
Dua hari kemudian. Sonya memeluk berkas yang harus di tanda tangani Alex ke dadanya, setelah menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya Sonya menekan tombol lantai ruang kerja Alex, yang berada satu lantai dengan ruang kerja Hardhan.
Tuhan... Mau menghadap suami sendiri seperti mau menghadapi hukuman mati saja...
"Haaii... Siang semuanya..." sapa Sonya sambil tersenyum ceria ke para bodyguard yang berjaga-jaga di lantai ini, termasuk Ekram dan Damar yang sesuai dengan arahan Alex tidak lagi membuntuti Sonya.
"Pagi Nona..." balas mereka serentak.
Sonya mengetuk terlebih dahulu sebelum membuka pintu ruang Alex, dan berhadapan langsung dengan wanita cantik, tinggi dan seksi bak model international itu, yang berdiri menjulang di depan Sonya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu.
"Saya mau bertemu Alex untuk menandatangani dokumen-dokumen ini..." jawab Sonya sambil mengerutkan keningnya.
Siapa sih wanita ini?
Wanita itu mengulurkan tangannya, "Serahkan pada saya....Biar saya saja yang menyerahkannya ke Pak Alex, beliau sedang tidak ingin diganggu... Dan tolong jaga sopan santun anda dengan atasan anda dengan tidak hanya memanggil nama beliau di kantor!!" tegas wanita itu dengan nada ketus.
Astaga... Apa-apaan ini...
"Memangnya anda siapa sampai saya harus menyerahkan dokumen sepenting ini ke anda?" tanya Sonya dengan sorot mata tidak percaya.
"Oh kenalkan saya Grizelle... Sekretaris Pak Alex..." wanita itu mengulurkan tangannya ke Sonya.
"Sonya..." balas Sonya sambil menyambut uluran tangan wanita itu, tapi wanita itu menepisnya.
"Saya bukan mau bersalaman denganmu... Saya hanya mau kau menyerahkan dokumen itu... Cepat Pak Alex sudah menunggu saya..."
"Kamu berbicara dengan siapa El?" terdengar suara Alex yang bertanya dengan nada lembut dari dalam ruangannya.
"Sonya membawa dokumen yang harus kamu tanda tangani Lex...." jawab wanita itu dengan suara yang tidak kalah lembutnya.
Ya Tuhan... Mereka sudah seakrab itu kah? Sampai saling memanggil dengan nama panggilan masing-masing?
"Ambil dokumennya dan bawa kesini El!" perintah Alex.
Merasa kesal Sonya langsung mendorong wanita itu hingga mundur beberapa langkah ke belakangnya, membuat sedikit celah untuk Sonya masuk ke dalam ruangan Alex.
Alex terlihat sibuk membaca dokumen yang ada di atas mejanya itu, bahkan tidak mau melihat Sonya yang sudah berada tepat di depannya.
"Aku ingin bicara Lex..." seru Sonya.
"Masalah pribadi atau kantor?" tanya Alex dingin.
Berbicara denganku kamu sedingin itu Lex... Tapi bisa lembut dengan sekretarismu!!
"Hmmm pribadi...." jawab Sonya.
Ini tentang Oma...
"Dirumah saja kalau begitu... Kau tidak lihat saya sedang sibuk... Karena Hardhan cuti sampai Kei melahirkan jadi saya yang harus menghandle semua ini..." Alex masih tidak mau melihat Sonya juga.
Sonya meletakkan dokumen yang ia pengang ke atas meja kerja Alex dengan kasar, bahkan nyaris membantingnya.
"Dirumah kalau begitu!!" seru Sonya lalu balik badan dan bergegas keluar dari ruangan Alex.
"Acara nanti malam jadi El?" tanya Alex, Grizelle tersenyum puas ketika berpapasan dengan Sonya yang sedang melangkah keluar, dan memberikan tatapan tajam ke Grizelle.
"Jadi dong... Aku sudah siapkan baju ganti untukmu Lex diruang ganti..." jawab Grizelle.
Hati Sonya terasa tercabik-cabik mendengar percakapan itu, hingga Sonya menutup pintu ruangan Alex sekencang mungkin.
Tidak... Jangan nangis... Tahan air matamu Sonya... Banyak anak buah Alex di lantai ini.
Sesampainya di dalam ruangan kerjanya, Sonya langsung menjatuhkan dirinya ke sofa panjang, dan air mata yang sejak tadi ditahannya kini mulai mengalir deras ke pipinya.
Tangisan adalah cara mata berbicara ketika mulut terbungkam, Sonya tak sanggup menjelaskan seberapa hancur hatinya saat ini, diacuhkan suaminya sendiri.
