Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Perceraian


Cinta tidak akan pernah diketahui dalamnya, sampai kita merasakan detik-detik perpisahan. Setidaknya itulah yang sedang di rasakan Sonya saat ini, ketika ia dan Alex menunggu detik-detik hakim mengetuk palu dan mengesahkan perceraian mereka, Sonya merasakan ternyata cintanya pada Alex lebih dalam lagi dari yang ia bayangkan.


Dan perceraian itu sendiri sama menyakitkannya dengan kematian... Tapi akan lebih buruk lagi jika tetap bertahan di dalam pernikahan yang tidak sehat...


Tapi tetap saja ketika Sonya dan Alex duduk bersisian di depan hakim, yang sedang membacakan putusan perceraian mereka... Hati kecil Sonya selalu bertanya-tanya, "Apakah ini yang aku inginkan... Kenapa aku lelah untuk memperjuangkannya...? Dan kenapa Alex bersedia melepaskannya...? Inikah akhir kisah cintaku dengannya...? Inikah akhir dari aku mengejar cintanya...?"


Semoga suatu saat nanti kamu merasakan apa yang sedang aku rasakan saat ini Lex... Sakit hatiku tidak akan pernah sembuh jika aku masih bersamamu...


Dan untuk kesekian kalinya Sonya menghela nafas panjang, menahannya sebentar sebelum akhirnya menghembuskannya kembali. Begitu seterusnya ia lakukan untuk menenangkan dirinya. Meski begitu tetap saja tenggorokannya terasa sakit, hidungnya terasa mampat dan matanya pedih karena menahan air mata.


Aku harus kuat... Aku harus bertahan... Aku tidak boleh terlihat lemah... Ini sudah menjadi keputusanku... Tapi Sial...!! Kenapa hatiku masih terasa sakit... Aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit ini...


Sambil memainkan kuku jarinya Sonya melirik Alex, ia nampak serius mendengarkan hakim dengan raut wajah dingin dan tidak terbaca.


Tuhan... Kenapa Alex bisa setenang itu...? Tidak adakah rasa kehilangan diriku di hatinya...? Tidakah ia merasakan kesedihan yang sama dengan yang sedang aku rasakan saat ini...? Kenapa hanya aku yang berjuang...? Kenapa hanya aku yang merasakan kesakitan ini...?


Ingin rasanya Sonya berteriak saat itu juga untuk membatalkan tuntutan perceraiannya, tapi semuanya sudah terjadi dan tidak mungkin bisa kembali lagi. Sonya hanya berharap suatu saat nanti Alex akan mengerti, kenapa Sonya lebih memilih meninggalkannya daripada terus menanti sesuatu yang tidak pasti.


Dear God... I need you more than ever... Please bring peace to my confusion, joy to my sadness, and hope to my hearth...


Sampai akhirnya hakim mengetuk palu, dan sah lah perceraian mereka dengan talak satu. Nafas Sonya tercekat dan ia langsung memejamkan matanya, berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menitikkan air mata, setidaknya tidak saat ini, dan tidak di tempat ini.


Setelah merasa sudah lebih tenang Sonya kembali membuka matanya dan mendapati Alex yang sudah berdiri menjulang di depannya, sambil tersenyum manis ia mengulurkan tangannya ke Sonya untuk membantu Sonya bangun dari kursinya.


Bagaimana bisa aku melupakanmu... Jika senyummu itu saja sudah membawa kenangan yang tak kan bisa ku lupa...


Sambil mencoba untuk tersenyum Sonya menerima uluran tangan Alex, dan beranjak berdiri. Alex langsung membawa Sonya ke dalam pelukannya, mengabaikan Sonya yang memberontak ingin melepaskan diri.


"Ssstt... Biarkan aku memelukmu sebentar saja... Untuk yang terakhir kalinya..." bisik Alex dengan suara serak.


