Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Siapa Suruh Memancingku


"Nah Alex sudah datang Oma..." seru Sonya ke wanita tua itu, lalu secara bersamaan mereka menatap Alex, "Lex Oma ini Nenek kandungmu..." lanjut Sonya, membuat Alex terdiam dan mematung.


"Aku tidak memiliki Nenek... Nenekku sudah tidak ada saat dia membuang mamaku..." seru Alex sambil menatap dingin Omanya, kemudian mengulurkan tangannya ke Sonya, "Kita pulang Son..."


"Alex... Kamu tidak boleh bersikap tidak sopan seperti itu dengan Oma kamu!" tegur Sonya.


"Maafkan Oma Lex..." ujar Oma sambil berdiri dan ingin meraih Alex tapi Alex langsung mundur dan menjauh dari Omanya.


"Sonya... Apa kau tidak mendengarkanku? Kita pulang sekarang!!" raung Alex membuat pengunjung kafe lainnya melihat penasaran ke arah mereka.


Tidak ingin membuat lebih banyak kegaduhan di kafe Kei ini, Sonya berdiri dan langsung menggenggam tangan Oma, "Oma maaf aku harus pulang sekarang... Aku akan menenangkannya terlebih dahulu... Kalau Oma ingin bicara denganku kita bisa janjian di kafe ini lagi yaa... Oma bisa... Arrgghhh...." jerit Sonya ketika Alex dengan tidak sabar menarik tangan Sonya, "Oma bisa kesini kapanpun Oma mau... Aku akan datang menemui Oma lagi..." teriak Sonya.


"Diam kau woman!!!" geram Alex.


"Pelan-pelan sialan!! Area pribadiku sakit kalau jalan cepat!" rutuk Sonya sambil berusaha melepas tangannya dari Alex.


Alex berhenti dan memutar badannya ke arah Sonya, "Kenapa?" tanyanya macam orang tak berdosa.


"Pakai nanya lagi... Mikir!!! Gara-gara siapa aku seperti ini!!"


Alex mengerutkan keningnya sebelum membopong Sonya di lengannya, "Turunkan aku sialan!! Aku malu!! Aku bisa jalan sendiri!!" teriak Sonya.


"Katanya kau sakit kalau jalan, rangkulkan saja lenganmu di leherku, biarkan aku menebus kesalahanku semalam... Sebelum aku kembali menghukummu..." kata Alex.


Lagi??


"Me... Menghukumku? Apa salahku?! "


"Kau tau benar apa salahmu kali ini!!" geram Alex lagi.


"Karena mempertemukanmu dengan Oma? Dia Nenekmu Lex... Nenek kandungmu..."


"Kau tidak tahu apa yang sudah wanita tua itu lakukan pada Mama dan Papaku. Jadi lebih baik kau diam saja!!" seru Alex dingin.


Tidak ada pembicaraan lebih lanjut lagi diantara mereka, hingga mereka sampai di Apartment. Lalu Alex duduk di sofa dan menatap tajam ke arah Sonya.


"Kau menekan tombol darurat di jam Kei hanya untuk ini?" tanya Alex dingin, masih terlihat kesal dengan kejadian tadi "Kau tahu kepanikan apa yang sudah kau sebabkan kepadaku dan Hardhan? Kau Tahu kekhawatiran Hardhan pada istrinya yang sedang hamil tua itu? Masih beruntung kau tidak mendapatkan amarahnya Hardhan karena sudah mempermainkannya!! Tombol itu bukan untuk main-main Son!!" lanjut Alex tanpa ampun.


Apa kamu mengkhawatirkanku juga Lex?


"Bukan aku yang menekannya... Tapi Kei..." ralat Sonya.


"Kau yang terlihat lebih dewasa dari Kei Son, seharusnya kau bisa menahannya... Bukan malah mendukungnya! Dan untuk apa kau mencari dan menemui Omaku? Kenapa kau bisa tahu aku masih memiliki Oma? Apa diam-diam kau menyelidikiku?" cecar Alex.


"Aku tidak mencarinya, apalagi menyelidikimu... Oma sendiri yang menghampiriku karena melihat cincin kawin kita... Oma mengenali cincin keluarganya ini..." bantah Sonya.


"Cih, banyak sekali kebetulan di dunia ini... Apa aku harus mempercayainya?" tanya Alex membalikkan perkataan Sonya padanya semalam.


Sonya mengangkat bahunya, "Kamu bisa cek rekaman CCTVnya Lex kalau kamu tidak percaya..." jawab Sonya.


