Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Gugatan Cerai


Mata Alex tidak pernah lepas dari Sonya, ia sengaja makan siang di rooftop setiap hari hanya supaya bisa melihat Sonya. Alex lumayan lega sekarang Sonya sudah memiliki beberapa teman di kantin ini, ada positifnya juga Alex menjauh darinya.


"Kenapa kau terus menyiksa diri seperti ini Lex? Sudah tarik saja dia dan bawa ke tempat tidurmu... Dan katakan kau merindukannya... Supaya wajahmu itu tidak seperti orang yang sedang pup!" seru Grizelle sebelum meminum Americanonya.


"Tidak El... Selama aku masih bisa memandangnya saja itu sudah cukup... Sudah lama sekali aku tidak melihatnya seceria itu... Dia nyaris seperti pertama kali aku bertemu dengannya..." sahut Alex.


"Apa surat ini juga tidak akan membuatmu berubah pendirian?" tanya Grizelle sambil menyerahkan selembar surat ke depan Alex.


Alex terkesiap, dan bola matanya seperti meloncat keluar ketika ia membaca isi surat itu, Panggilan sidang perceraian dan langsung pembacaan putusan.


"Sial!! Pasti ada andil Hardhan di balik semua ini!!" geram Alex sambil meremas surat itu dengan tangan kanannya, matanya menyipit menatap punggung Sonya.


Kau benar-benar ingin pisah dariku yaa?!!


"Tapi kami hanya menikah siri... Kenapa dia bisa mengajukan perceraian ke pengadilan?" gumam Alex.


"Sonya mengajukan Isbat Cerai... Permohonan pengesahan pernikahan sekaligus permohonan perceraian... Supaya kalian sah bercerai secara hukum, dan kau tidak bisa menggugatnya kalau Sonya menikah lagi dengan pria lain..." jelas Grizelle.


Bagaimana orang suruhanku bisa tidak tahu Sonya mengajukan gugatan cerai? Hardhan!!! Ini pasti ulahmu kan?!!!


Membayangkan Sonya bersanding dengan pria lain membuat darahnya mendidih, kedua tangannya mengepal, dan ia menggeram kesal.


Coba saja rebut Sonya dariku... Aku akan membuat hidup pria itu seperti hidup segan matipun tak mau!!!


Grizelle mencondongkan tubuhnya ke depan, "Dengar-dengar... Sonya di mutasi Hardhan ke Milan... Apa itu benar Lex?" tanya Grizelle setengah berbisik.


"Mutasi ke Milan?" ulang Alex, matanya membelalak lebar penuh amarah, kalau mata Alex bisa mengeluarkan api, mungkin saat ini punggung Sonya sudah terbakar.


Grizelle duduk tegak lagi di kursinya, "Ups!! Aku keceplosan... Kau belum mengetahuinya yaa?" serunya sambil menutup mulutnya dengan di dramatisir.


"Kau dapat info darimana?" desis Alex dari sela-sela giginya.


"Hei... Aku mata-matamu dan Hardhan... Apa kau lupa? Mudah bagiku mendapat info apapun..." balas Grizelle sambil menyeringai lebar, ia merasa senang bisa menggoda Alex, pria dingin dan kaku yang sudah berkali-kali menolaknya itu.


Alex mengalihkan perhatiannya ke Grizelle, "Jangan bilang kau sudah membocorkan masalahku pada Hardhan!" geramnya.


Kedua tangan Grizelle menekan dadanya, seolah-olah menekan hatinya yang terluka, "Kau menyakitiku Lex... Tentu saja aku tidak akan pernah membocorkannya ke Hardhan..."


Alex mendengus pelan, "Jauhkan drama amatiranmu itu dariku..." cibirnya sambil berdiri lalu membungkuk mendekari telinga Grizelle, "Tolong perintahkan wanita sialan itu ke ruanganku setelah selesai makan siang..." perintah Alex.


Bibir Grizelle nyaris menyentuh bibir Alex ketika tiba-tiba ia memalingkan wajahnya ke Alex, "Tetap seperti ini dan jangan bergerak... Kalau kau ingin melihat Sonya masih memiliki perasaan padamu atau tidak... Dia pasti akan marah dan cemburu kalau dia masih menyimpan rasa padamu..."


"Astaga... Apakah mereka berciuman?!!" pekik Vea sambil menunjuk ke arah Alex dan Grizelle.


Sonya yang awalnya tidak ingin melihat interaksi mereka berdua, secara reflek langsung memutar badannya ke arah Alex dan Grizelle. Hawa panas langsung terasa di seluruh tubuhnya, tangannya bergetar karena menahan amarahnya.