Tuhan... Ada apa dengan Alex? Kenapa dia jadi seperti ini sih? Kenapa dia bisa sekejam ini? Tidak bisakah Alex menunggu aku keluar dari ruangannya saat membahas acara apapun yang sedang mereka rencanakan nanti malam!! Dan kenapa tiba-tiba dia jadi memiliki sekretaris?!
Aku butuh waktu yang tidak sebentar untuk membangun kepercayaan diriku untuk mengejar cintanya... Tapi sikap dingin dan ketidak pedulian yang sedang Alex ciptakan saat ini, telah menghancurkan sedikit demi sedikit rasa percaya diriku... Aku menjadi insecure...
Dan dari semua orang di dunia ini... Kenapa aku memilihmu Lex... Kenapa aku memilihmu yang tidak memiliki cukup ruang di hatimu untuk membalas cintaku?
Kenapa aku masih terus bertahan disisimu ketika logika menyuruhku pergi meninggalkanmu? Karena aku menunggumu untuk berubah... Tapi alih-alih berubah... Kamu malah semakin menjauh dari jangkauanku...
Sonya ingin ke rumah Kei, ingin mencurahkan perasaannya pada sahabatnya itu, tapi di sana ada Talita, membayangkan bertemu dengannya saja Sonya sudah malas.
Puas mengasihani dirinya sendiri, Sonya meneteskan obat tetes mata ke matanya untuk mengurangi mata merahnya karena air mata. Dan menguatkan diri untuk makan siang di rooftop, berharap seseorang memancingnya hari ini, supaya Sonya punya alasan untuk meninju siapapun yang mengusiknya, hanya untuk melampiaskan emosinya.
Sonya hanya memesan segelas peach tea, karena ia sedang tidak nafsu makan, dan sedang mengulum buah peachnya ketika tiga orang wanita yang pernah menggosipkannya di toilet datang dan bergabung di kursinya tanpa izin terlebih dahulu.
"Kamu kemana saja? Jarang kelihatan?" tanya salah satu dari mereka.
"Sibuk ngurus proyek baru... Kenapa?" sahut Sonya malas-malasan.
"Maaf selama ini kami sudah memusuhimu..." ujar wanita yang lainnya, "Eh kenalin aku Sasa..." lanjutnya sambil mengulurkan tangan, trauma kejadian tadi dengan sekretaris Alex Sonya hanya tersenyum kecut, tidak membalas uluran tangan Sasa.
"Dia Evi dan dia Vea..." Sasa mengenalkan wanita yang lainnya.
Wah... Wah... Wah... Ada apa ini? Kenapa mereka tiba-tiba jadi baik sama aku?
"Ada apa yaa? Maaf aku lagi malas ribut..." tanya Sonya dan mereka bertiga tertawa pelan.
"Kami bukan mau ribut... Hanya ingin kita berteman saja... Karena sekarang kita senasib..." sahut Sasa
"Maksudnya senasib?" tanya Sonya bingung.
"Lihat belakang kamu..." seru Evi dan Sonya langsung melihat ke belakangnya, disana terlihat Alex sedang makan bersama dengan sekretarisnya, mereka berbincang-bincang sambil sesekali tertawa.
Sonya langsung mengalihkan lagi pandangannya ke Sasa yang duduk di depannya, "Oh dia Grizelle... Sekretaris Pak Alex..."
"Iyaa aku tahu dia sekretarisnya, hanya saja sekretarisnya itu mampu membuat Pak Alex ceria kembali..." ujar Vea.
"Iya betul... Sudah tiga hari ini mereka makan di rooftop... Dan selalu tertawa dan bercanda..." timpal Evi.
Benarkah?
Sonya kembali melirik Alex yang sedang menyeringai lebar ke sekretarisnya itu.
"Bagus lah... Itu berarti Alex sudah move on dari mantan sekretarisnya..." kata Sonya sambil tersenyum lebar, walaupun hatinya terasa perih dan sakit.
"Jadi selama ini tidak ada hubungan apapun diantara kamu, Pak Alex dan Pak Hardhan?" tanya Sasa.
Sonya tertawa hambar, "Yang benar saja... Aku dekat dengan mereka karena aku sahabat Kei, istrinya Pak Hardhan..."
"Oohh..." seru mereka bertiga bersamaan.
"Fix... kalau begitu mulai hari ini kita berteman..." seru Evi.
"Yaa... Baiklah..." sambut Sonya dan mereka pun cekikikan.
Ironisnya.... Disaat aku patah hati justru malah mendapatkan teman di kantor ini... Setidaknya aku bisa makan siang dengan santai mulai hari ini....