Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Aku Akan Membantumu


Dengan kedua tangan yang mengepal di kedua sisinya, Alex berbalik menghadap Oma yang sedang menatapnya dengan sebelah alis yang dinaikkan, seolah-olah menantang Alex.


"Aku bersedia mengakuimu sebagai nenekku dengan satu syarat... Kau harus mengizinkanku tinggal di mansionmu ini...!!" seru Alex.


Oma mengangkat bahunya, "Tidak masalah kau tidak mengakuiku sebagai nenek... Aku sudah memiliki Sonya sekarang... Dia lebih manis dan penurut darimu..." sahutnya acuh.


"Tapi aku cucu kandungmu bukan dia...!" geram Alex.


"Tidak masalah sekalipun tidak ada ikatan darah diantara kami... Selama Sonya sanggup mengasihi aku layaknya nenek kandungnya sendiri..." balas Oma dengan keras kepala.


Alex kembali jalan mondar-mandir sambil memikirkan sesuatu,


"Aku akan membawanya kembali ke Indonesia... Baik itu dia setuju atau tidak...!" seru Alex dengan nada kesal.


"Aku tidak akan diam saja melihatmu membawanya pergi begitu saja...!! Tidak selama itu di luar kemauan Sonya...! Dan yang aku tahu Sonya ingin menetap di sini sampai..."


Oma terdiam lalu menutup mulutnya, ia nyaris saja keceplosan bicara sampai Sonya melahirkan.


"Sampai apa...?!" tanya Alex.


"Sampai seumur hidupnya... Dia akan cari pekerjaan baru di sini... Dan akan memulai hidup baru di sini...!" jawab Oma dengan santai.


"Tidak boleh...!!!" raung Alex, "Dia istriku...!! Aku yang lebih berhak atas dia...!!" lanjutnya dengan penuh emosi. Alex tidak bisa membayangkan harus hidup jauh dari Sonya.


Oma mendengus kesal, "Mantan istrimu... Ingat kau sudah menyia-nyiakan dia...!!" Lalu Oma mengusap-ngusap dagunya sebelum menambahkan, "Hmmm sepertinya Sonya cukup menyukai sepupumu itu..."


"Sial...!! Aku tidak akan membiarkannya...!! Dan kenapa dia lama sekali di kamar Sonya...?!!! Aku akan menyusulnya...!!" geram Alex.


Alex baru tiga langkah ketika Oma menahannya, "Jangan gila kau... Sonya bisa kabur lagi kalau kau bersikap seperti itu...!! Kau ingin Sonya aman di sini atau ditempat asing...?!!"


"Aargghhh....!!!!" teriak Alex sambil mengacak rambutnya.


"Duduk...!!" perintah Oma tapi Alex memilih mengabaikannya.


"Iisshh...! Kau mirip sekali dengan Mamamu saat ada maunya...!! Keras kepala...!! Kalau kau mau duduk aku akan membantumu mendapatkan Sonyamu kembali....!!"


Kali ini Oma mendapat perhatian penuh dari Alex, dan walaupun dengan enggan Alex duduk di sofa samping Oma, kemudian berdeham sebelum berkata, "Aku tidak butuh bantuanmu... Tapi kalau kau bersikeras ingin membantuku yaa apa boleh buat..."


Apapun akan aku lakukan selama bisa membuat Sonya kembali padaku...! Batin Alex.


"Yaaa!, siapa yang bersikeras membantumu.... Kalau kau tidak..."


"Ok baiklah... Kau bisa bantu apa...?" potong Alex dengan tidak sabar, lalu menunjuk ke lantai atas, "Dan tolong panggil cucu keponakanmu itu turun sekarang sebelum aku menghajarnya...!!"


"Aigo... Kau cemburuan sekali... Joon-Tae juga punya kamar sendiri di atas... Mungkin dia sedang ada di kamarnya sekarang..." desah Oma.


Alex bersandar pada sofa lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya, "Kau mengizinkan dia tinggal disini... Kenapa aku tidak...?!" tanya Alex dengan sebelah alis di naikkan.