Sial kau Jailangkung kutub!!! Hakim belum ketuk palu saja kau sudah berani mencium wanita lain!! Di depan umum lagi!! Dan ada aku di dekatnya!!!


"Ya Tuhan.... Mereka ciuman di depan karyawan!!" lanjut Evi


Sonya langsung mengalihkan lagi perhatiannya ke makanannya, walaupun sekarang selera makannya sudah hilang.


"Gila mereka berdua... Bucinnya tidak kira-kira!! Tidak kasihan apa sama kita para jomblo!" seru Sasa.


Sonya menghirup dan membuang nafas dalam-dalam, mencoba menenangi dirinya.


"Sonya... Alex memintamu menghadapnya setelah makan siang... Dan bawa berkas laporan kerjasama dengan Damanik Corp..." seru Grizelle dengan suara serak-serak basah, tipe suara wanita penggoda, wanita yang penuh gairah.


Atau sekretaris sialan ini masih bergairah dengan ciumannya bersama Alex tadi?


"Ok..." jawab Sonya sekenanya tanpa melihat Grizelle, dan menahan suaranya agar tetap terdengar santai.


Grizelle memutar kedua bola matanya sebelum balik badan sambil mengibas rambutnya ke belakang dengan gaya yang anggun.


"Gila bodynya goal boo..." gumam Vea.


"Depan belakang maju yaa..." timpal Sasa.


"Yoi... Siapa yang tidak akan tertarik dengan body seperti gitar Spanyol itu... Belum lagi tadi suaranya yang terdengar seperti mendesah-desah gitu..." lanjut Sasa yang di sambut dengan cekikikan yang lain, kecuali Sonya.


"Aku turun duluan ya... Mau meyiapkan berkas-berkas..." seru Sonya sambil berdiri dan meninggalkan mereka.


"Nanti malam jadi kan?" tanya Vea sambil teriak.


"Iyaa..." jawab Sonya.


Tadi mereka mengajak Sonya clubing nanti malam, awalnya Sonya malas-malasan, tapi sekarang ia bersyukur teman-temannya itu mengajaknya clubing. Lumayan ada teman minum di saat seperti ini.


Setelah berkas-berkas yang di minta Alex sudah berada di tangan Sonya, ia langsung ke ruangan Alex, setelah tiga kali mengetuk pintu ruang kerja Alex pun terbuka, tentu saja sekretarisnya yang membukanya.


"Ini berkas laporannya..." seru Sonya sambil menyodorkan berkas itu ke Grizele.


"Silahkan masuk dan serahkan sendiri ke Alex, saya ada urusan lain..." sahut Grizelle dan langsung pergi sebelum Sonya menolak masuk dan bertemu Alex langsung.


Setelah menarik nafas dan menguatkan dirinya, Sonya beranjak masuk, dan Alex nampak memandangnya dengan tatapan tajam.


"Siang Pak Alex... Ini berkas laporan kerjasama kita dengan Damanik Corp..." seru Sonya sambil meletakkan berkas itu di atas meja Alex, matanya tidak ingin berlama-lama menatap Alex.


"Saya permisi dulu..." lanjut Sonya setelah tidak ada sepatah kata pun dari Alex.


"Kau sudah tidak sabar ingin menikah lagi rupanya yaa?" desis Alex kesal.


"Ma...Maksudnya?" tanya Sonya.


Alex mengangkat lembar gugatan cerai itu di tangan kanannya, "Jadi minggu depan kita resmi bercerai?"


"Oh... Iya..." jawab Sonya malas-malasan.


Alex berdiri dari kursinya kemudian menyandarkan pinggulnya setengah duduk pada tepian meja kerjanya, dan melipat kedua tangannya di dadanya, "Siapa yang akan kau nikahi? Ryo? Owen?" tanyanya dengan nada mengejek.


"Siapapun yang akan aku nikahi nanti itu bukan urusanmu... Yang pasti pria itu bersedia memiliki anak dariku... Dan bukan hanya menganggapku sekedar pemuas nafsunya saja..." jawab Sonya.


Kedua mata Alex berkilat-kilat karena amarah, bibirnya membentuk garis tipis, dan nafasnya memburu, "Apa kau pikir aku akan mengizinkanmu menikah lagi?" desis Alex dari sela-sela giginya.


Sonya mengangkat bahunya dengan tidak acuh, "Aku tidak butuh izinmu... Ingat minggu depan kau bukan lagi suamiku!"