suara menggelegar.