Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Proyek Baru


Dengan kesal Sonya menarik balik tangan wanita itu dan memutarnya ke balik punggungnya, "Jangan pernah lo sentuh gue... Atau kalian semua akan menyesal...!!" gertak Sonya sambil memberikan tatapan mematikan ke wanita-wanita itu.


Sonya mendorong wanita itu hingga menubruk teman-temannya.


"Kasar banget sih...!!" jerit salah satu dari mereka, Sonya melihat wajahnya satu persatu, mereka bukan dari divisi kesekretariatan, entah dari divisi mana.


"Saya bisa jauh lebih kasar dari ini..., kalau kalian masih terus mengganggu saya...!!" ancam Sonya dan langsung balik badan keluar dari toilet.


Baru berapa langkah keluar dari toilet, Ekram dan Damar dengan langkah lebar nyaris berlari datang menghampirinya, "Nona Sonya..., anda diminta ke ruangan Boss Hardhan sekarang..." kata Ekram.


Ada apa yaa...?


"Anda memanggil saya boss...?" tanya Sonya sesampainya di ruangan Hardhan.


"Kau pasti sudah kenal Ryo kan...?"


Sonya melirik Ryo sekilas lalu mengangguk, "Iya boss. Apa dia membuat masalah lagi...?" tanya Sonya lalu kembali menatap Ryo, memberinya tatapan galak.


"Kau jangan terlalu galak padanya Sonya, mulai sekarang kalian akan bekerjasama. Aku memberi kuasa penuh padamu untuk menghandle proyek kerjasama dengan Ryo." seru Hardhan sambil terkekeh pelan.


What...?!


"Tapi boss, saya masih terhitung baru di sini. Apa kata yang lain kalau saya yang di percaya untuk menghandle proyek kita..."


Boss tidak tahu sih... Gosip-gosip sadis di kantor ini... Jadi asisten pribadinya Alex saja aku dikira jual badan ke kalian... Apalagi langsung ngehandle proyek baru... Huft!!


"Kau tidak akan bisa maju kalau kau terus memusingkan perkataan orang lain Sonya. Saya sudah cek kinerjamu di anak perusahaan saya tempat kau kerja sebelumnya. Kau di bagian perencanaan sudah cukup lama, itu saja sudah cukup. Kalau ada yang tidak puas dan menindasmu, suruh dia berhadapan langsung ke saya."


Mau bagaimana lagi kalau Sultan sudah bertitah...


Sonya mengangguk, "Baik boss."


"Nah Ryo, silahkan kalian bahas langkah selanjutnya di ruangan Sonya, kalian boleh keluar sekarang." seru Hardhan ke Ryo, sambil tersenyum Ryo dan Hardhan saling berjabat tangan, sebelum akhirnya menghampiri Sonya dan berdiri tepat di depannya.


"Selamat bergabung..." seru Ryo sambil mengulurkan tangannya, "Terima kasih, mari ikut saya..." balas Sonya menyambut uluran tangan Ryo.


"Kami permisi dulu Boss... Pak Alex..." seru Sonya sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan Hardhan.


Semua mata tertuju ke mereka ketika Sonya membuka pintu divisi kesekretariatan, lebih tepatnya tertuju ke Ryo. Sonya tergoda untuk melempar pulpen ke mulut karyawan wanita yang pada menganga itu.


Sonya membuka pintu ruangannya, "Silahkan masuk..." seru Sonya ke Ryo sambil menahan pintu.


Ryo masuk dan melihat-lihat isi ruangan kerja Sonya, "Lumayan..." gumam Ryo.


Sonya duduk di balik kursinya, matanya terus mengawasi Ryo.


"Jangan terus memandangku seperti itu... Nanti kau bisa jatuh hati padaku..." goda Ryo sambil tersenyum miring, yang justru membuatnya terlihat lebih mempesona lagi. Ryo duduk tepat di depan Sonya.


Sonya tertawa hambar mendengarnya, "Tidak berubah juga kamu yaa..."


Ryo mengangkat bahunya secara tidak acuh, "Aku suka dengan apa adanya aku..."


"Oh astaga Sonya... Kau sudah menyakiti hatiku dengan teramat sangat dalam..." desah Ryo sambil memegang dadanya dengan dramatis.


Sonya mendengus, "Tidak lucu..."