"Tetap saja kau sudah membuatku bertemu dengan wanita tua itu!!! Orang yang selalu aku hindari seumur hidupku!! Orang yang paling tidak ingin aku temui... Orang yang sudah menyakiti orang tuaku!!! Apa kau puas sekarang... Hah?!! Kau puas melihatku seperti ini?!!" teriak Alex.


Tuhan.... Dia benar-benar marah.


"Aku kan tidak tahu apa masalahmu dengan Oma Lex... Tadi Oma nangis-nangis minta bertemu denganmu... Aku tidak tega melihatnya... Aku pikir kau akan senang bertemu dengan Oma mu... Siapa yang menyangka akan jadi seperti ini..."


Iya... Iyaa... Aku salah... Apa yang harus aku lakukan untuk menenangkan Jailangkung itu? Apa aku ikuti cara Kei saja yaa saat menenangkan Hardhan? Aahh itu konyol sekali... Hardhan tidak menolak rayuan Kei karena pria itu begitu mencintai dan memuja sahabat baikku itu... Sedang Alex? Bisa-bisa dia malah mendorongku sampai terjengkang nanti... Huft!!


"Maaf..." ujar Sonya sambil menunduk, merasa tidak ada jawaban dari Alex, Sonya meliriknya. Alex sedang bersandar pada Sofa dengan mata yang terpejam, sambil menekan keningnya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Baru kali ini Sonya melihat Alex seperti itu, dan ia ingin menghiburnya.


Apa aku benar-benar sudah mengecewakannya? Ah persetan dengan reaksinya nanti... Aku tetap akan mencobanya.


Sambil menenangkan diri dan menghela nafas panjang, Sonya memberanikan diri menghampiri Alex dan duduk di atas pangkuannya, kedua lengannya dilingkarkan di leher Alex.


Mata Alex membelalak lebar, mulutnya membuka ingin mengatakan sesuatu tapi Sonya langsung membungkamnya dengan bibirnya, mengulum bibir Alex, menggigit gemas bibirnya, lalu melu**tnya dengan lembut dan malu-malu. Membuat gairah Alex seketika naik, Sonya bisa merasakan bukti gairahnya itu mengeras di bawahnya.


Alih-alih mendorong Sonya, Alex malah menarik dress Sonya dan mengeluarkan dari kepalanya, kemudian melepas kait branya, dan melemparnya kesembarang arah.


Dengan sama tidak sabarnya Sonya membuka kancing kemeja Alex, sedang Alex berusaha melepas celananya sendiri dan Sonya.


"Masukkan..." desah Alex.


"Apa...?" tanya Sonya bingung, lalu matanya membelalak lebar dan wajahnya memerah ketika mengerti maksud Alex.


"Bisa?" tanyanya ragu-ragu membuat Alex mengerang pelan.


"Lakukan saja cepat..." serunya dengan tidak sabar.


Dan Sonya melakukannya, disusul dengan erangan nikmat yang keluar dari tenggorokan Alex. Lalu mereka bergerak bersama, sampai menuju puncak kenikmatan dunia yang memabukkan itu secara bersamaan.


Alex menarik Sonya dan memeluknya, nafas mereka masih saling memburu, "Apa itu sebagai permintaan maaf darimu?" tanya Alex sambil mengusap mesra rambut Sonya.


Sonya tertawa lebar di dada bidang Alex, "Iya... Apa kamu menerima permintaan maafku?"


"Aku setengah memaafkanmu..." sahut Alex.


Sonya menarik dirinya dan menatap Alex sambil memberengut, "Kenapa setengah?" tanyanya.


"Setengah lagi setelah aku selesai menghukummu..." jawab Alex sambil tersenyum licik.


"Menghukumku? Tapi kan tadi kita sudah..."


"Itu baru pemanasan Son!" potong Alex sambil berdiri dan membawa Sonya dalam gendongannya, membuat Sonya memekik kaget.


"Arrggghh Alex jangan gila kamu!!" pekik Sonya.


"Siapa suruh kau memancingku tadi..." seru Alex lalu merebahkan Sonya di atas kasur dan ia langsung mengungkungnya.


Dan Pagi harinya Sonya merasa lemas tak bertenaga, tubuhnya seperti tidak bertulang, dan bagian pribadinya seperti mati rasa. Sonya menyesali keputusannya karena sudah memancing gairah Alex, Karena Alex menjadi lebih beringas lagi dan seperti tidak pernah puas menikmati Sonya.


Dasar Jailangkung mesum!!!


Dear Readers...


Bab kedua di hari ini.... Untuk bab selanjutnya besok pagi yaaa...


Happy Reading...😘