Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Mimpi


Sonya memutuskan balik ke Jakarta sehari lebih cepat dari rencana awalnya, dan Ryo memakluminya karena Sonya memang sedang tidak enak badan. Setidaknya pekerjaannya sudah selesai ia kerjakan.


"Kenapa kamu tidak ikut balik ke Jakarta Ryo?" tanya Sonya di kapal menuju pelabuhan sebelum melanjutkan lagi dengan perjalanan darat ke bandara kota X.


"Aku stay tiga hari lagi di sini..." jawab Ryo, matanya menyipit karena silau dengan cahaya matahari yang bersinar terik.


"Kenapa?" tanya Sonya lagi.


"Aku ingin menggoda bule-bule yang sedang berwisata di sini..." sahut Ryo sambil menyeringai lebar.


"Dasar... Belum tobat juga jadi playboy..." ledek Sonya.


"Mungkin aku bisa tobat kalau kau mau membantuku..."


"Membantu apa?"


"Membantuku menutup pintu hatiku untuk cinta yang lain selain dirimu..." ujar Ryo yang langsung mendapat pukulan gemas Sonya ke bahunya,


"Mulai lagi deh ngegombalnya... Lebih baik kamu simpan saja gombalanmu itu untuk cewek-cewek bule nanti Ryo..." balas Sonya sambil terkikik, lalu terdiam ketika melihat raut serius di wajah Ryo.


"Aku sedang tidak menggombal Sonya... Aku serius..." tegas Ryo.


"Dan aku harus percaya gitu? Yang aku tahu kamu menyukai Kei..." sanggah Sonya, lalu mengalihkan perhatiannya ke lautan lepas.


"Aku tertarik dengan Kei karena sikap pongahku... Aku hanya ingin membuktikan pada teman-temanku kalau aku bisa mendapatkan cinta wanita dingin itu... Tapi denganmu.... Yaa sejujurnya aku mulai tertarik denganmu sejak kau mematahkan hidungku..." jelas Ryo, lalu terkekeh pelan,


"Selama ini wanita selalu menggunakan tubuhnya untuk menarik perhatianku, sampai dia mampu membuatku menjadi pacarnya..., tidak ada satupun yang menggunakan tubuhnya untuk menyakitiku... Seperti dirimu yang langsung mematahkan hidungku hanya dengan sekali tinju... Yang bahkan teman dekatku sekalipun tidak akan ada yang seberani dirimu..." lanjutnya.


Sonya mengangkat bahunya, "Well... Aku cuma ingin membalas perlakuanmu pada Kei... Kamu sudah membuat sahabatku itu ketakutan setengah mati..."


Ryo tersenyum lebar, "Dan membuatku terpikat padamu..."


Sonya mendengus, "Kamu mengajak Kei dansa di pesta peluncuran produk baru saat itu kalau kamu lupa... Kei yaa bukan aku..." cibir Sonya.


"Aku sengaja ingin membuatmu marah..., Sialnya aku bukan hanya membuatmu marah, tapi juga Hardhan dan suami sialanmu itu... Bayangkan dua hari aku dikurung... Dua hari! Berbagai macam pertanyaan dia tanyakan padaku... Sampai bertanya apa hubunganku dengan wanita yang tidak aku kenal sama sekali itu siapa namanya... Carmel... Yaa betul Carmel... Cih, Alex baru melepasku ketika aku berhasil meyakinkannya bahwa kau lah yang sebenarnya aku incar bukan Kei!"


Lalu Ryo menatap Sonya sambil tersenyum geli, "Untung saja saat itu kalian belum menikah, kalau sudah mungkin saat ini aku tinggal nama..."


Pantas saja Alex selalu beranggapan apapun yang di lakukan Ryo padaku itu hanya modus... Alex tahu Ryo menyukaiku.


"Kau telat broo... Sekarang aku sudah terikat..." canda Sonya sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


Ryo menatap Sonya lekat-lekat, "Kalau kau sudah tidak tahan dengan Alex bilang saja... Aku akan membebaskanmu..."


**********


Sonya terperangah melihat Alex tertidur dengan posisi setengah terlentang di sofa ruang keluarga, dengan botol brandy kosong di genggaman tangannya yang menjuntai ke lantai, dan ada beberapa botol kosong lagi di atas meja.


Tuhan... Apa yang sudah Alex lakukan?


Tapi Alex hanya bergumam tidak jelas kemudian tidur lagi, sepertinya ia benar-benar mabuk. Sambil menggelengkan kepalanya Sonya menaikkan sebelah kaki Alex yang menjuntai ke lantai itu ke atas sofa, kemudian mengambil botol kosong dari tangan Alex.