Dan ketika Sonya sudah berubah tenang di dalam pelukannya, Alex menjauhkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat Sonya,


"Melepaskanmu bukanlah pilihan yang terbaik... Tapi mempertahankanmu justru akan membuatmu terluka semakin dalam... Sejujurnya aku lebih suka melihat kau yang galak dan jutek, daripada harus melihatmu terluka dan bersedih... Melihatmu bahagia adalah kebahagiaanku... Meskipun kebahagiaanmu tanpa bersamaku...." lanjut Alex kemudian mengecup kening Sonya dan langsung balik badan melangkah keluar dari ruang sidang itu.


Sebagian kebahagiaanku itu karenamu Lex... Sebagian tawaku juga karenamu... Tapi sekarang... Aku hancur juga karenamu...


Tuhan.... Hatiku hancur... Benar-benar hancur... Hatiku tidak akan pernah sama lagi... Meski aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja...


Kei menepuk pundak Sonya dan langsung membawa Sonya ke dalam pelukannya, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya mengalir deras, tangisnya pecah di dalam pelukan sahabatnya itu, punggungnya bergetar karena isakannya.


"Berakhir sudah Kei... Berakhir sudah hubunganku dengannya... Seharusnya aku senang... Iya kan Kei...? Seharusnya aku bahagia sudah terlepas dari pria dingin dan kaku itu kan...? Tapi kenapa hatiku sakit Kei... Hatiku hancur..." isak Sonya.


"Sabar sayang... Sakit yang kau rasakan ini berangsur juga akan menghilang, terutama setelah kamu menemukan pria lain yang jauh lebih baik darinya... Kamu harus percaya itu... Karena aku yang sudah mengalaminya sendiri..." Kei menenangkan Sonya sambil menepuk-nepuk punggungnya.


"Aku takut aku tidak bisa membuka hatiku untuk yang lain Kei... Aku takut akan terus mengingatnya seumur hidupku... Aku takut tidak bisa menghilangkan perasaanku padanya... Aku takut Kei... Apa aku salah karena sudah mengajukan gugatan cerai ini Kei... Apa aku yang salah karena kurang sabar menghadapinya...?"


"Sstt... Jika kesabaran tidak cukup untuk menyadarkan Alex, mungkin kehilangan baru akan menyadarkannya... Kita tunggu saja yaa... Aku selalu berdoa semoga keadaan menjadi berbalik, Alex yang akan berjuang mengejar cintamu nanti... Dan ketika saat itu tiba... Aku akan menggantungmu kalau kau langsung kembali begitu saja padanya...!! Biarkan dia berjuang keras dulu untuk mendapatkanmu kembali... Biarkan dia nangis-nangis dan memelas dulu... Untuk mengganti air matamu yang sudah tertumpah karena ulahnya itu...!" ujar Kei penuh semangat.


Punggung Sonya kembali bergetar, kali ini bukan karena isakan tangisnya tapi karena tertawa pelan, Sonya menjauhkan sedikit tubuhnya dari Kei, lalu menatap lekat-lekat wajah sahabat terbaiknya itu.


"Aku bersyukur ada kamu di sini Kei... Maaf aku sudah merepotkanmu... Seharusnya kamu istirahat saja usai bersalin tidak perlu repot-repot hadir..."


"Oh aku harus hadir... Disaat tergelap hidupku kamu selalu ada untukku Nyaa... Sekarang tiba saatnya aku berlaku sama padamu..."


"Rasanya mustahil Kei Alex akan mengharapkanku kembali... Cintanya pada Rara begitu besar sampai menghilangkan akal sehat Alex... Sudahlah mulai saat ini lebih baik aku menata hatiku kembali... Dan menyambut hidup baruku sebagai seorang janda" desah Sonya lirih lalu tertawa getir,


"Astaga... Kenapa nasib kita berdua sama yaa Kei... Merasakan hidup sebagai janda karena pria-pria berengsek..." gumam Sonya.


Kei tertawa lebar, lalu menggandeng Sonya keluar dari ruang sidang itu, "Dimana Hardhan... Kamu tidak datang sendiri kesini kan Kei...?" tanya Sonya.


"Tadi sih dia duduk di sana... Mungkin sekarang sedang bersama Alex... Semoga saja raksasaku itu meninju hidung Alex sampai patah...!!" geram Kei kesal.