
Sonya terbangun dengan suara tangisan seseorang, Sonya memaksa membuka matanya meski terasa berat, karena rasa kantuk dan lelah yang teramat sangat. Tapi suara tangis yang memilukan itu kembali terdengar.
Sonya langsung bangun dan duduk ketika tahu Alex lah yang sedang menangis pilu, meski tidak ada air mata yang keluar dari matanya, tapi rintihannya benar-benar terdengar pilu.
"Lex... Bangun Lex..." Sonya menggoyangkan bahu Alex, tapi Alex bergeming dan menggumamkan sesuatu yang kurang jelas terdengar.
"Apa? Kamu bicara apa sih Lex?" tanya Sonya berusaha mendekatkan telinganya ke mulut Alex.
"Jangan... Ra... tolong..." racau Alex sebelum akhirnya terisak lagi.
Ra? Siapa Ra?
"Ya Tuhan... Kamu kenapa sih Lex?" Sonya kembali mengguncang tubuh Alex, tapi Alex tetap bertahan di alam mimpinya.
"Jangan pergi... Ra... Rara!!" racau Alex lagi sambil menggelengkan kepalanya, dan badannya bergetar karena tangisannya.
Tanpa sadar air mata Sonya menetes, entah apa yang menyebabkan Alex menjadi seperti ini, melihatnya sesedih itu membuat Sonya jadi ikut sedih karenanya.
Sonya langsung merebahkan badannya di samping Alex, dan memeluknya, badan Alex masih bergetar dengan isakan tangisnya, Sonya mengelus lembut dada Alex sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan di telinganya.
"Ssttt... Tidak apa-apa menangis lah kalau itu bisa membuatmu tenang sayang... Aku ada disini... Aku akan selalu ada disampingmu..." bisik Sonya.
Tuhan... Sebesar itukah rasa cinta Alex ke mantan sekretarisnya itu?
"Aku mencintaimu... Apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu... Aku berjanji selama kamu tidak memintaku pergi, dan kamu tidak mengkhianatiku, aku akan selalu bersamamu... Dan kita akan menua bersama..." bisik Sonya lagi, masih berusaha menenangkan Alex.
Jemari Sonya menyusuri kening, pipi, dagu dan bibir Alex yang sedikit membuka. Gumaman masih keluar dari tenggorokannya, dan Sonya langsung mencium bibir Alex. Mengulum dan melum**nya. Sampai tidak terdengar lagi isakan Alex, dan Alex sudah berubah santai, badannya tidak setegang tadi lagi.
Merasa Alex sudah mulai tenang, Sonya merebahkan kepalanya di dada Alex, Sepertinya aku harus mencari tahu siapa sekretarisnya itu... Akan kupatahkan hidungnya nanti!! gumam Sonya dalam hati lalu menguap lebar, rasa kantuk kembali menyerangnya, dan ia pun tertidur.
Paginya Sonya bangun di dalam pelukan hangat suaminya, ia memunggungi Alex. Hembusan nafas tertatur Alex seperti meniup ubun-ubunnya.
Sonya balik badan, dan mendapati Alex yang entah sudah bangun berapa lama tersenyum manis padanya begitu Sonya menatapnya, "Sepertinya satu tahun kedepan aku akan bahagia dan makmur..." gumam Alex.
Sonya mengerjapkan matanya tidak mengerti, "Kenapa?" tanyanya.
"Karena orang pertama yang kutemui saat awal tahun adalah wanita cantik... Yang sekarang sedang menganga menatapku..." jawab Alex ringan.
"Wanita cantik?" ulang Sonya, otaknya loadingnya belum seratus persen karena baru bangun tidur, jadi sedikit lemot.
Alex menaikkan sebelah alisnya.
"Ah, Iya aku tahu.... tradisi di sini ya kan?" tanya Sonya sambil menyeringai setelah mengingat kata-kata Alex kemarin.
Apa dia tidak ingat semalam mengigau dalam tidurnya?
Sonya menatap penuh mata Alex, melihat tanda-tanda ia ingat kejadian semalam, tapi sepertinya semalam Alex benar-benar tidak sadar.
"Buon anno nuovo a te!" seru Alex sambil tersenyum manis sebelum mengecup bibir Sonya.
"Sabun?" tanya Sonya, kali ini Alex yang mengerjap-ngerjapkan matanya dengan bingung.
"Sabun..." ulangnya.
"Itu tadi kamu bilang nuvo..." jelas Sonya dan tawa Alex langsung pecah, Alex benar-benar tergelak, Sonya terpana memandangnya.
Ya... Demi bisa bersama Alex yang seperti ini... Aku rela seumur hidup dia tidak akan pernah tahu kalau aku mencintainya. Biarlah aku mencintainya dalam diam. Cintaku saja sudah cukup besar untuk kami berdua.
