Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Bring Me To Life


Setelah tidak ada jawaban dari Sonya Alex kembali melanjutkan,


"Mereka menyerahkan dompet Papa dan tas Mama... Serta cincin yang selalu Mama kenakan, satu-satunya perhiasan Mama yang tersisa karena yang lainnya sudah habis terjual... Cincin yang aku sematkan ke jari manismu ketika kita menikah... Hanya itu saja yang tersisa dari Mamaku..."


Sonya menghapus air matanya, Ah sial...!! Kenapa aku jadi cengeng begini sih...?! nanti Alex malah salah paham lagi... Tapi Aku tidak tahan saat Alex bilang kenapa Alex tidak ikut mati... Aku hanya tidak ingin Alex mati... Itu saja.


Sonya langsung melepaskan diri dari pelukan Alex, lalu duduk di sofa yang tadi di duduki Alex,


"Lanjutkan...!" serunya.


Alex beranjak ke sofa di sebelah Sonya,


"Hidupku berubah seketika, Aku menjadi yatim piatu hanya dalam waktu dua minggu... Bahkan aku tidak bisa mengantar ke peristirahatan terakhir orang tuaku... Setelah aku pulih, aku langsung di kirim ke panti asuhan... Dan selama itu pula aku selalu bermimpi buruk tentang kecelakaan itu... Bayangan Mama dan Papa yang bersimbah darah seperti tidak mau hilang dari ingatanku..."


"Sampai akhirnya saat aku sedang keluar aku bertemu Hardhan sedang di keroyok preman yang sedang mabuk dan aku menolongnya... Aku bahkan lebih babak belur lagi dari Hardhan saat itu... Tapi dari situlah kedekatan kami dimulai, Hardhan membawaku ke rumahnya dan meminta Mamanya mengadopsiku... Dan hari itu pula pertama kalinya aku bertemu Rara..."


Ah.... Rara lagi...


"Entah kenapa sejak saat itu mimpi burukku tidak pernah datang lagi... Bayangan mengerikan itu berangsur menghilang, berganti dengan wajah ceria Rara... Hingga membuatku jatuh hati padanya..."


Alex terdiam sebentar seperti menguatkan dirinya sebelum melanjutkan lagi ceritanya.


"Dan di malam kematian Rara... Kembali aku melihat orang yang ku sayangi bersimbah darah... Rara mengalami kematian yang sama dengan orang tuaku karena kecelakaan mobil... Aku benar-benar terpukul saat itu... Duniaku benar-benar hancur berkeping-keping dan aku menangis histeris sambil memeluk tubuhnya."


"Dan saat dokter menyatakan kematian Anindira... Duniaku berubah menjadi bisu dan sunyi. Tidak ada teriakan histeris, tidak ada setetes pun air mata yang keluar dari mataku, seolah semuanya sudah membeku.... Hatiku benar-benar sudah mati... Bersamaan dengan duka nestapa yang Anindira tinggalkan untukku..."


"Dan di atas semua itu... Aku jadi trauma menyayangi lagi... Aku jadi berpikir semua yang aku sayangi akan meninggal seperti mereka... Seperti orang tuaku dan Rara... Aku menganggap diriku sendiri sebagai pembawa sial... Orang tuaku meninggal karena aku ingin bertemu Oma... Sedang Rara meninggal karena aku tidak mau menemaninya ke acara ulang tahunnya... Semuanya karena aku...!!" sesal Alex.


"Itu makanya aku melarangmu untuk mencintaiku... Karena aku takut aku akan jatuh cinta juga padamu... Dan aku tidak mau kamu hamil karena aku tidak mau apa yang aku alami anakku juga akan mengalaminya...!! Aku akan membiarkan kesialanku sendiri sampai kematian menjemputku nantinya..."


Sonya menghela nafas panjang, dan tanpa sadar ia mengelus perutnya sendiri, sekarang Sonya baru memahami kenapa Alex sampai trauma seperti itu. Dia melindungi diri sendiri dengan cara menarik diri dari orang-orang yang menyayanginya. Dan tanpa Alex sadari, dia juga sudah menyakiti orang-orang yang menyayanginya.