Ryo mencondongkan tubuhnya ke Sonya, "Mau aku beritahu satu rahasia padamu...?, tapi kau harus berjanji untuk merahasiakannya..."


"Tidak mau..." jawab Sonya acuh.


"Ah tapi aku akan tetap memberitahumu..., Kau tahu kenapa aku meminta Hardhan berinvestasi di proyek baruku ini...?" tanya Ryo.


"Karena perusahaanmu sudah mau bangkrut... Dan itu adalah konsekuensi dari perbuatanmu sendiri, karena sudah berani menggoda istri Boss... Kamu mengalami banyak kerugian karena itu, berapa yaa... Hmm hampir setengah triliun kan...? Padahal itu hanya sentilan kecil dari Boss Hardhan... Apa jadinya kalau dia benar-benar berniat menghancurkan perusahaanmu." jelas Sonya, lalu melambaikan tangannya ketika Ryo akan memotong perkataannya.


Sonya mencondongkan dirinya ke Ryo, "Sebenarnya kamu ingin menjalankan proyek ini untuk perusahaanmu sendiri iya kan...? Tapi berhubung perusahaanmu sedang goyang dan butuh dana segar, jalan terbaik adalah meminta Boss Hardhan berinvestasi di proyek ini. Boss Hardhan sudah menyebabkan perusahaanmu mengalami banyak kerugian, maka dari itu kamu membuat Boss Hardhan harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit juga untuk proyek barumu dengan alasan investasi dan sebagai imbalan atas infomu yang sangat berharga itu, yang mampu menyeret Karina ke penjara..." lanjut Sonya dengan penuh percaya diri.


"Waahh... Aku kira kau hanya jago meninju wajah orang saja Nyaa... Tidak ku sangka kau bisa secerdas ini... Kau sudah menjabarkan apa yang ingin aku ceritakan padamu tadi dengan tepat... Wow..." seru Ryo takjub, lalu mencondongkan lagi tubuhnya ke Sonya, "Apa kau bersedia menjadi sekretarisku...?" goda Ryo.


"Kalau kau mau tinjuku mendarat lagi dihidungmu, dan mematahkannya untuk kedua kalinya...!!" gertak Sonya membuat Ryo tergelak.


"Apanya yang lucu...?" tanya Sonya sambil memicingkan kedua matanya.


"Aku selalu suka semangatmu Nyaa... Sejak kau mematahkan hidungku... Aku jadi selalu memikirkanmu..." goda Ryo.


Sonya kembali mendengus, "Pasti itu karena kamu ingin mencekikku..."


Tawa Ryo kembali pecah, membuat kening Sonya mengkerut, "Aahh..., ternyata aku membuat keputusan tepat meminta Hardhan berinvestasi di proyek ini... Terutama karena kau lah yang ditunjuk Hardhan untuk menghandle proyek ini..." ujarnya dengan nada riang.


"Untung bagimu tapi tidak untukku..." gumam Sonya lebih ke diri sendiri.


Gosip apa lagi yang akan beredar nanti, ketika mereka tahu aku langsung menghandle proyek besar ini...? Huft!


"Apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu...?" tanya Ryo.


"Apa...? Oh bukan apa-apa..." jawab Sonya sambil mengibas tangannya.


"Keningmu selalu mengkerut tiap kali ada masalah yang mengganggumu..."


"Sok tahu kamu..., kaya sudah kenal lama saja sama aku..."


"Heyy..., kita sudah saling mengenal sejak masa kuliah Sonya..." protes Ryo.


"Kenal belum tentu dekat... Lagipula siapa yang tidak kenal kamu... Playboy dan pacar kampus..." ledek Sonya.


"Daripada kau jadi macan kampus..., karena terkenal galak dan juteknya..." balas Ryo kesal yang membuat tawa Sonya pecah, tawa yang menular karena Ryo juga ikut tertawa, menertawakan julukan konyol mereka di kampus.


Sementara dari balik pintu, Alex yang tadinya berniat menengahi mereka kalau mereka kembali ribut, membatalkan niatnya. Karena terdengar jelas mereka bukan ribut, tapi malah tertawa bersama.


Alex menjauhkan tangannya dari handle pintu, lalu balik badan dan mendapati para karyawannya yang sedang menatapnya, "Sedang apa kalian? cepat kembali bekerja!" perintah Alex.