
"Lex... Bangun...!!" seru Sonya sambil menggoyang-goyangkan bahu Alex.
Alex membuka sebelah matanya yang masih terlihat berat karena masih mengantuk, kemudian memejamkannya lagi.
"Lex..." rengek Sonya.
"Hmmm..." gumam Alex.
"Bangun...!! Atau aku tidak akan menegurmu selama satu minggu penuh...!" ancam Sonya dengan nada kesal.
Alex langsung duduk meskipun dengan kedua mata yang masih terpejam, "Ada apa Son...?" tanyanya masih setengah mengantuk.
"Aku lapar..." jawab Sonya manja.
Alex membuka sebelah matanya untuk melirik jam di dinding, "Astaga Son... Masih jam empat pagi...!" seru Alex sambil mengucek matanya.
"Ya tapi aku sudah lapar..." rengek Sonya lagi.
Alex menghela nafas panjang sambil menyibak selimutnya sebelum turun dari tempat tidur, "Ya sudah..., memangnya kamu mau makan apa biar aku yang masakin...?"
"Aku tidak mau makan di sini..."
"Lalu kamu mau makan di mana...? Pecel ayam pinggir jalan...?" tanya Alex lagi.
"Aku mau makan jagung bakar di Puncak..."
"Ya Tuhan Son.... Tidak ada yang lebih jauh lagi...?" sindir Alex.
Sonya merajuk dan langsung mengenakan pakaiannya, "Ya sudah aku jalan sendiri saja kalau kamu tidak mau...!"
Alex menahan tangannya, "Siapa yang bilang tidak mau... Kamu tunggu sebentar... Aku ganti baju dulu..."
Alex mencuci muka terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa kantuknya, sebelum akhirnya ke ruang ganti.
Sejurus kemudian ia sudah siap, kemudian mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja nakasnya.
"Aku tidak mau naik mobil...!" protes Sonya.
Alex mengerutkan keningnya, "Lalu naik apa kesana...? Taksi online...?"
"Aku mau naik motor gedemu..." pinta Sonya.
"Ya Tuhan Son... Lumayan jauh Puncak dari sini..."
"Iya aku juga tahu Puncak jauh... Yang bilang dekat siapa...?"
"Maksudku nanti kamu masuk angin... Naik mobil saja yaa...?" bujuk Alex dan Sonya menggeleng keras.
"Aku maunya naik motor gede titik...!" Sonya bersikeras.
"Iya... Iya... Tapi kamu harus pakai jaket kulit dan tidak boleh di lepas... Dan yang terpenting kamu harus nurut sama aku...!" tegas Alex.
Sonya mengangguk sambil tertawa sumringah, membuat Alex geleng-geleng kepala dan mengacak rambut Sonya.
Alex membawa Harley Davidson CVO Limitednya keluar dari Apartment dengan mulus. Karena masih jam setengah lima pagi, jadi jalan raya masih terlihat sepi.
Moge ini menggunakan jok hammock premium berlapis kulit yang dilengkapi dengan pemanas. Membuat biker dan penumpang betah dan nyaman berkendara dalam durasi lama, bahkan keluar kota sekalipun.
Sonya memeluk erat Alex, dan harus terus memeluk Alex selama dalam perjalanan, itu lah salah satu syarat yang Alex ajukan tadi.
Alex melaju dengan kecepatan sedang, mengingat Sonya yang sedang hamil.
"Kalau bawanya pelan seperti ini sih kapan kita sampainya Lex...?" gerutu Sonya dengan tidak sabar, ia sudah ingin secepatnya menikmati jagung bakar.
"Santai saja Son... Ingat kamu sedang hamil..." sahut Alex.
"Tidak masalah Lex... joknya senyaman jok mobil kok... Lebih cepat dikit aku sudah lapar...!"
"Tadi kamu sudah janji akan nurut sama aku... Sekarang penuhi janjimu itu... Dan jangan banyak protes..."
Sonya langsung terdiam, tapi setelah berapa lama hening, Sonya tidak tahan untuk tidak berbincang.
"Kamu tidak pernah touring bersama teman-teman anggota geng mogemu Lex...?" tanya Sonya.
"Aku tidak ikut geng apapun... Biasanya kami hanya bertiga kalau ingin touring, Aku, Hardhan dan Sam saja..." jawab Alex.
Lain kali kalau kalian touring aku mau ikut..." pinta Sonya.
"Iya... Iya..."
Dan sesampainya di puncak pass, banyak ditemukan warung-warung pinggir jalan yang menjual jagung bakar di sepanjang jalur wisata puncak.
