Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Pengumuman Pernikahan


Alex sampai di depan kamar Sonya, ia harus menceritakan apa yang sudah Bossnya katakan tadi. Setelah beberapa kali mengetuk pintu pun terbuka, Sonya sendiri yang membukanya, ia masih mengenakan bikini yang ia pakai tadi, dan menatap Alex sambil memberengut.


Tadi dia penuh gairah...? Kenapa sekarang jadi memberengut begitu...? Gumam Alex dalam hati.


"Kau belum mengganti baju juga?" tanya Alex dengan sebelah alis terangkat.


"Talita... ada yang menjengukmu..." teriak Sonya lalu masuk lagi ke dalam kamarnya.


"Sonya." panggil Alex tapi Sonya mengabaikannya, ia melangkah ke kamar mandi.


Ada apa sih dengan wanita itu...? Siapa yang mau menjenguk Talita...?


"Siapa...?" tanya Talita.


"Pria yang tadi kamu ceritakan..." jawab Sonya sambil menutup pintu kamar mandi dengan kencang.


"Alex... Masuk Lex." seru Talita sambil tersenyum lebar.


Alex melihat dua koper yang tergeletak di sana, lalu menghampirinya, "Yang mana koper Sonya?" tanya Alex.


"Yang itu... Ada apa Lex...?" sahut Talita sambil menunjuk koper yang di sebelah kanan Alex.


"Ada perubahan pengaturan kamar. Bilang Sonya dia pindah ke kamar tiga." jawab Alex sambil melangkah keluar kamar.


"Tunggu Lex..." cegah Talita, dan Alex langsung berhenti. "Jadi kamu ke sini bukan untuk menjengukku...?" tanyanya.


"Saya ke sini untuk memindahkan barang-barang Sonya, atas perintah Boss." jawab Alex dan kembali melanjutkan langkahnya.


Alex menuju kamarnya, dan meletakkan koper Sonya di sebelah kopernya. Masih tidak habis pikir dengan perubahan sikap Sonya. Dan kenapa Sonya bilang ke Talita kalau Alex ingin menjenguknya?


Apa Sonya masih marah dengan kejadian tadi saat Alex memberi nafas buatan untuk Talita?


Tidak berselang lama pintu kamarnya di ketuk, Alex mengintip terlebih dahulu dari lubang pintu, melihat siapa yang mengetuk dan ternyata Sonya. Wajahnya terlihat kesal, dan ia hanya mengenakan jubah mandinya. Sambil mengumpat kesal, Alex langsung membuka pintu dan menarik tangan Sonya, membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"Apa kau sudah gila keluar kamar hanya dengan mengenakan jubah mandi?" tanya Alex kesal.


"Daripada aku telanjang... Karena jelas-jelas koperku kamu bawa ke sini...!" jawab Sonya tidak kalah kesalnya. "Lagian kamu apa-apaan sih Lex...? kenapa memindahkanku ke kamarmu...? Apa kamu mau mengumumkan ke semua orang kalau kita sudah menikah...?" lanjutnya.


"Iya!" jawab Alex tanpa pikir panjang dulu.


"Kenapa...? Aku kan sudah bilang kalau sudah waktunya di umumkan baru kita umumkan..."


"Tapi Boss dan Nona Kei sudah mengetahuinya."


Sonya menyipitkan kedua matanya, menatap Alex dengan tatapan curiga, "Kamu memberitahu mereka yaa...?"


"Astaga bukan saya Sonya, Kamu pikir hanya saya orang kepercayaannya Boss? Hanya saya yang bisa memberikan info akurat ke Boss?"


Sonya menghela nafas panjang, lalu dudu di pinggir tempat tidur, "Aku sudah menduganya saat Kei bilang berbagi rahasia tadi. Kalau begitu alasan kamarku dipindahkan pasti atas permintaan Kei..." tebak Sonya.


"Ya kau benar, selain itu kita harus mengumumkannya di depan Boss, Nona Kei, dan semua anak buahku yang ikut hari ini, malam ini juga saat kita makan malam nanti."


Mengumumkan pernikahan mereka di depan semua orang...? Itu berarti di depan Talita juga kan...?


"Baiklah kalau begitu... Mau bagaimana lagi..." ujar Sonya sambil menahan diri untuk tidak tersenyum penuh kemenangan saat membayangkan Talita mendengar pengumuman itu.


"Satu lagi, kita harus pura-pura bersikap baik dan bahagia dengan pernikahan kita, di depan mereka nanti."


Ketika makan malam tiba, dan mereka semua sudah berkumpul dalam satu meja, Alex dan Sonya berdiri dari kursinya, dan Alex mengatakan apa yang harus ia katakan.


