Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Cintaku Sudah Hilang


Alex sampai di depan mansion tempat Sonya tinggal saat ini, rumah tempat mamanya tumbuh besar, dan tempat dimana neneknya mengusir mamanya keluar dari rumahnya.


Tanpa ragu-ragu Alex berdiri di luar pagar hitam yang tinggi menjulang itu, dan ketika pagar itu terbuka, Alex sudah bersiap akan melumpuhkan pengawal-pengawal itu kalau sampai mereka tidak mengizinkan Alex masuk.


Tapi di luar dugaannya, para pengawal itu jusru membungkuk hormat padanya, "Doryeonim...!" seru mereka serentak.


Sambil menaikkan sebelah alisnya dengan bingung, Alex menatap para pengawal itu sebelum akhirnya bergegas masuk melewati mereka, kemudian menaiki undakan ke rumah utama.


Riuh pesta sudah mulai terdengar, dan Alex bertanya-tanya pesta apa ini? Terdengar dentingan piano yang memainkan lagu dansa mengalun merdu memenuhi mansion mewah ini.


Alex mengedarkan pandangannya ke setiap sudut mansion, mencari-cari sosok wanita yang teramat sangat ia rindukan. Dan akhirnya ia tahu ini adalah pesta ulang tahun neneknya. Lalu matanya menangkap sosok neneknya yang sedang tersenyum lembut ke arah pasangan-pasangan dansa, Alex mengikuti arah pandangan neneknya itu, dan nafasnya langsung tercekat.


Wanita itu ada di sana, sedang berdansa dengan pria yang di Milan itu, pria yang Alex lihat dari foto-foto yang di berikan Hardhan. Tangan Alex mengepal di kedua sisinya, amarah dan kecemburuan sudah berkecamuk menjadi satu di dadanya.


Dan entah apa yang di katakan pria itu hingga membuat Sonya tertawa geli, tawa yang selama ini hanya terlihat di dalam mimpi Alex saja, tawa yang sangat Alex rindukan.


Bisa-bisanya dia tertawa dengan pria lain di saat aku sedang menderita seperti ini... Disaat aku setengah mati mencari keberadaannya... Setengah mati mengkhawatirkannya... Dan setengah mati merindukannya...!!


Seketika api cemburu kembali membara, apalagi melihat cara Sonya berpakaian, yang lebih banyak menampilkan kulit telanjangnya terutama di bagian dadanya.


Astaga... Wanita bar-barku membiarkan buah dadanya yang indah itu di lihat semua orang...!! Terutama pria yang sedang berdansa dengannya itu...!!


Alex melihat pria itu sesekali mencuri pandang ke arah buah dada Sonya. Ingin rasanya Alex menghambur ke arah mereka dan menghajar habis-habisan pria itu. Tapi Alex berusaha kuat mengendalikan dirinya, ia tidak mau di lempar keluar oleh para pengawal neneknya karena sudah membuat keributan di pestanya.



Joon-Tae dan Sonya saat berdansa.


Alex memandang tajam pria itu, dan bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu? Kenapa bisa sedekat itu dengan Sonya? Apa pria itu yang sudah membawa Sonya ke Seoul?


Dan ketika alunan piano terhenti, Alex melihat mereka jalan bersisian menghampiri neneknya, dengan segera Alex bergegas mendekat.


"Boleh aku berdansa denganmu...?" tanyanya pada Sonya, terlihat punggung Sonya seketika menegang saat mendengar suara Alex. Langkahnya terhenti sebentar sebelum kembali melanjutkan langkahnya, tanpa berpaling sedikitpun ke Alex, membuat Alex semakin marah.


"Kamu harus berdansa denganku kalau tidak mau ada keributan di pesta ulang tahun Omamu ini...!" desis Alex dengan nada mengancam.


"Astaga... Dia Omamu Lex...!" seru Sonya dengan nada dongkol sambil balik badan ke Alex, dan mata mereka terkunci, Sonya sempat terperangah melihat Alex sebelum akhirnya kembali menunjukkan wajah galaknya.


"Berdansalah denganku..." pinta Alex dengan suara yang terdengar lembut, mengingat amarah yang sedang ia tahan saat ini.


"Kau tidak harus menerima ajakannya kalau kau tidak menginginkannya sweet baby..." celetuk pria itu.


