Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Mencari Perhatian?


Alex baru saja memarkir mobilnya ketika Ekram pengawal Sonya meneleponnya.


"Pak Alex, Nona Sonya terlibat kecelakaan mobil!!" lapor Ekram, membuat jantung Alex seakan berhenti dan rasa panik dan khawatir langsung menguasainya.


"Apa kalian tidak bisa menjaganya?!!! Kecelakaan dimana?! Bagaimana kondisinya sekarang?!!!" raung Alex sambil mengemudikan lagi mobilnya.


"Nona Sonya baik-baik saja Pak... Tapi sepertinya pemilik mobil mewah yang ditabrak Nona Sonya marah dan berniat membawa Nona ke kantor polisi..."


Alex merasa udara segar kembali mengalir masuk ke paru-parunya, sambil memejamkan matanya ia menghela nafas lega.


Terima kasih Tuhan...


"Kantor polisi mana saya segera kesana?" tanya Alex.


"Simpang tiga jalan X Pak..." jawab Ekram.


"Sekarang kalian cek plat nomor mobil itu, siapa pemiliknya dan cari tahu data dirinya!" seru Alex.


"Baik Pak..."


Setelah mematikan sambungan teleponnya, Alex langsung tancap gas ke kantor polisi yang disebutkan Ekram tadi.


"Mobil itu salah satu fasilitas kantor untuk Direktur H Group Daniel Pratama, tapi Pak Daniel memberikannya ke wanita simpanannya, dan membiarkan wanita itu menggunakannya sesukanya, kemudian mereimburse segala pengeluaran untuk mobil itu seperti bensin, service dan sebagainya ke kantor... Dan sekarang mereka meminta Nona Sonya uang ganti rugi sebesar lima ratus juta untuk kerusakan mobil itu..." lapor Ekram sesampainya Alex di kantor polisi.


"Good job!" seru Alex sambil menepuk-nepuk bahu Ekram.


Alex mendengar suara seseorang ketika ia sudah mendekati pintu masuk, "Kau harus membayar ganti rugi itu, masih untung wanitaku hanya meminta ganti rugi sebesar itu... Kau tahu berapa harga mobil yang kau tabrak tadi? Bertahun-tahun kau jual diripun belum tentu bisa kau membelinya!"


Apa dia menghina kucing liarku?!


Sambil mengepalkan kedua tangannya Alex bergegas masuk, "Apa kau menyuruh istri saya menjual diri?" tanya Alex dengan suara dingin dan berat.


Mendengar suara Alex Sonya langsung balik badan dan melihat Alex sudah berdiri gagah di belakangnya, bersama dengan Ekram dan Damar.


Ah... Aku lupa ada Ekram dan Damar yang selalu membuntutiku... Pasti mereka yang mengadu ke Alex.


"Ppppaaak Alex... Kkenapa Bapak disini?" tanya pria itu dengan tergagap.


Alex tidak menjawab, ia melewati Sonya dan pria itu, menuju langsung ke meja polisi, "Saya ingin mengajukan tuntutan ke Daniel Pratama atas penyalahgunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Dan juga atas pemerasan dan penghinaan terhadap istri saya!" ujar Alex, membuat wajah Daniel yang tadi terlihat sombong menjadi pucat pasi.


"Baik... Silahkan lengkapi berkas tuntutannya..." sahut polisi itu.


"Ppak Alex maafkan saya... Saya tidak tahu kalau wanita itu istri Pak Alex..." seru Daniel sambil menghampiri Alex, lalu menatap wanitanya, "Cepat minta maaf pada istri Pak Alex!!" perintahnya.


"Aku tidak mau... Dia sudah menabrak mobilku!!!" rengek wanita itu.


Daniel tersenyum kikuk ke Alex lalu kembali menatap tajam ke wanitanya, "Dasar bodoh... Itu mobil kantor!! Cepat minta maaf!!"


"Katamu itu mobil kamu... Jadi selama ini kamu membohongiku?!" teriak wanita itu, Sonya jadi merasa kasihan dengan Daniel karena memilih wanita itu sebagai kekasihnya, cantik sih tapi otaknya dangkal.


Mengabaikan keluhan wanitanya Daniel kembali menatap Alex, "Pak Alex... Tidak bisakah di selesaikan dengan cara kekeluargaan?" tanya Daniel dengan nada memelas, tapi Alex masih mengacuhkannya.


"Aku juga ingin menuntut wanita itu karena sudah menyebabkan tanganku memar!!"


"Diam kau sialan!!" teriak Daniel ke wanitanya.


"Harap kalian tenang!!!" seru pak polisi.