"Pasti tidak nyaman tidur seperti ini Lex..." gumam Sonya.


Sonya menunduk dan mengangkat kepala Alex kemudian meletakkan bantalan sofa dibawahnya, supaya Alex sedikit lebih nyaman. Sonya masih menunduk dan terus memandangi wajah Alex yang tertidur pulas itu, wajah yang terlihat melembut dan seperti bayi tak berdosa, sambil menyusuri jemarinya di pipi dan rahang kuat Alex, kemudian ke bibirnya yang sedikit terbuka.


Sonya terus menerus memuaskan matanya memandangi Alex, seolah ia ingin mematri tiap inci wajah Alex ke dalam ingatannya.


Tuhan... Betapa aku sangat mencintai pria ini... Tolong lunakkan hatinya untukku Tuhan... Aku tidak peduli ia tidak akan membalas cintaku... Aku hanya ingin dia mampu menerima cintaku... Membiarkan aku menyayanginya... Dan membiarkan aku mencintainya...


Sonya memekik kaget dan menjauhkan tangannya ketika Alex membuka matanya, "Kkkau tertidur di sini Lex... Aku membangunkanmu untuk pindah ke kamar..."


"Ah kau hadir lagi di mimpiku Sonya... Mau melanjutkan permainan kita yang terputus tadi?" racau Alex.


"Ppe... Permainan apa? Aku baru saja sampai Lex... Aargghh!" Sonya memekik lagi ketika Alex menariknya dan sudah mengungkung Sonya di bawahnya.


"Lepas Lex... Kamu mabuk!!" pekik Sonya sambil berusaha mendorong badan Alex, tapi seperti mendorong batu besar, Alex tidak bergeser sedikitpun.


"Kenapa terus berontak sayang... Tadi kau mampu bersikap manis..." racau Alex lagi sambil menahan kedua tangan Sonya dengan satu tangannya, sebelum mencium bibir Sonya dan mengulumnya dengan rakus, rasa dan aroma lembut brandy masih terasa di bibir Alex.


Sonya ingin menolak ciuman itu tapi tubuhnya mengkhianatinya, tubuhnya langsung bereaksi dengan ciuman-ciuman itu, membangkitkan syaraf-syarafnya yang mengirimkan gelenyar-gelenyar halus ke seluruh tubuhnya.


Alex mengangkat sedikit kepalanya, menatap penuh rindu ke mata Sonya, "Aku tidak mau terbangun dari mimpi ini... Jangan terbangun dulu... Biarkan aku melepas rinduku dulu Tuhan..." pinta Alex sebelum kembali mencium Sonya, dan tangan Alex yang bebas sudah menjelajahi tiap jengkal tubuh Sonya.


Tuhan... Aku juga merindukanmu Lex... Aku merindukan saat-saat seperti ini... Persetan Alex sedang mabuk... Aku hanya ingin bercinta lagi dengannya... batin Sonya, setitik air mata keluar dari sudut matanya.


Sonya membalas ciuman Alex dengan sama rakusnya, mengungkapkan rasa sakit hatinya... Kekecewaannya... Kerinduan, dan juga cintanya melalui ciuman itu.


Dan ketika Alex menyatukan tubuh mereka, Sonya sudah sepenuhnya memasrahkan dirinya pada Alex. Membiarkan Alex menuntun dan membimbingnya menuju puncak kenikmatan yang terasa menyakitkan.


"Aahhh Sonya... Kau benar-benar kucing liarku... Kau luar biasa..." desah Alex dengan nafas yang masih memburu dan sambil tersenyum puas.


Sonya langsung bergeser dan turun dari sofa ketika Alex menjatuhkan dirinya di sebelah Sonya dan jatuh tertidur lagi dengan posisi tengkurap, nafasnya masih sama memburunya dengan Alex.


Tuhan... Semabuk apa dia sampai menganggap ini hanya mimpi?


Tanya Sonya dalam hati.


Dengan langkah gontai, Sonya menarik kopernya ke kamar, lalu mengambil selimut dan menutupi bagian bawah tubuh Alex sampai ke pinggang, kemudian kembali melangkah ke kamarnya dan langsung merebahkan dirinya ke tempat tidur, kepalanya terasa berat dan tubuhnya yang lemah karena perjalanan yang melelahkan, belum lagi kegiatannya dengan Alex tadi, membuat Sonya langsung tertidur.


Dear Readers...


Siap-siap yaa hari ini Author Crazy Up...


Happy Reading...😊