
Entah karena terbawa suasana yang romantis, dengan panorama matahari yang terbenam, diiringi alunan merdu pemusik lokal, dan para anak buahnya yang tidak ada hentinya untuk selalu menggodanya, tentang bagaimana mereka menghabiskan malam pertama mereka, membuat gairah Alex kembali bangkit.
Alex kembali menendang kaki Sonya, meminta perhatian Sonya, karena sedari tadi Sonya asik ngobrol dengan Kei, dan mengabaikannya.
Dengan wajah kesal Sonya berbalik menghadap Alex, "Kenapa...?" desisnya kesal.
Alex mencondongkan dirinya ke Sonya, "Bersiaplah, saya akan meminta hak saya malam ini!" bisiknya lembut, Alex melihat wajah Sonya yang langsung merona merah.
"Apa kamu sudah gila membicarakan hal itu di sini...? kita masih di tempat umum..." desis Sonya lagi.
Alex mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh, "Saya hanya ingin kau tahu, kalau akibat dari tantanganmu di pantai tadi, sudah benar-benar meruntuhkan pengendalian diriku. Dan kau harus bertanggung jawab karenanya."
"Iya aku tahu..." sahut Sonya sambil merosot di kursinya.
"Ikut saya sebentar." seru Alex sambil menarik tangan Sonya.
"Mau kemana...?" tanya Sonya sambil berusaha mengikuti langkah lebar Alex.
Alex menghentikan langkahnya ketika dirasa sudah cukup jauh dari yang lainnya.
"Dengarkan saya, mulai malam ini kita akan bersikap sebagaimana layaknya pasangan suami istri. Dan saya tidak mau kamar kita terpisah lagi. Mengerti?" tegas Alex, Sonya mengangguk setuju.
"Saya tahu kamu membenci saya, dan saya pun tidak menyukaimu. Dan saya ingin perasaan kita biar tetap seperti ini, jangan ada yang berubah." lanjut Alex.
Sonya mengerutkan keningnya, "Maksudnya...?" tanya Sonya bingung.
"Maksud saya, kau harus tetap membenci saya, jangan sampai kau jatuh cinta sama saya, karena sampai kapan pun saya tidak akan pernah bisa membalas cintamu."
Bagaimana aku bisa mencegah diriku untuk tidak jatuh cinta padamu Lex...? Kalau aku sudah terlanjur jatuh cinta. Tapi untuk sekarang lebih baik aku mengiyakan saja... Aku percaya seiring berjalannya waktu, Alex pasti juga akan mencintaiku, dan melupakan mantan sekretaris sialannya itu...!
"Cih, percaya diri sekali kamu Lex, siapa juga yang akan jatuh cinta sama Jailangkung kutub macam kamu... Kita hanya saling membutuhkan untuk menyalurkan gairah kita... Iya kan...?" ujar Sonya.
"Bagus, dan satu hal lagi. Kamu harus mulai meminum pil KB. Karena aku tidak ingin memiliki anak."
*Astaga... Apa sedalam itu luka yang ditinggalkan sekretarisnya sampai-sampai Alex tidak ingin memiliki anak... Apa sekretarisnya sudah menggugurkan anaknya Alex...?
Pantas saja Alex menjadi seperti ini...
Tidak apa-apa Lex... Perlahan-lahan aku akan membuatmu melupakannya, dan mengalihkan cintamu padaku. Aku akan mengembalikan dirimu yang dulu, Alex yang ceria dan murah senyum*.
"Hmmm Ok... Aku juga belum kepikiran untuk memiliki anak... Ada lagi syarat lainnya...?" balas Sonya.
Tuhan maafkan aku sudah membohonginya...
Alex menggeleng, "Tidak, hanya itu saja. Ayo kita gabung lagi dengan yang lainnya."
Kali ini Alex tidak menyeret Sonya, tapi menuntunnya dan menghampiri Hardhan. Sonya melihat Talita sudah kembali ke tempat duduknya, ia menatap nanar ke arah Alex.
"Boss boleh kami izin kembali ke resort lebih dulu?" tanya Alex yang disambut dengan kekehan Hardhan.
"Ya... Saya mengerti apa yang kau rasakan sekarang. Kembali lah ke resort, dan saya akan menahan yang lainnya di sini supaya tidak ada yang mengganggu kalian..." seru Hardhan.
"Terima kasih Boss."