"Kamu tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri seperti itu Lex... Semua sudah takdir... Dan setiap orang memiliki takdirnya masing-masing... Itu hanya sebuah kebetulan saja orang tuamu dan Rara meninggal dengan cara yang sama..." desah Sonya lirih,


"Iya kamu benar... Aku baru menyadarinya setelah kamu berlayar pergi dari hidupku... Tadinya aku berusaha melindungi diriku sendiri dari rasa sakitnya kehilangan orang yang aku sayangi, dengan cara menjauhi mereka... Seperti aku menjauhi Hardhan dan Mama... Aku juga berusaha membuatmu membenciku supaya kamu pergi meninggalkanku..."


Alex menatap penuh mata Sonya, membiarkan Sonya melihat kejujuran dari matanya,


"Tanpa aku sadari... Kamu berhasil masuk ke relung hatiku yang telah lama mati rasa... Kamu berhasil menarik keluar jiwaku yang sudah lama terlelap di dalam kebekuan, dan membangunkanku dari tidur lelap itu... Kamu memompa kembali darahku ke hatiku..."


"Tetaplah bersamaku Son... Menangis dan tertawa bersamaku dari aku membuka mataku, hingga berakhir hariku... Aku ingin kamu selalu ada di saat-saat rapuhku... Dan tetaplah menggenggam erat tanganku di saat aku terhempas dan terjatuh..."


"Aku memang tidak sempurna... Tapi di hatiku saat ini kamu seperti udara untukku... Kamulah kehidupanku... Kamu lah duniaku... Kamulah yang membuatku layak di cintai... Dan kamulah yang membalut luka-lukaku..."


"Jadi tolong Sonya... Kembalilah padaku... Dan jangan pernah meninggalkan aku lagi... Kini aku sudah tahu apa artinya dirimu untukku... Dan aku juga tahu apa jadinya aku tanpamu... Tuhan telah mengirimmu untukku... Untuk menyadarkan dan menarikku keluar dari keterpurukanku itu... Please Sonya... Bring me to life..." pinta Alex dengan sepenuh hatinya.


Air mata Sonya kembali membasahi pipinya, ia tidak pernah mendengar Alex bicara sepanjang ini. Dan itu membuat Sonya terharu sekaligus sedih.


"Aku minta maaf karena selama ini sudah meremehkan masa lalumu itu Lex... Tapi itu juga tidak bisa membenarkan sikapmu padaku...!! Kamu sudah teramat sangat menyakitiku Lex... Kamu sudah menorehkan luka yang teramat dalam padaku... Kalau kamu menyakiti badanku mungkin luka itu akan segera sembuh... Tapi yang kamu lukai itu adalah hatiku Lex... Hatiku lah yang terluka... Bisa jadi itu akan bertahan sepanjang hidupku Lex...!!" ujar Sonya sambil menghapus air matanya.


Sial Alex...!!! Dia membuatku menjadi mellow seperti ini...!!!


"Dan jangan bermain-main dengan perasaanku... Kalau kamu sendiri tidak yakin dengan perasaanmu Lex...!!" seru Sonya.


"Aku tidak main-main dengan perasaanmu Sonya...!! Aku serius...!! Dan aku juga serius dengan perasaanku padamu...!!" ujar Alex meyakinkan Sonya.


Sonya mendengus kesal, "Untuk apa jika aku hanya mendapatkan setengah hatimu... Sementara setengah hatimu lagi untuk Rara...!! Apa kamu bisa memberikan seluruh hatimu bulat-bulat untukku Lex...? Tidak bisa kan...? Maka maaf aku tidak akan mau kembali padamu...!!"


"Tapi Son..."


"Cukup...!!!" potong Sonya dengan nada tajam, "Kalau selama ini kamu menyakitiku hanya karena kamu ingin melindungi dirimu sendiri dari rasa sakit... Sekarang akupun seperti itu Lex... Aku sedang merasakan apa yang pernah kamu rasakan dulu... Aku sudah menutup diriku dari rasa sakit itu... Dan aku tidak mau mengulangi rasa sakit itu lagi...!!!" tegas Sonya.


Bab kelima malam ini...


Bab selanjutnya besok yaa jam 7 pagi...


Happy reading and have a nice day...😘😘