Pandangam mata Alex beralih ke pria itu sambil menyipit dengan sorot kesal. Sweet baby...? pria itu memanggil wanita bar-barku sweet baby...?


"Lebih tepatnya mantan istri..." balas pria itu dengan nada mengejek.


Tangan Alex sudah mengepal lagi, dan ia sudah bersiap maju tapi Sonya langsung berdiri di antara mereka, bertepatan dengan pianis yang memainkan lagu Your Song yang di populerkan oleh penyanyi Ellie Goulding.


Sonya langsung menarik tangan Alex dan membawanya bergabung dengan pasangan dansa lainnya, lalu Sonya mengangkat dagunya dan menatap tajam Alex, "Kamu mau dansa denganku kan...? Ayo lakukan sekarang... Tapi setelah ini aku harap kamu segera pergi dari sini!!" desis Sonya pelan.


Alex langsung melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Sonya, lalu menarik Sonya merapat padanya, membuat Sonya memekik pelan, "Bu... Bukan seperti ini dansanya Lex...!!"


Alex mulai memimpin gerakannya, melakukan gerakan step touch mengikuti ketukan musik, dan Sonya mau tidak mau harus menyeimbangkan gerakan Alex, kedua tangan Sonya terlihat kaku di kedua sisinya.


Alex sedikit membungkuk, lalu berbisik di telinga Sonya, "Kamu takut memelukku karena kamu takut tidak dapat melepasku... Iya kan...?" pancing Alex, dan Sonya mengabaikannya, Sonya tidak mau terpancing.


"Pengecut..." bisik Alex dengan suara serak.


Akhirnya mata Sonya tertuju juga padanya, "Siapa yang pengecut...?! Aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa untukmu... Jadi mana mungkin aku tidak bisa melepaskan pelukanmu...! Kau akan sangat kecewa nanti saat aku melepasmu dengan mudah..." sanggah Sonya.


Alex menyunggingkan senyum terbaiknya, berusaha memikat Sonya kembali, "Buktikan kalau begitu... Jangan hanya sekedar omong kosong saja... Ah aku jadi teringat dengan perkataan seseorang saat di pulau X... Apa persisnya yaa hmmm...?" Alex terdiam berpura-pura sedang memikirkan sesuatu, lalu menatap lekat-lekat mata Sonya,


"Bicara tanpa bukti adalah omong kosong Lex... Kau ingat perkataanmu itu Son...?" lanjut Alex.


Sonya langsung teringat saat di pulau X itu, ia menantang Alex untuk menciumnya, dan sekarang Alex membalik tantangan itu padanya.


"Baiklah... Aku akan membuktikannya kalau itu bisa membuatmu berhenti menggangguku. Dan aku ingatkan sekali lagi, jangan kecewa dengan hasilnya." balas Sonya mengulang jawaban Alex saat di pulau itu.


Sonya langsung menyatukan kedua lengannya di belakang leher Alex, dan bersama mereka bergerak seirama dengan lantunan lagu itu.


"Aku tidak pernah melihatmu sefeminim ini Son... Apa kami sengaja berhias secantik ini hanya untuk pria yang tadi dansa denganmu itu...?" tanya Alex tidak dapat menutupi nada cemburunya.


"Kalau iya pun itu bukan urusanmu..." Jawab Sonya sekenanya.


"Aku merindukanmu Son..." bisik Alex, Sonya memejamkan kedua matanya, berusaha tidak menghiraukan pengakuan Alex itu.


"Apa kamu masih mencintaiku Son...?" tanya Alex lagi setelah lama hening.


"Cintaku sudah hilang Lex... Kamu sendirilah yang membuatnya hilang..." jawab Sonya berusaha terdengar santai, ia tidak ingin Alex tahu jantung Sonya yang sekarang sedang berdegup kencang, sejak Sonya melingkarkan lengannya di leher Alex, dan tubuh mereka hanya terpisah berapa inci saja.


"Apa kau tidak ingin mencoba mencintaiku lagi...?" tanya Alex dengan nada kecewa.


"Ohh... Aku akan mencoba memanahmu lagi seperti cupid... Tapi bukan untuk memanah hatimu... Kepalamu lah yang menjadi targetku sekarang...!!" rutuk Sonya.