Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Extra Part 3 - Renovasi Rumah


Sonya melihat ke sekeliling rumah itu, rumah pribadi Alex yang berada tepat di samping rumah Hardhan.


Alex mengakui kalau awalnya ia membeli rumah ini untuk masa depannya dengan Anindira, makanya Alex tidak pernah mau menempati rumah ini sejak Rara meninggal.


Dan Sonya tidak pernah mempermasalahkan lagi bagaimana sekarang perasaan Alex terhadap Anindira, apa masih sama seperti dulu atau tidak.


Yang terpenting untuk Sonya saat ini adalah Alex sudah mencintainya, dan itu saja sudah cukup.


"Apa kamu yakin mau tinggal di rumah ini...?" tanya Alex untuk yang kesekian kalinya.


Sonya melingkarkan lengannya di leher Alex, "Iya sayang... Aku masih trauma dengan gempa kemarin, rasanya seperti di ayun-ayun..., belum lagi bunyi gedungnya yang menyeramkan... Lebih baik rumah pribadi seperti ini saja... Kalau ada gempa aku bisa langsung lari ke luar rumah tanpa harus menuruni tangga darurat seperti di Apartment...!" jawab Sonya dengan penuh keyakinan.


Alex mengecup bibir Sonya, "Baiklah kalau itu maumu my queen... Aku akan menghubungi kontraktor untuk merenovasi rumah ini terlebih dahulu sebelum kita tempati... Kamu mau mendesain arsitektur rumah ini sendiri atau menyerahkan sepenuhnya pada kontraktor itu...?"


Sonya melepas rangkulannya, lalu kembali mengeksplorasi rumah itu, "Biar kontraktor saja yang mendesain... Aku tinggal tambahin kekurangannya saja nanti, atau menghilangkan bagian yang tidak aku sukai..."


Sonya sampai di halaman belakang rumah, ke area kolam renang dan gajebo, lalu melihat tembok pembatas halaman rumah Alex dan halaman rumah Hardhan.


"Kalau bisa aku mau ada pintu penghubung di sana Lex, jadi kalau aku dan Kei saling berkunjung tinggal lewat pintu itu... Bagaimana...?" usul Sonya.


"Hmmm... Nanti aku tanya Hardhan yaa... Dia bersedia atau tidak membobok temboknya untuk membuat pintu penghubung..." sahut Alex sambil terkekeh.


Sonya kembali melangkah menyusuri area taman yang masih terlihat kosong, jelas sekali rumah ini kurang sentuhan tangan wanita.


"Kamu mau lihat bagian dalamnya...?" tanya Alex dan Sonya mengangguk.


Alex menggenggam tangan Sonya, sambil bergandengan tangan mereka masuk ke bagian dalam rumah itu.


"Apa kamu mau melengkapi rumah ini dengan instalasi smart home juga Lex seperti di apartmentmu...?" tanya Sonya.


"Iya harus... Aku lebih suka rumah yang modern, dan mempermudahku melakukan apapun..." jawab Alex "Tentu saja kalau kamu juga menyetujuinya..." lanjutnya.


Sonya mengedipkan sebelah matanya, "Sudah pasti aku setuju sayang..."


Sonya kembali melangkah, dan tanpa peringatan Alex langsung membopong Sonya di lengannya, membuat Sonya memekik kaget.


"Lex kamu apa-apaan sih.... Turunin aku...!"


"Kamu sudah menggodaku tadi... Dan aku jadi tergoda..." sahut Alex sambil menyeringai lebar dan menaiki dua anak tangga sekaligus.


"Kapan aku menggodamu...? Kenapa ke atas...? Aku belum melihat-lihat lantai dasar...!"


"Kamu bisa melihatnya nanti... Sekarang ada urusan yang lebih mendesak...!" seru Alex.


"Urusan apa...?" tanya Sonya dan ia langsung mengerti ketika Alex membuka pintu yang ternyata itu adalah pintu kamarnya.


"Lex kita kesini untuk melihat rumahmu... Bukan untuk... Astaga kamu belum puas juga semalam...?" keluh Sonya setelah Alex menurunkannya.


"Kalau menyangkut dirimu aku tidak pernah puas sayang..." jawab Alex sambil menanggalkan pakaiannya sendiri.


Sonya memandang kesekeliling kamar yang terlihat maskulin itu, sekali melihatpun orang akan tahu ini adalah kamar pria. Lalu ia melangkah mundur ketika Alex yang sudah polos mulai maju mendekatinya, dengan juniornya yang sudah siap tempur itu.


"Lex jangan gila kamu... Aku tidak mau melakukan itu di sini... Argh...!" pekiknya ketika dengan dua langkah lebar Alex berhasil menarik Sonya ke pelukannya.


