
Sonya sedang menikmati makan paginya ketika Alex yang sudah berpakaian rapi terlihat menarik koper kabin di belakangnya.
"Bapak mau mengungsi kemana...?" ledek Sonya.
Alex menaikkan sebelah alisnya, "Pagi-pagi kau sudah makan mie instan?" tanyanya, mengabaikan ledekan Sonya.
"Hanya ini yang tersedia.... Kitchen set sebesar dan sebagus ini isinya nyaris kosong, begitu juga dengan lemari pendinginnya. Apartment ini seperti tidak berpenghuni..." cibir Sonya.
Alex mengangkat bahunya, "Saya memang tidak pernah makan di sini." sahutnya lalu membuka dompetnya untuk mengeluarkan kartu dan meletakkannya di depan Sonya.
"Ini kartu unlimited. Kau bisa menggunakannya kapanpun kau mau tanpa batas. Silahkan gunakan kartu ini untuk membeli kebutuhanmu, makanan pokok atau apapun untuk mengisi kekosongan di kitchen set itu." ujarnya.
"Tidak perlu Pak..., saya masih bisa menafkahi diri saya sendiri..." tolak Sonya, matanya masih fokus dengan mie instannya.
"Jangan lupa statusmu adalah istriku, dan sudah menjadi kewajibanku untuk menafkahimu. Gunakan kartu itu, Kitchen set dan lemari pendingin harus sudah terisi full saat aku kembali dari Paris nanti." kata Alex tegas.
Sonya langsung menatap Alex, "Bapak ke Paris sekarang...? Kalau begitu boleh kan saya tidur di rumah Papa sampai Bapak kembali dari Paris..?" tanya Sonya antusias.
"Tidak. Kau harus tetap di sini." tegas Alex.
"Tapi Pak... Apartment Bapak ini terlalu canggih, saya yang bodoh ini bahkan tidak bisa membuka gordyn semalam... Saya takut saya akan merusak perangkat elektronik di Apartment Bapak..." elak Sonya.
"Tidak masalah selama kau mau belajar menggunakannya. Elektronik yang rusak bisa di beli kembali. Selama istri saya tidak merasa dirinya bodoh lagi." balas Alex, yang dibalas dengan pelototan tajam Sonya.
"Alexa open living room curtains!" seru Alex, dan seperti semalam, tirai itu terbuka sendiri.
"Alexa turn on living room TV!" lanjut Alex lalu televisi ruang keluarga menyala, "Alexa turn off living room TV!" lalu televisi pun mati.
"Semudah itu, kau hanya tinggal memberikan perintah saja." jelas Alex ketika mata Sonya sudah kembali lagi menatapnya.
"Ya... Ya... Ya... Aku sudah mengerti sekarang..." sahut Sonya sok tahu.
"Atau kau bisa menggunakan unit kontrol utama itu." Alex menunjuk tablet remote kontrol yang tergantung di dinding samping pintu masuk, dan mata Sonya mengikuti arah yang Alex tunjuk.
"Dan sekembalinya saya nanti, saya akan menginstal juga aplikasinya di handphonemu. Jadi kau bisa memantau Apartment ini dari manapun. Siapa tahu kau lupa mematikan salah satu elektronik." lanjut Alex.
"Aku tidak seceroboh itu Pak...!" rutuk Sonya.
Alex mengangkat bahunya, "Hanya untuk berjaga-jaga." balasnya dingin.
"Nah makanya biarkan saya kembali ke rumah Papa dulu yaa..." bujuk Sonya.
"Kau harus tetap di sini." ujar Alex bersikeras.
"Kau tidak memiliki asisten rumah tangga di sini...? apa aku juga harus bersih-bersih sendiri...?" tanya Sonya.
"Tidak perlu, saya akan meminta salah satu asisten rumah tangga saya di rumah untuk ke sini." jawab Alex.
"Kau juga punya rumah pribadi...? kenapa tidak membawaku ke sana alih-alih ke apartment ini...?" cecar Sonya.
"Saya lebih suka di Apartment."
"Atau jangan-jangan ada wanita simpanan Bapak yaa di rumah itu...?" tukas Sonya sambil memicingkan kedua matanya.
"Baru hitungan hari kita menikah, dan kau sudah cemburuan."