"Dia sudah dari kecil menemaniku di sini... Lagipula siapa yang melarangmu tinggal di sini...? Kau bisa tinggal di sini semaumu... Hanya saja tidak untuk saat ini..."


"Kenapa...?!"


"Karena saat ini Sonya sedang tidak ingin melihatmu... Dia tidak akan turun ke lantai ini kalau kau masih berada di sini... Percayalah padaku..." ujar Oma, lalu mencondongkan sedikit tubuhnya ke Alex, "Sejujurnya aku juga berharap kalian rujuk kembali... Oleh karena itu kau harus pandai-pandai mengambil hati Sonya kembali...." bisik Oma.


"Bagaimana aku bisa membujuknya kalau Sonya sendiri tidak mau menemuiku...?!!" tanya Alex, nada skeptis dalam suaranya membuat Oma mencemoohnya.


"Belum apa-apa sudah menyerah...!" cibir Oma.


"Apa kau yakin Sonya akan membukakanmu pintu...?" tanya Oma.


"Lalu aku harus apa...? Katamu tadi dia tidak akan turun kalau ada aku di sini...!"


"Lewat balkon kamarnya..."


"Apa...?!!"


Oma mengibas tangannya, "Lupakan kalau kau tidak berani..."


"Aku akan melakukannya... Apapun akan aku lakukan selama bisa bicara dengannya..." tegas Alex penuh tekad.


"Ya sudah sekarang kau kembali saja dulu ke hotelmu... Kau bisa kembali lagi jam delapan malam nanti... Aku akan bicara pada pengawalku untuk mengizinkanmu masuk lagi malam ini... Apa kau mau meminjam salah satu mobilku...?"


Alex menggeleng, "Tidak perlu aku naik taksi saja, dan bicara tentang para pengawalmu itu... Apa mereka mengenaliku...?"


"Tentu saja mereka mengenalimu... Kau tuan muda mereka... Kau anaknya Youraku... Aku sudah menyebar fotomu pada mereka semua... Kalau tidak, mana mungkin kau bisa masuk begitu saja ke mansion ini..." jelas Oma.


Pantas saja mereka selalu membiarkanku masuk.


"Jam delapan kalau begitu..." ujar Alex sambil berdiri dan tanpa basa basi lagi langsung beranjak keluar.


Sementara itu di ruang keluarga lantai atas...


"Apa Alex masih di sini...?" tanya Sonya pada Joon-Tae.


"Sepertinya masih... Kau benar-benar tidak ingin menemuinya...?"


Sonya menggeleng, "Terima kasih tadi sudah mau membantuku..."


Sonya tadi meminta tolong Joon-Tae untuk membopongnya, dan Sonya pura-pura tidur ketika ia tahu ada Alex di dalam. Karena Sonya harus menghindari Alex. Kalau tidak Alex pasti akan terus mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ingin Sonya dengar.


"Tidak masalah... Kau seringan bulu kok..." sahut Joon-Tae sambil menyeringai lebar.


Sonya mendengus pelan, "Jangan bohong... Beratku sudah naik dua kilo jadi tidak mungkin aku seringan itu..."


"Boleh aku tanya sesuatu padamu...?"


"Apa...?"


"Kau masih mencintainya kan...? Itu makanya kau tidak berani menemuinya..." tanya Joon-Tae dengan nada lembut.


Sonya mengangkat dagunya, "Aku sudah tidak mencintainya lagi... Cintaku padanya sudah hilang..." elak Sonya.


"Aku rasa dia mencintaimu..."


"Cih, yang dia cintai itu hanya dirinya sendiri dan cinta lamanya itu... Padahal kalau sedikit saja dia memberikan hatinya padaku... Aku akan bertahan dengannya... Karena cintaku sendiri saja sebenarnya sudah cukup untuk kami berdua... Tapi apa lacur... Dia hanya menganggapku hanya pemuas nafsunya saja... Berkali-kali aku merutuki diriku sendiri ketika teringat saat-saat aku luluh di pelukannya... Saat-saat.... Yah aku jadi merasa seperti wanita penghibur..." desah Sonya lirih.


Dear Readers...


Bab ketiga yaa...


Ditunggu bab selanjutnya...


Happy Reading...😘