Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Semua Sama Saja


Hari sudah menjelang malam ketika Sonya sampai di Apartment. Setelah memasukkan password Sonya membuka pintu Apartmentnya pelan-pelan, berharap Alex sudah masuk ke kamarnya dan tidak mendengar Sonya sudah kembali.


Lalu ketika sensor gerak berbunyi Sonya langsung menghela nafas kesal, ia lupa sensor itu akan bunyi jika ada orang yang lewat. Tapi kalaupun tidak ada sensor itu juga percuma, karena Alex sedang duduk di meja bar dan terlihat sedang fokus dengan laptopnya.


Tapi tidak ada tanda-tanda ia akan marah, Alex tetap tenang seperti biasanya, seperti tidak terjadi apapun hari ini.


Atau jangan-jangan bukan Alex yang ambil alat itu yaa? tanya Sonya dalam hati.


Sonya melirik dapur masih bersih, itu berarti Alex belum makan malam, "Aku mandi dulu yaa... Setelah itu baru masak untuk makan malam..." seru Sonya.


Alex tetap acuh, jemari tangannya masih sibuk mengetik di laptop itu, jangankan menatap Sonya melirikpun tidak. Merasa diabaikan Sonya beranjak masuk ke kamar, dan langsung menghela nafas lega.


"Tuhan... Syukurlah bukan Alex yang ambil alat itu. Kalau Alex yang mengambilnya, kata-kata menyakitkan pasti sudah berhamburan keluar dari mulutnya...." gumam Sonya.


Atau jangan-jangan ini ketenangan sebelum datangnya badai? Sonya begidik sendiri membayangkannya, dan langsung bergegas ke kamar mandi.


Dan ketika Sonya ke dapur, Alex masih duduk di tempat yang sama, dan masih tetap asik dengan laptopnya. Sonya seperti tidak terlihat olehnya.


Sambil mendesah nafas kesal, Sonya mulai menyiapkan makan malam mereka, Sonya langsung fokus dengan kegiatan masaknya dan sejenak melupakan suaminya.


Setengah jam kemudian makanan sudah tersaji di meja makan, dan Sudah tertata rapi.


"Makan dulu Lex...." seru Sonya.


Sonya menduga Alex akan terus fokus ke laptopnya, tapi diluar dugaannya, Alex langsung menutup laptopnya dan pindah duduk ke kursi makannya. Wajahnya datar tidak terbaca, dan Sonya masih bertanya-tanya Alex atau bukan yang sudah mengambil alat itu.


"Bagaimana pembahasan proyek hari ini dengan Ryo?" tanya Alex dingin, matanya fokus ke makanannya.


Ini dia lagi ngetes aku atau memang serius nanya sih? Biasanya Alex jarang bertanya tentang proyek ini...


"So far berjalan lancar..." jawab Sonya.


"Berjalan lancar apanya? Proyeknya atau Angry Roomnya?" Alex kembali bertanya dengan nada dingin.


Deg, jantung Sonya terasa mau copot, keringat dingin sudah membasahi telapak tangannya.


Ternyata benar Alex yang sudah mengambil alat itu... Tapi bagaimana ia bisa tahu aku dan Ryo ke Angry Room? Secara alat itu kan tidak terpasang lagi di handphoneku... gumam Sonya dalam hati.


Sonya menjadi salah tingkah, ia bingung harus menjawab apa.


"Maaf..." akhirnya hanya kata itu yang berhasil keluar dari mulutnya.


"Apa kau sudah merasa tenang sekarang? Sudah merasa plong karena sudah mengumbar masalah rumah tanggamu di depan pria lain?"


Ternyata dugaanku benar, tadi itu adalah ketenangan sebelum datangnya badai. Kenapa kata-katanya membuatku jadi merasa bersalah sihh?


"Iya... Tapi bagaimana kamu bisa menebak aku mengumbar masalah rumah tangga kita?" tanya Sonya.


Alex mengangkat bahunya, "Hanya tebakan beruntung!"


Sonya menyipitkan matanya ke Alex, "Kenapa kamu bisa setenang ini? Biasanya kamu akan mengeluarkan amarahmu... Dan melampiaskan nafsumu padaku!"