"Hanya sekali saja sayang..." bujuk Alex.


"Semalam juga kamu bilang nya sekali saja... Tapi nyatanya lebih dari sekali...!" rutuk Sonya sambil berontak di dalam pelukan Alex.


Dengan tidak sabar Alex kembali membopong Sonya, lalu merebahkannya di atas tempat tidur dan langsung mengungkung Sonya di bawahnya.


Sonya tetap memberontak, "Aku tidak akan mau bekerjasama...!" ancam Sonya.


"Sssttt... sebentar saja yaa..." bujuk Alex sambil mengangkat rok dan menurunkan CD Sonya dengan sebelah tangannya.


Lalu melebarkan kaki Sonya dan melakukan apa yang ingin ia lakukan. Dan yang awalnya Sonya mengancam tidak mau bekerjasama, pada akhirnya ikut menikmatinya juga.


Beberapa jam kemudian, Sonya masih tertidur pulas di dalam pelukan Alex, nafasnya terasa hangat dan lembut di dada Alex.


Alex menyusuri jemarinya dari kening ke pipi Sonya, lalu mengecup keningnya sebelum turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Cih, kucing liarku... Bilangnya saja tidak mau ikut bekerjasama... Nyatanya tetap saja liar..." gumam Alex sambil tersenyum lebar ketika melihat pantulan punggungnya di cermin besar kamar mandinya, yang memperlihatkan goresan luka baru di punggungnya.


Setelah selesai mandi, Alex mendengar panggilan telepon di handphonenya, dengan segera ia bergegas melihat layar handphonenya yang ternyata dari kontraktor yang ia hubungi kemarin, dan membuat temu janji hari ini.


"Ya halo..." sapa Alex.


"Saya sudah di bawah Pak..." sahut orang itu.


Alex langsung beranjak keluar dari kamarnya, "Baiklah saya ke bawah sekarang..."


Beberapa saat kemudian Sonya terbangun, dan tidak memdapati Alex di sebelahnya.


"Lex... Kamu dimana sayang...?" teriak Sonya tapi tidak ada jawaban.


Sonya turun dari tempat tidurnya dan langsung ke kamar mandi, ternyata Alex tidak ada di sana.


Akhirnya Sonya memilih membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum menyusul Alex ke lantai bawah.


Setelah selesai dan merasa pakaiannya sudah berkerut-kerut tidak rapi, Sonya membuka lemari pakaian Alex, dan memakai salah satu kemejanya.


Kemejanya kebesaran, dan Sonya harus menggulung lengan kemejanya baru telapak tangannya terlihat, dan membiarkan rambut basahnya tergerai bebas, hingga membasahi bagian belakang kemejanya.


Sonya melihat sekali lagi pantulan dirinya di depan cermin sebelum akhirnya bergegas turun dan mencari Alex.


Dan Sonya melihat Alex dan seorang wanita yang Sonya tebak seorang arsitek yang di tunjuk perusahaan kontraktor yang di hubungi Alex kemarin.


Mereka sedang fokus melihat sketsa rumah di kertas gambar milimeter blog, dan terlihat jelas di mata Sonya wanita itu terus berusaha merapat ke Alex, meskipun Alex terus bergeser menjauh.


Sambil mengepalkan kedua tangannya, Sonya bergegas menghampiri mereka, "Di sini kamu rupanya Lex, aku mencarimu daritadi..."


Alex langsung melingkarkan lengannya di pinggang Sonya, dan menariknya hingga pinggang mereka saling menempel.


"Ini sketsa rumahnya my queen... Bagaimana kamu setuju...?" tanya Alex.


Sonya melihat sketsa rumah itu, lalu menatap wajah arsitek itu yang terlihat salah tingkah karena kedatangan Sonya yang tiba-tiba.


"Aku tidak suka desainnya Lex... Lebih baik kamu cari kontraktor lain...!" seru Sonya lalu berbisik di telinga Alex, "Atau aku akan mencabik-cabik wanita kegatelan itu...!"


Alex terkekeh pelan, ia sebenarnya juga tidak menyukai arsitek ini, terlihat tidak profesional ketika menawarkan tubuhnya untuk memuluskan rencananya.


"Maaf karena istri saya tercinta ini tidak menyukainya..., jadi silahkan bawa kembali sketsa ini... Saya tidak jadi memakai jasa perusahaan anda..." seru Alex tanpa ragu.


Setelah menggerutu kesal, wanita itu pun pergi meninggalkan Alex dan Sonya.


"Kemeja ini cocok sekali di badanmu my queen.... Apa kamu sengaja memancingku lagi...?" goda Alex.


Sonya memutar kedua bola matanya, "Dalam mimpi...!!"