Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Apa Alasannya?


Sonya membawa masuk mobil tuanya ke rumah mewah Hardhan, setelah memindahkan persneling ke parking dan menarik tuas rem tangannya, Sonya bergegas turun, dan langsung masuk ke dalam rumah. Sonya tidak peduli kalau besar kemungkinan ia bertemu dengan Talita di dalam, Sonya hanya ingin bicara dengan Kei dan Hardhan.


"Dimana Boss dan Kei Bi?" tanya Sonya pada Bi Ijah.


"Tuan Hardhan dan Nona Kei sedang jalan sore di taman belakang Nona Sonya..." jawabnya, ibu jarinya menunjuk ke arah taman dengan sopan.


"Terima kasih Bi..." ucap Sonya sambil tersenyum, kemudian beranjak ke taman belakang.


Sonya melihat Hardhan yang sedang merangkul dan membimbing Kei menyusuri taman yang di penuhi dengan aneka tanaman hias itu, mereka jalan ke arah gazebo yang terletak di sebelah kolam renang. Sambil berbincang yang sesekali di selingi dengan tawa.


Kehidupan rumah tangga seperti itu lah yang selalu Sonya impikan, tapi apa daya jika ekspektasinya tidak sesuai dengan realita.


"Astaga Sonya... Kamu terlihat kacau sekali..." pekik Kei ketika melihat Sonya menghampirinya.


Kei langsung merentangkan tangannya lebar-lebar, membiarkan Sonya berlari dan memeluknya, walaupun tidak bisa memeluk sepenuhnya karena perut Kei yang membuncit.


Sonya tadi sudah bertekad tidak akan mengeluarkan air mata di depan sahabatnya ini, apalagi ada bossnya juga di sana. Tapi rasanya nyaman sekali ketika ada sahabat yang bisa membuatnya mencurahkan segala isi hati nya, dan tangis Sonya pun pecah.


Kei dan Hardhan saling bertukar pandang dengan tatapan bingung dan bertanya-tanya.


"Kita duduk dulu yaa sayang..." seru Kei sambil menuntun Sonya ke kursi yang ada di Gazebo itu, Hardhan mengekor di belakang mereka.


Sonya memandang bergantian dari Kei ke Hardhan, "Tolong jangan bilang Alex kalau aku ke sini..." pintanya pada mereka.


"Ada masalah apa dengan kalian?" tanya Hardhan dengan sebelah alisnya yang terangkat tinggi.


Sonya menunduk dan memainkan kuku jarinya, "Aku... Aku ingin mengajukan gugatan cerai ke Alex boss..." jawab Sonya tidak berani menatap wajah Hardhan, dan tidak ingin melihat reaksi bossnya itu.


"Cerai?" tanya Hardhan dan Kei secara bersamaan.


Sonya mengangguk, "Selama ini aku sudah mencoba bertahan dan bersabar dengan sikapnya... Tapi sekarang aku sudah lelah... Aku menyerah..." desah Sonya lirih.


Hardhan langsung menarik kursi ke depan Sonya dan langsung duduk di kursi itu.


"Ada masalah apa? Ceritakan padaku... Tidak perlu formalitas, sebut saja namaku kau adik iparku sekarang..." ujar Hardhan.


"Sebentar lagi aku bukan adik iparmu lagi... Kamu lupa aku ingin menceraikan Alex..."


Hardhan mengangkat bahunya dengan tidak acuh, "Tidak pengaruh... Kau sudah aku anggap sebagai adikku... Sekarang cepat ceritakan sebelum aku mengebiri suamimu itu!!" tegas Hardhan membuat Sonya memekik.


"Ya Tuhan... Untuk apa mengebirinya?" tanya Sonya sambil meringis ngeri.


"Untuk alasan apapun yang menyebabkanmu sampai ingin bercerai dengannya... Aku tahu kau wanita tangguh Sonya, kau tidak mudah menyerah... Astaga aku bahkan tidak bisa melupakan saat kau menggila di pesta kantorku hanya untuk menyelamatkan Kei dari amarahku saat itu... Jadi kalau sampai Alex membuatmu sefrustasi ini, berarti masalahnya sudah kelewat batas... Iya kan?"


"Tapi aku juga salah... Sedari awal Alex sudah melarangku untuk tidak jatuh cinta padanya... Tapi hati kan tidak bisa memilih siapa yang akan ia cintai... Dan aku tidak bisa mencegah diriku sendiri untuk tidak mencintainya, dan Alex menjadi marah karenanya..."


"Tunggu... Kenapa Alex melarangmu jatuh cinta padanya?" tanya Hardhan, Kei langsung menggenggam tangan Sonya, gerakan yang tak luput dari mata Hardhan.