****
Alex mengunci pintu kamarnya, kemudian melepas jasnya dan membiarkannya tergeletak begitu saja di lantai. Mata mereka saling menatap dengan penuh hasrat, Alex melihat Sonya yang salah tingkah, karena ini pertama kali untuknya, begitu juga dengan Alex.
Harus dimulai darimana...? Ah mungkin menciumnya dulu... Tanyanya dalam hati.
Alex dibanjiri rasa panas, sekujur tubuhnya terasa terbakar, pasrah menghadapi serbuan gairah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dan membiarkan gairah itu menuntunnya.
Sonya merasakan bibir Alex menyusuri dagu dan pipinya, meninggalkan jejak panas kemanapun bibir itu menyentuhnya, ke lehernya, ke daun telinganya, sebelum akhirnya kembali mel*mat bibirnya dengan tekanan yang lebih mendesak. Membuat Sonya gemetar di dalam pelukan Alex.
Sonya menarik kemeja Alex sampai keluar dari celana panjangnya, jemarinya membuka satu persatu kancing kemeja Alex dengan tidak sabar, ia ingin segera menyentuh kulit Alex, dan ototnya yang keras.
Alex membopong Sonya, dan merebahkannya di atas tempat tidur. Dengan mata yang tidak pernah beralih dari mata Sonya, Alex menanggalkan sendiri pakaiannya, dan Sonya terkesiap melihat bukti gairah Alex, ia langsung menutup dirinya dengan selimut sampai menutupi kepalanya
"Tidak jadi... Aku takut..." seru Sonya sambil meringkuk di dalam selimut itu.
"Kenapa?" tanya Alex dengan suara serak sambil berusaha menarik selimut itu, tapi sekuat tenaga Sonya menahannya.
"Terlalu besar aku takut... Tidak akan berhasil... Punyaku kecil...!" jerit Sonya.
Sial wanita ini... Sudah membuatku nyaris setengah gila karena terbakar gairah, sekarang dia menolaknya dengan alasan konyol...
Dengan kasar Alex menarik selimut itu, kemudian menggulungnya dan membuangnya asal. Sonya berusaha turun dari tempat tidur tapi Alex menahannya, dan mengungkungnya di bawahnya.
"Sonya hei lihat aku!" seru Alex.
Sonya berhenti berontak dan langsung melihat Alex.
"Kau harus percaya padaku, sakitnya hanya sekali, setelah itu tidak lagi." jelas Alex.
"Tapi..."
"Kau ingat kenikmatan yang kau rasakan saat di Paris...?" potong Alex, tidak ingin membiarkan Sonya takut dengan pikirannya sendiri.
Sonya mengangguk, "Itu tidak ada apa-apanya dengan yang akan kau rasakan nanti." bujuk Alex lembut.
"Kamu yakin...?" tanya Sonya.
Alex mengangguk, "Sekarang kau hanya tinggal diam saja, biarkan saya yang bekerja."
Sambil berbaring miring Alex kembali mencium Sonya, jemari tangannya menyentuh area sensitif Sonya, membuat leguhan-leguhan nikmat keluar dari mulutnya, Alex terus melakukan itu sampai akhirnya Sonya menjerit karena gelombang kenikmatan yang menghampirinya.
Setelah itu Alex kembali naik ke atas Sonya, dan mulai bergerak untuk menyatukan tubuh mereka, seketika kaki Sonya menjadi kaku.
"Lemaskan kakimu." pinta Alex.
Sonya berusaha untuk tetap tenang dan melemaskan kakinya, walaupun rasanya ingin menarik diri.
Dengan nafas terengah Alex kembali menekan maju, dengan sangat hati-hati, mempersiapkan Sonya untuk menerimanya sampai ia merasa sesuatu menahannya untuk terus maju.
Alex kembali mencium Sonya, dan berusaha menenangkannya, begitu Alex merasa Sonya sudah sedikit lebih tenang dan kembali menikmati ciumannya, Alex bergerak maju menerobos selaput dara Sonya.
"Aarrgghhh....!!!" Sonya menjerit kesakitan dan langsung mendorong Alex sekencang mungkin dengan kedua tangan dan kakinya, membuat Alex terlempar ke sampingnya.
Nah... Apa yang akan dilakukan Alex selanjutnya...?
Marah...? merajuk...? atau tetap melanjutkan...?
Nantikan di bab selanjutnya besok pagi yaa... Jari Author sudah keriting nih... 6 bab hari ini...😁✌
Happy Reading... and Happy Satnight All....😘