Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Cincin


"Tidak ada satupun wanita yang aku cintai selain Anindira!!! Dan tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!! Kamu milikku!!! Aku akan menunjukkan bukti kepemilikanku!" raung Alex sebelum mencium bibir Sonya dengan kasar.


Anindira? Wanita itu Anindira?


Sonya memberontak dibawah Alex, tapi tenaga Alex terlalu kuat, Alex menyatukan tangan Sonya dan menahannya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menaikkan rok Sonya dan merobek celana dalamnya, kemudian menurunkan celananya sendiri.


Sonya menggerakkan wajahnya berusaha lepas dari ciuman Alex, "Lex!! Jangan Lex!! Aku tidak mau... Arrgghh!!" jerit Sonya.


Astaga Tuhan.... Ini sakit sekali... rintih Sonya dalam hati.


Alex yang seperti orang kesetanan itu dengan kasar menyatukan dirinya, kemudian tertawa sinis, "Kamu milikku Son... Ahhh kau milikku!! erangnya, sambil terus bergerak dengan kasar.


Dia terus melakukannya dan mengerang penuh kenikmatan, tanpa peduli Sonya yang merasa tidak nyaman, dan sakit.


Sonya memalingkan wajahnya, ia benci Alex yang seperti ini, matanya mulai berkaca-kaca, Sonya sekuat tenaga menahan air matanya itu untuk tidak mengalir turun.


Dan saat Alex sudah selesai dengannya, lalu menjatuhkan diri di sebelahnya, Sonya langsung memunggungi Alex, dan menepis tangan Alex saat ingin memeluknya.


Akhirnya Alex hanya bisa terlentang dengan kedua tangan dikaitkan dibelakang kepalanya. "Kau marah? Itulah hukumannya kalau kau berani memikirkan ingin hidup dengan pria lain..."


Sonya mengabaikan Alex, air mata yang sedari tadi di tahannya kini tidak terbendung lagi, Alex mendengar isakan Sonya dan langsung memeluknya.


"Apa aku menyakitimu? Atau kau nangis karena aku tidak memuaskanmu?" tanya Alex, dan Sonya masih mengabaikannya.


Iya kamu menyakitiku... Menyakiti hatiku... Lebih baik aku bersaing dengan Talita dan wanita-wanita dikantor, daripada aku bersaing dengan orang yang sudah tiada... Perpisahan karena kematian itu lebih menyakitkan dan lebih sulit untuk melupakan... Tapi sampai kapan Alex akan mengubur masa lalunya itu?


"Sial wanita dan air matanya!!" gerutu Alex kesal.


Alex turun dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi, sementara Sonya terus menangis sampai ia tertidur.


Pengaruh minuman keras dan air mata membuat tidurnya lelap sampai pagi. Tapi Sonya terbangun dengan kepala yang teramat sangat pusing.


Inilah akibat dari kamu minum sampai mabuk... Aarrgghh pusing sekali...


Sonya masih merasakan sakit di area sensitifnya akibat perbuatan kasar Alex semalam. Dan baru kali ini Sonya bangun tanpa Alex di sampingnya.


Mata Sonya tertuju ke meja nakas di sebelahnya, ada segelas air dan obat anti nyeri, mungkin Alex menyiapkannya untuk Sonya. Dengan segera Sonya meminum obat itu, berharap rasa nyeri di kepalanya berangsur hilang.


Sambil bersandar di tempat tidur Sonya melihat ponselnya, ada beberapa miscall dari Kei, dan juga chat Kei, Sonya langsung membukanya.


"Aku tunggu di kafe hari ini yaa... Sekalian makan siang..."


Kebetulan... Ada yang mau aku keluhin tentang doktermu itu...


gumam Sonya.


"Ok..." balasnya ke Kei.


Sonya melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh, jadi tanpa buang waktu lagi Sonya langsung bergegas ke kamar mandi.


**********


"Kenapa kamu tiba-tiba pulang kemarin? Kamu bertengkar kan dengan Alex?" tanya Kei.


"Iya..." jawab Sonya singkat.


"Kenapa?" pancing Kei.


"Oh ayolah Kei... Kamu dan Boss pasti sudah melihat CCTVnya kan?" rutuk Sonya dan Kei langsung bersandar pada kursinya, tangan kanannya nampak mengelus perutnya.


"Ya aku sudah melihatnya... Dan aku nyaris menendang Icha keluar dari rumah saat itu juga, tapi Hardhan menahanku. Dan raksasaku itu benar... Yang salah bukan hanya Icha, tapi Alex juga... Aku dan Hardhan juga melihat rekaman sebelum-sebelumnya... Ternyata mereka sering seperti itu..." jelas Kei.