"Mulai sekarang kau bebas kemanapun kau pergi, aku tidak akan menaruh alat pelacak itu lagi di handphonemu, dan aku tidak akan menugaskan lagi Ekram dan Damar untuk mengawalmu!" cetus Alex sambil berdiri, kemudian beranjak pergi ke kamarnya setelah mengambil laptopnya, tanpa melirik sedikitpun ke Sonya. Dan selama mereka bicara tadi, Alex seolah enggan melihat wajah Sonya.


Tuhan... Lebih baik aku menghadapi amarahnya... Daripada sikap dinginnya... Setidaknya suasana hati Alex menjadi lebih baik setelah bercinta.


**********


Keesokan paginya, Alex masih tetap bersikap dingin pada Sonya. Ia bahkan tidak menyentuh makanannya dan langsung bersiap pergi ke kantor.


"Hmmmm." balas Alex kemudian kembali melanjutkan langkah kakinya keluar dari Apartment.


"Dia bahkan tidak menawariku tumpangan ke kantor, Huft!"


Akhirnya Sonya kekantor menggunakan taksi online, Setelah sampai diruangannya Sonya meletakkan tasnya di atas meja, dan langsung menuju area pantry, terdengar gosip beberapa karyawan ketika Sonya sudah mendekati pintu masuk pantrynya.


"Hah serius? Pak Alex kembali duduk di kursi Executive Directornya? Dia tidak di kesekretariatan ini lagi?"


"Yaahh... Aku tidak bisa melihat penyemangat pagiku lagi deh... Aku semangat bangun pagi karena ingin segera melihat pak Alex..."


"Betul... Kita tidak bisa ke lantai paling atas itu kalau tidak disuruh... Paling kita hanya bisa berharap Alex dan Boss Hardhan makan di rooftop... Yang sayangnya jarang sekali mereka lakukan..."


"Ada gosip lagi nih... Katanya Sonya akan diangkat menjadi Manager Pemasaran, menggantikan pak Setyo yang sudah mau pensiun..."


Manager pemasaran? Apa boss Hardhan sudah gila?


"Ah gila sih... Mulus banget karir tuh wanita satu disini..."


"Dengar-dengar itu karena dia bisa menjalin kerjasama dengan Damanik Group..."


"Dia terlihat dekat dengan anak tertua Damanik, siapa namanya?"


"Ryo..."


"Nah betul Ryo, aku beberapa kali melihat mereka makan di kafe hanya berdua saja... Apa mereka pacaran?"


"Wah bisa jadi... Mungkin Sonya sudah bosan dengan Pak Alex, jadi sekarang beralih le Ryo..."


"Kalau menurut aku nih yaa... Bukan Sonya yang bosan sama Pak Alex... Tapi Pak Alex yang bosan sama dia..."


"Iya... betul... Kalian lihat kan akhir-akhir ini Sonya terlihat murung, seperti orang yang sedang patah hati..."


"Sukurin... Sok kecantikan sih jadi orang... hahaha..."


Sonya tidak mendengar kelanjutan gosip tadi, karena ia sudah balik badan menjauh dari pantry, dan lebih memilih ke roorfop, pupus sudah harapannya memiliki teman dikantor ini.


Setelah sampai di rooftop Sonya memesan hot Chocolate untuk menenangkan pikirannya.


Haaa... Tidak di Apartment... Tidak di kantor... Semua sama saja... Sama-sama memusuhiku... Nasibmu Nyaaa....


Baru tiga kali Sonya menyesap hot Chocolatenya ketiba handphonenya berbunyi, dan Kei yang meneleponnya.


"Ada apa Kei?" tanya Sonya.


"Kamu sedang sibuk tidak... Kalau tidak apa kamu bisa ke kafe sekarang Nyaa... Tadi karyawanku telepon katanya ada Oma-Oma yang mencariku... Kemungkinan itu Omanya Alex, coba kamu cek dulu ke kafe ya Nyaa... Aku baru siap-siap nih sekarang..."


"Owh, Ok..."


"Sekalian kita lanjutkan pembicaraan kita yang terputus karena kedatangan Oma yaa..."


"Iyaa..." balas Sonya.


"Ok sampai jumpa di kafe... Bye darling..."


"Bye..."


Setelah mematikan handphonenya Sonya bergegas ke arah lift, tadinya ia ingin memesan ojek online, tapi karena mallnya ada di sebelah kantor ini, jadi Sonya memutuskan berjalan kaki saja.