"Oh, astaga... Kamu lucu sekali Son..." seru Alex sambil menghapus air mata tawa di sudut matanya.
Sonya pura-pura memberengut, "Lalu arti kata-katamu yang tadi itu apa?" tanyanya.
"Artinya Selamat Tahun Baru untukmu..." jawab Alex, tawanya tinggal kekehan pelan sekarang.
"Oh... Ya... Buon anno juga untukmu... By the way, hari ini kita akan kemana?" tanya Sonya.
Sonya memicingkan kedua matanya, "Kamu tahu benar Alex... Sejak pertama kali kamu membawaku ke kantor itu... Aku tidak memiliki satupun teman... Kalau haters banyak... Aku belum mengucapkan terima kasih padamu untuk itu...." sindir Sonya.
"Kamu saja yang tidak bisa bergaul..." ejek Alex.
"Bagaimana aku mau bergaul... Mereka selalu siap menjambak rambutku tiap kali melihatku..." rutuk Sonya lalu menambahkan, "Lihat wanita murahan itu yang sudah menggoda Alex kita..." lanjutnya menirukan suara karyawan wanita di kantor.
"Apa kabarnya kalau sampai mereka tahu aku bukan saja sudah menggoda Alex mereka... Tapi juga sudah menikahinya! Ahh aku merindukan kantor lamaku..." desah Sonya.
"Apakah seburuk itu?" tanya Alex.
"Ya... Membuat maagku kambuh hampir tiap hari, karena aku sering melewatkan makan siangku dikantor..."
"Kenapa kamu melewatkan makan siang?"
Sonya mengangkat bahunya, "Aku hanya malas mendengar ocehan wanita-wanita pendengki itu. Tapi untunglah belakangan ini Ryo sering menjemputku untuk makan siang, jadi aku terselamatkan."
"Kamu sering makan siang diluar sama Ryo?"
"Iya... Sekalian bahas masalah proyek."
"Modus sekali dia..." gumam Alex pelan.
"Kamu bilang apa?" tanya Sonya.
"Bukan apa-apa. Mulai sekarang aku akan menemanimu makan siang..." tegas Alex, "Dan jangan berpikiran macam-macam dulu... Aku melakukan itu karena tidak mau maagmu kambuh, nanti malah merepotkanku..." lanjut Alex.
"Tidak perlu Lex... Kamu pasti sibuk dengan boss... Aku janji akan makan siang... Kalau Ryo tidak bisa menemani, aku bisa minta Owen menemaniku, dia pasti tidak akan menolak..." sahut Sonya.
"Jelas saja Owen tidak akan menolak, pria itu belum mau melepaskanmu! Dan kamu jangan membantah lagi... Aku akan makan siang denganmu, walau harus menyeretmu juga ke ruang boss!" tegas Alex dengan nada kesal.
"Dan berapa kali kamu sudah berciuman dengannya?"
"Maksudnya?" tanya Sonya bingung.
"Sudah berapa kali kamu berciuman dengan Owen?" ulang Alex.
"Oh astaga..." pekik Sonya, "Kenapa kamu menanyakan itu? Itu bukan urusanmu..." lanjut Sonya dongkol.
"Bukan urusanku apanya... Kamu istriku sekarang... Dan aku juga melihatmu berciuman dengannya sewaktu di bandara, saat kita mau ke Paris... Sudah tentu itu jadi urusanku juga ketika ada pria lain yang sudah menciummu!"
Ada apa sih dengan Jailangkung satu ini.... Kesambet kali yaa?
"Lex itu kan sebelum aku menikah denganmu!"
"Tetap saja aku perlu tahu!"
"Konyol sekali... Aku tidak mau menjawab!"
"Terserah..." rutuk Alex kesal sambil berbalik memunggungi Sonya.
Sonya yang merasa tidak salah juga merasa kesal, ia pun berbalik badan memunggungi Alex juga. Lama mereka saling memunggungi dan asik dengan pikirannya masing-maaing.
sampai akhirnya kaki Alex tanpa sengaja menyentuh kaki Sonya, lalu Sonya mendorong kaki Alex dengan kakinya agar menjauh, Alex tidak mau kalah ia juga mendorong kaki Sonya.
Merasa konyol dan kekanakan, Sonya langsung balik badan pun demikian dengan Alex, mereka saling menatap yang awalnya dengan tatapan tajam, lama-lama berubah menjadi tatapan penuh gairah, sejurus kemudian mereka bercinta lagi, dan masalah ciuman itu pun terlupakan sudah.
Bab terakhir di hari ini yaa Readers...
Besok Alson hadir kembali...😘
Happy Reading...