Anak buahnya saling menatap satu dengan yang lainnya, sebelum akhirnya suasana menjadi riuh dengan sorakan bahagia mereka, juga berbagai tanggapan dari anak buahnya secara bersamaan.


Mereka pun menyalami Alex dan Sonya satu persatu, mengucapkan selamat dan mendoakan kebahagiaan Alex dan Sonya. Semuanya kecuali Hardhan, Kei dan Talita.


Sonya melirik Talita yang sedang menatap Alex dengan tatapan kosong, terlihat jelas ia syok mendengar pengumuman ini.


Satu sama... Batin Sonya.


"Kei... kamu jangan marah yaa..." erang Sonya memelas sambil meremas tangan Kei, setelah ia dan Alex kembali duduk di kursinya.


Kei masih terlihat marah, dengan kesal ia menarik tangannya dari Sonya, "Kamu punya banyak kesempatan untuk memberitahuku Nyaa... Tapi kamu tidak pernah sekalipun memberitahuku...!"


Tapi pada akhirnya sahabatnya itu mau memaafkannya. Nanti Sonya akan menjelaskan alasannya, tapi nanti bukan saat ini.


Setelah suasan kembali tenang, Alex meminta kembali perhatiannya anak buahnya, "Masalah pernikahan ini, kami berharap tidak akan tersebar di kantor."


"Kenapa...? Kamu malu...?" celetuk Kei kesal.


Alex menjelaskan kalau Sonya lah yang ingin merahasiakannya, dengan alasan tidak seharusnya suami istri berada di dalam satu perusahaan yang sama.


Padahal alasan Sonya sebenarnya ia malas menghadapi para hatersnya di kantor. Apa reaksi mereka kalau tahu Sonya bukan hanya menarik perhatian Alex mereka, tapi sudah menikahinya.


Tapi ternyata Hardhan membantahnya,


"Siapa bilang, itu perusahaan saya, dan saya yang berhak memutuskan. Kalian harus tetap berada dalam satu kantor. Saya tidak akan bertanya alasanmu yang sebenarnya apa hingga kau ingin merahasiakan pernikahanmu dengan Alex. Kau pasti memiliki alasan tersendiri." tegas Hardhan.


Merasa harus berterima kasih dengan Hardhan, Sonya langsung berdiri dari kursinya dan sedikit membungkuk hormat pada Hardhan dan yang lainnya.


"Terima kasih Boss..., terima kasih semuanya..." Sonya mengambil gelasnya lalu mengangkatnya, mengajak yang lain untuk bersulang, "Untuk kebahagiaanku dan Alex..." serunya, disambut dengan riuh gelak tawa dan gelas-gelas yang saling beradu.


Seperti permintaan Alex tadi, mereka harus terlihat bahagia di depan yang lain. Sonya mengambilkan udang bakar madu untuk Alex, dan Alex membalasnya dengan mengambil kerang bakar untuk Sonya.


Dan saat para pemusik lokal mendendangkan lagu Akadnya Payung Teduh, Alex tidak bisa menahan senyumnya ketika anak buahnya menggodanya.


Itulah pertama kalinya Sonya melihat senyum Alex, Talita benar, Alex terlihat jauh lebih tampan lagi, dan muda. Sonya nyaris mengeluarkan liur saat memandangnya, itupun kata Kei.


Sonya mendengar Talita pamit ke toilet, dan Sonya bisa menebak ia pasti ingin menangis di sana.


Sonya hanya menunggu Alex, kalau sampai Alex mengejarnya, atau tiba-tiba minta izin ke kamar mandi juga, Sonya tidak akan ragu-ragu melayangkan tinjunya ke hidung Alex.


"Kamu sudah tahu yaa Icha mengukai Alex...?" tanya Kei.


Sonya mengangguk, "Tapi bukan berarti aku cemburu sama dia yaa...!" tegas Sonya.


"Iya aku tahu..., tidak ada kata cemburu di dalam kamus Sonya si pemberani..." ledek Kei.


Sonya kembali merasakan tendangan kaki Alex di bawah meja, dengan kesal Sonya berbalik menghadap Alex, "Kenapa...?" desisnya kesal.


Alex mencondongkan dirinya ke Sonya, "Bersiaplah, saya akan meminta hak saya malam ini!" bisiknya lembut, membuat Sonya merasakan darah berkumpul di pipinya, dan jantungnya langsung berdetak cepat.


Tuhan... Yang harusnya terjadi akhirnya terjadi juga...


Dear Reader...


Ini bab ke lima di hari ini...


Masih mau Thor Up lagi... Apa lanjut besok saja nih...?😁