Hardhan memandang bergantian dari Sonya ke istrinya lalu kembali lagi ke Sonya, Hardhan kembali menaikkan sebelah alisnya sebelum kembali bertanya, "Apa hanya aku saja di sini yang tidak tahu permasalahannya?" tanya Hardhan pada Sonya kemudian mengalihkan pandangannya ke Kei "Kau mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui sayang?" tanyanya.


Hardhan menyandarkan punggungnnya ke kursi sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, "Sebenarnya apa masalahmu sampai istriku merahasiakannya dariku... Asal kau tahu Sonya aku dan Kei sudah sepakat untuk tidak merahasiakan apapun..."


Kei mendengus pelan, "Kamu merahasiakan pernikahan Sonya dan Alex dariku..." celetuk Kei.


"Apa kau dendam sayang?" tanya Hardhan, melihat wajah Kei yang memberengut membuatnya menghela nafas pasrah, "Oh baiklah kali ini kau aku maafkan... Sekarang Sonya... Cepat ceritakan apa masalahmu dengan Alex... Dan kenapa dia bisa melarangmu jatuh cinta padanya?"


"Karena Alex tidak akan pernah bisa membalas cintaku..." jawab Sonya singkat.


Hardhan berharap demi rasa penasarannya yang sudah memuncak, agar Sonya tidak hanya menjawab pertanyaannya secara singkat seperti itu.


"Dan apa alasannya? Demi Tuhan Sonya... Ceritakan seluruhnya jangan hanya sepotong-sepotong, kau ingin membuatku mati penasaran yaa?!" seru Hardhan dengan tidak sabar, lalu menyipitkan matanya, "Apa ini tentang Talita?"


Sonya menggeleng, "Bukan..." lalu melihat Kei dan Kei mengangguk, memberikan dukungan pada Sonya untuk menceritakan masalah Anindira pada Hardhan.


"Astaga... Ada apa sih dengan kalian berdua?!"


"Alex dan Anindira saling mencintai..." hanya itu yang di katakan Sonya, kegugupan mulai mengusiknya, ia menunggu terlebih dahulu reaksi Hardhan sebelum melanjutkan ceritanya.


"Anindira... Maksudmu Rara adikku?" tanya Hardhan dan Sonya mengangguk, lalu memejamkan matanya, menunggu amarah Hardhan yang mungkin saja akan langsung meledak saat itu juga.


Merasa hening dan Kei tetap menepuk-nepuk punggung tangannya, Sonya langsung membuka lagi matanya, dan melihat kening Hardhan yang mengkerut dengan kedua alis tebalnya yang nyaris menyatu itu seperti sedang memikirkan sesuatu yang menyangkut hidup matinya.


"Tuhan... Jadi itu alasannya kenapa Alex jadi berubah sedrastis itu..." gumam Hardhan, "Ya Tuhan... Kenapa aku tidak kepikiran ke arah sana? Aku tahu Alex sangat terpukul dengan kepergian Rara... Sampai ia harus meninggalkan kenyamanan rumah ini dan memilih hidup mandiri... Itu karena terlalu banyak kenangannya dengan Rara di rumah ini... Tapi kenapa Alex tidak permah berterus terang padaku?"


"Mungkin Alex takut kamu akan memarahinya... Dan tolong jangan beritahu Alex kalau kamu sudah mengetahuinya... Alex sudah berniat memberitahumu saat waktunya tepat..." pinta Sonya.


"Apa aku terlihat sepicik itu sampai harus melarangnya mencintai adikku? Jadi itu masalah di antara kalian berdua? Atau ada yang lain lagi?"


Sonya menceritakan semua masalahnya sampai ke pil Kb dan Sonya yang hanya dianggap sebagai pemuas nafsunya saja, Kei memekik berkali-kali, dan Hardhan juga sesekali menghembuskan nafas kesal.


"Ya Tuhan... Aku tidak menyangka Alex akan sekejam itu..." seru Kei lalu memeluk Sonya, "Oh dear... Aku tahu seperti apa rasanya tidak di hargai, tapi oleh seseorang yang kamu cintai... Tidak terbayangkan bagaimana hancurnya perasaanmu Nyaaa..." air mata Kei jatuh ke pipinya, kisah memilukan Sonya dan hormon kehamilannya, membuat Kei terlihat lebih sedih lagi dari Sonya.


"Aku akan membunuhnya!!" geram Hardhan.


"Jangan!!" pekik Sonya.


Hardhan melihat Sonya yang menghapus air matanya, lalu ke Kei yang juga sedang menghapus air matanya dengan lengannya.


"Sial!! Membunuhnya saja tidak akan cukup!!"


Dear Readers....


Bab ke-4 di hari ini yaa...


Masih mau lanjut bab selanjutnya atau jangan nih?😁


Happy Reading and Happy Satnight...😘