"Cih, siapa yang cemburu..." elak Sonya.
"Kunci mobilmu ada di meja nakas kamar saya. Beserta kartu parkir dan acces card lift. Tadi saya lupa membawanya. Kau sudah tahu kan area parkirnya?"
Sonya mengangguk.
"Saya akan mengirim dua orang anak buah saya sore ini ke rumah sakit, untuk menemanimu belanja keperluan rumah tangga, sebelum kembali ke apartment."
"Kau istriku sekarang, aku yang bertanggung jawab atas keselamatanmu, dan dua pengawal itu akan terus mengikuti kemanapun kau pergi." tegas Alex.
Rasanya menyenangkan mendengar kata istriku dari Jailangkung kutub itu. batin Sonya
Sonya memutar kedua bola matanya, "Saya bisa melindungi diri sendiri Pak, dan saya bukan Kei..., kalau Boss melakukan itu karena dia benar-benar mencintai Kei. Sedang kita... Saya tahu bapak tidak menyukai saya. Jadi berhentilah melakukan hal yang konyol seperti itu Pak."
"Kedua pengawal itu tetap akan mengikutimu, baik kau suka atau tidak." seru Alex dengan nada tidak ingin dibantah.
"Tapi Pak...
"Saya berangkat sekarang." potong Alex sambil menarik kopernya kembali.
"Tunggu..."
"Apalagi?" tanya Alex.
Hati-hati... tapi tentu saja kata-kata itu hanya bisa diucapkan di dalam hatinya, karena Sonya tidak ingin Alex berpikir ia mengkhawatirkannya, atau sudah mulai suka padanya.
"Bapak tidak makan dulu...?" akhirnya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Sonya.
"Tidak terbiasa makan pagi." jawabnya dan langsung beranjak pergi.
"Sepulangnya Bapak dari Paris... Bapak harus mulai membiasakan diri untuk sarapan pagi...!" teriak Sonya, tapi di abaikan Alex.
**********
Papa masih berada di ruang ICU, karena nafasnya masih bergantung pada ventilator. Tidak sebebas di ruag perawatan, di ICU keluarga hanya di perkenankan menunggu di luar saja, dan hanya bisa melihat papanya dari kaca luar.
"Papa... Aja-aja fighting...!!" seru Sonya.
Ting! Suara pesan masuk di handphonenya, Sonya membukanya sambil duduk di kursi yang tadi ia tempati, ternyata chat dari Kei.
Kei : "Bagaimana keadaan Papamu Nyaaa...?"
Sonya : "Masih di ICU, kata dokter tunggu dua-tiga hari ini untuk melihat perkembangannya."
Kei : "Maaf..., aku tidak bisa menemanimu..."
Sonya : "Tidak apa-apa sayang..., bagaimana perasaan ibu hamil...?"
Kei : "Dua hari kemarin aku mual-mual parah, tapi sepertinya bayiku sangat pengertian, hari ini aku tidak mual sama sekali, dia tahu Papinya sedang tidak ada di rumah..."
Sonya : "Semoga Boss dan Alex bisa segera menyingkirkan Karina yaa Kei, beserta sugar daddynya..."
Kei : "Aku juga berharap seperti itu Nyaa... Kau tahu, foto-foto yang wanita ular itu kirim ke aku ternyata semuanya hasil editan Nyaa... Gila yaaa...?"
Sonya : "Kei... Apa Alex dan Boss akan aman di Paris...? Lawan mereka termasuk pengusaha ternama di sana kan...?"
Kei : "Nah..., mulai perhatian yaa sama Alex...?"
Sonya : "Idiihh..., siapa yang perhatian sama Jailangkung kutub itu..."
Aduuhh..., ngapain juga sih aku khawatir seperti itu. Kei bisa salah paham.
Kei : "Bagaimana perkembanganmu sama Alex...? ini sudah satu bulan lebih loohh... Sudah lewat dari batas waktu yang di berikan Hardhan."
Sonya : "Aku kan sudah bilang Kei... Aku sudah kembali lagi ke Owen. Jadi aku tidak akan menikah sama Alex."
Sonya menggigit bibirnya, Maaf Kei aku belum bisa terus terang padamu kalau sebenarnya aku dan Alex sudah menikah.