Walaupun tempatnya sangat sederhana, hanya deretan warung kopi yang penuh dengan gambar graffiti hasil karya anak-anak muda yang datang, tapi pemandangan yang disuguhkan sangat indah menghadap ke perkebunan teh.
"Disana parkirannya lebih luas..." seru Sonya sambil menunjuk arah yang ia maksud, dan Alex langsung meluncur ke sana.
Alex memegang tangan Sonya ketika ia turun dari motor sampai Sonya menapak dengan stabil di lantai.
"Silahkan pilih my queen... Kamu mau makan dimana...?" tanya Alex sambil melingkarkan lengannya di pinggang Sonya.
"Lumayan dingin juga yaa... Ah itu ada yang jual jagung bakar..." seru Sonya lalu menarik tangan Alex menghampiri warung itu.
"Kamu mau Lex...?" tanya Sonya, dan Alex mengangguk, "Jagung bakarnya dua yaa Mang..." pesan Sonya ke penjual jagungnya.
"Iya Neng... Tunggu sebentar yaa..." sahut pedagang itu.
"Sepertinya tempat duduknya penuh Son..." kata Alex, Sonya juga ikut mencari-cari tempat duduk, dan benar apa yang di katakan Alex, tempat duduknya full semua.
Sonya mengangkat bahunya, "Kan hanya makan jagung bakar saja... Duduk di atas motor juga tidak apa-apa..."
Dan setelah jagung bakarnya matang, Sonya dan Alex langsung menuju ke tempat motor Alex terparkir. Sonya duduk di atas motor dan Alex lebih memilih berdiri.
Sambil tersenyum manis Sonya melihat Alex yang sedang asik makan jagung bakar itu.
"Enak...?" tanya Sonya.
"Yaa lumayan untuk cuaca dingin seperti ini..." jawab Alex, lalu kembali menggigit jagung bakarnya lagi.
"Nih makan juga jagungku..." Sonya menyerahkan jagung bakarnya ke Alex.
"Kan tadi kamu yang minta Son... Kenapa jadi aku yang disuruh makan...?" tanya Alex dengan kening berkerut.
"Aku sudah kenyang..." jawab Sonya santai.
"Kenyang...? Jagung itu bahkan belum kamu sentuh sedikitpun Son..."
"Aku tidak mau jagung bakar...!" rengek Sonya.
"Sonya... Tadi kamu bangunin aku dan merengek minta ke Puncak hanya untuk makan jagung bakar... Sekarang sudah sampai Puncak dan jagung bakar sudah berada di tanganmu, kamu bilang kamu tidak mau makan jagung bakar...?!"
Sonya memberengut, "Sekarang aku mau nya kamu yang makan... Ini makan jagungnya..."
Alex mengerang pasrah, lalu mengambil jagung itu dari tangan Sonya, dan setelah Alex menghabiskan jagung itu baru Sonya tersenyum lebar.
"Aku haus... Kamu mau minum apa...?" tanya Alex.
"Aku tidak haus, kamu saja yang beli minum yaa... Aku tunggu di sini saja..." jawab Sonya.
Dan setelah mengangguk Alex langsung menuju salah satu warung yang menyediakan air mineral.
Sonya melihat beberapa wanita yang berada di sekitar sana melirik penuh minat ke Alex, membuat Sonya kembali memberengut karena cemburu.
Sial Jailangkung sialan itu.... Dia malah berlama-lama di sana...!
Dan ketika Alex kembali lagi ke arahnya, Sonya masih memasang wajah cemberut, membuat Alex kembali bertanya-tanya,
"Ada apa lagi...?"
"Senang yaa kamu dilirikin cewek-cewek itu... Makanya kamu sengaja kan berlama-lama di sana..." tukas Sonya.
"Cewek-cewek mana...?" tanya Alex bingung.
"Sudah ahh aku mau pulang sekarang...!" rajuk Sonya.
"Kenapa kamu tiba-tiba marah sih...? Tadi aku lama karena ibu itu tidak ada uang receh untuk kembalian Son..." jelas Alex.
"Aku mau pulang sekarang...!"
"Iya... Iya... Kita pulang..."
"Matahari sudah mulai panas, aku tidak mau naik motor...!! Kita pulang naik mobil saja...!!" tegas Sonya, membuat Alex kembali menghela nafas panjang,
Ya Tuhan.... Cobaan apalagi ini...?
Erang Alex dalam hatinya.
Dear Readers...
Mengejar Cinta Alex Season 2 tayang jam 12 siang ini yaa gabung di novel Terpaksa Menikah Lagi...
Jadi jam 12 siang nanti jangan lupa langsung cuss ke TML yaa...😘
Happpy reading and have a nice day...