Sonya mengalihkan pandangannya keluar kafe, ia tidak ingin Kei melihat kesedihannya.


"Menangislah kalau kamu mau sayang... Kamu tidak perlu menahannya..." ujar Kei lembut.


"Aku sudah kenyang nangis Kei... Dan aku tidak ingin terlihat menyedihkan lagi... Aku tidak ingin membuat Jailangkung itu jadi besar kepala..."


"Alex sedang bersama Hardhan di Club The One saat ini... Hardhan ingin menegurnya..."


"Club The One?"


"Club eksklusif milik Hardhan... Jadi bagaimana?"


"Bagaimana apa?"


"Hubunganmu kedepannya dengan Alex...."


Sonya mengangkat bahunya, "Entahlah... Aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana hubungan kami nanti kedepannya... Tapi Alex sudah menegaskan melarang aku jatuh cinta padanya...." desah Sonya pelan.


"Melarangmu jatuh cinta padanya? Tapi kamu kan sudah jatuh cinta padanya Nyaa...."


"Sepertinya aku harus memendamnya Kei. Entah sampai kapan... Mungkin sampai dia melupakan mantan kekasihnya itu...."


Kei mengerutkan keningnya "Mantan kekasih? Tapi kata Hardhan Alex belum pernah pacaran sekalipun... Apa Hardhan sudah berbohong yaa?"


"Tidak ada yang tahu..., mereka pacaran diam-diam...."


"Kamu tahu siapa mantan pacarnya itu?" tanya Kei sambil mencondongkan badannya.


"Kamu harus berjanji dulu tidak akan memberitahu Hardhan..." pinta Sonya.


"Yaahh.... Tidak ada rahasia antara aku dan Hardhan Nyaaa..."


"Ya sudah aku tidak akan memberitahumu..." balas Sonya.


Lalu matanya seperti tertarik ke sosok wanita tua yang duduk di kursi seberang mejanya, wanita tua itu sedang melihat Sonya dengan kening yang berkerut.


Mengabaikan wanita tua itu, Sonya kembi menatap Kei, "Mau tahu tidak?" tanya Sonya.


"Tuhan maafkan aku kali ini saja..." Doa Kei, lalu dengan mantap mengangguk ke arah Sonya, "Aku tidak akan menceritakan ke Hardhan kalau kamu belum mengizinkan..." janji Kei.


"Anindira..." nama itu dengan mulus keluar dari mulut Sonya.


"Anindira? Rara?" tanya Kei tidak percaya dan Sonya mengangguk, "Rara adiknya Hardhan?" tanya Kei lagi.


Kei langsung memekik dan menutup mulutnya, "Ya Tuhan...."


"Tolong kamu jangan memberitahu Hardhan yaa..." pinta Sonya lagi.


Kei meremas tangan Sonya, "Iyaa... Untuk sementara aku akan merahasiakannya..." ujar Kei.


"Terima kasih..."


"Apa Alex sampai sekarang belum bisa melupakan Rara?"


Sonya mengangguk, "Semalam dengan tegas dia bilang ke aku... Kalau tidak ada satupun yang dia cintai selain Rara... Termasuk aku...." desah Sonya lirih.


"Ya Tuhan... Aku ingin menenggelamkan Jailangkungmu itu ke kutub!!" geram Kei, "Astaga... Dia memang tidak punya hati yaa...." lanjut Kei.


"Dia punya Kei... Tapi sepenuhnya sudah milik Anindira..."


"Tapi Rara sudah mati Nyaaa... Tuhan... Itu sudah bertahun-tahun yang lalu!! Dia belum move on juga?"


"Sepertinya cintanya terlalu dalam untuk Anindira... Dia memang wanita yang cantik, dan lemah lembut. Berbeda sekali denganku... Wajar kalau Alex lebih tertarik dengan Icha yang lebih mendekati Anindira... Daripada aku..."


"Maaf boleh saya mengganggu sebentar?" tanya wanita tua yang sedari tadi melihat ke Sonya.


"Oh iyaa Oma tidak apa-apa... Ada yang bisa kami bantu?" sahut Sonya.


"Kenapa cincin anak perempuan saya ada di jari manismu?" tanya Oma itu.


Sonya langsung mengerjap-ngerjapkan matanya, "Maksud Oma?" tanya Sonya bingung lalu melihat cincin kawin pemberian Alex.


"Itu cincin keluarga kami secara turun temurun..." jelas Oma itu, "Boleh saya melihatnya... Hanya sekedar memastikan saja..." lanjut Oma.