Setelah melengkapi berkas perkaranya, dan memberikan kartu nama pengacaranya, Alex langsung berdiri menjulang di depan Daniel,


"Tidak ada ampun untuk penghina keluargaku!!" jawab Alex dingin, "Kau sudah melanggar PP (Peraturan perusahaan) dan Peraturan kerja bersama, serahkan surat pengunduran dirimu paling lambat sore ini!!" lanjut Alex, kemudian beranjak pergi.


"Pak Alex tolong Pak... Maafkan saya Pak!!" Daniel menahan lengan Alex, lalu Ekram dan Damar menjauhinya dari Alex.


"Damar... Ambil kunci mobilnya, dan bawa kembali ke kantor pusat!" perintah Alex


"Baik Pak!!" sahut Damar.


Tanpa banyak tanya Sonya langsung mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam tasnya, dan menyerahkannya ke Alex, yang langsung diserahkan Alex ke Ekram, "Bawa ke bengkel!"


"Baik Pak!"


Setelah itu Alex menarik lengan Sonya, dan membawanya keluar dari kantor polisi itu,


"Masuk!" seru Alex dingin ketika sampai di mobilnya. Dengan enggan Sonya masuk ke mobil Alex.


"Kenapa kau selalu saja membuat masalah?!" geram Alex.


"Maaf..." hanya itu yang keluar dari mulut Sonya sambil memainkan kuku jarinya, ia memang salah karena tidak hati-hati saat mengemudi tadi.


"Apa kau ingin menarik perhatianku?!" tanya Alex dengan nada sinis.


"Hah? Maksudnya?"


"Kau dengan sengaja menabrakkan mobilmu untuk mencari perhatianku, Supaya aku khawatir dan datang menyelamatkanmu, iya kan?" tukas Alex.


Astaga... Apa aku segila itu ingin mencelakai diriku sendiri hanya karena ingin mendapat perhatiannya!


Sonya tertawa hambar, "Siapa yang memintamu untuk menyelamatkanku? Apa aku meneleponmu? Tidak kan?! Bahkan saat polisi tadi memintaku untuk menghubungi suamiku pun aku tetap tidak meneleponmu! Kau yang tiba-tiba saja datang dan sekarang kau menuduhku ingin mencari perhatianmu... Cih!"


"Kenapa kau tidak mau menghubungiku?"


"Untung saja aku tidak menghubungimu... Kamu datang sendiri saja sudah menuduhku seperti itu... Apalagi kalau kamu datang karena aku meneleponmu!!" sahut Sonya lalu mengalihkan perhatiannya ke luar jendela.


"Kau bisa pegang kata-kataku Lex... Aku tidak akan pernah meminta bantuan darimu lagi..." cetus Sonya.


"Bagus! Dan jangan salah paham, aku datang tadi bukan untukmu, tapi untuk mengamankan fasilitas kantor yang disalah gunakan Daniel.” balas Alex.


Sonya sudah terbiasa dengan rasa sakit dihatinya karena Alex, bukankah sudah sedari dulu Alex memang seperti itu, menyakiti Sonya dengan setiap kata yang keluar dari mulutnya?


Aku merindukan Alexku yang mungkin tertinggal di Italia...


Dan akhirnya hanya ada keheningan lagi diantara mereka berdua. Sampai akhirnya ponsel Sonya berdering, nama Ryo terlihat di layarnya dan Sonya langsung mengangkatnya.


"Ya Ryo..." sapa Sonya, sayang ia sedang melihat ke samping jendelanya jadi tidak melihat Alex yang menatap kesal padanya.


"Kau dimana? Aku sudah sampai...." tanya Ryo.


Oh astaga.... Aku lupa ada janji dengan Ryo hari ini.


"Maaf Ryo aku telat, ada kejadian tidak terduga tadi... Kamu tunggu disana yaa... Aku on the way sekarang..." jawab Sonya.


"Ok aku tunggu, bye..."


"Bye..." Sonya mematikan sambungan teleponnya.


"Aku turun di depan saja... Ada janji dengan Ryo..." pinta Sonya.


Alex langsung meminggirkan mobilnya secara mendadak, membuat pengendara mobil yang berada di belakangnya membunyikan klakson mobilnya, pun dengan motor-motor yang mengerem mendadak karena ulah Alex itu.


"Apa kamu sudah gila Lex?!" pekik Sonya.


"Turun!!" perintah Alex dengan suara dinginnya.


"Aku bilang di depan Lex bukan disini..."


"Bisa jalan kan?!"


Sambil menggerutu kesal Sonya melepas seat beltnya dan langsung turun dari mobil Alex, setelah pintu mobilnya tertutup Alex langsung menancap gasnya.


"Dasar Jailangkung gila!!" teriak Sonya dongkol.