Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
94. Pasangan serasi.


Tuan Qiang melirik ke arah Xiulin, lalu melemparkan senyuman penuh kasih sayang.


"Nanti kau akan tahu sendiri, siapa orangnya." Jawab Tuan Qiang penuh misteri.


Xiulin tak lagi membahas tentang hal ini, fokusnya hanya memberi arahan kepada orang-orang yang akan pergi untuk membawa Tabib Hong ke tempat mereka, dan meminta obat untuk dirinya.


Setelah memberikan arahan kepada orang-orang suruhan Ayahnya, Xiulin lalu meminta ijin untuk beristirahat. Karena beberapa hari terakhir ini dia sering di siksa, dan kondisi tubuhnya masih lemah, makanya dia butuh istirahat yang banyak. Setelah itu, dia akan menyusun rencananya untuk membalas dendam kepada orang-orang yang telah membuatnya menderita.


Di kediaman Perdana Menteri...


"Ayah, kau harus meningkatkan kewaspadaan mulai dari sekarang." Ucap Hu Liena yang kini tengah berada di ruangan pribadi Hu Boqin.


Hu Boqin nampak bingung dengan ucapan Putrinya, " Memangnya kenapa, Nak? Kenapa Ayah harus meningkatkan kewaspadaan?"


Ekspresi wajah Hu Liena tampak serius ketika menceritakan hal yang terjadi pagi ini di penjara bawah tanah milik pangeran Jun.


Setelah mendengar cerita lengkapnya, barulah Hu Boqin mengerti kenapa Hu Liena bisa sampai secemas itu sekarang.


"Baiklah, Ayah akan menuruti semua saran yang kau berikan." Ucap Hu Boqin patuh.


Hu Liena merasa lega, karena sarannya di terima dengan baik oleh sang Ayah.


Sekarang tugasnya yang paling berat adalah, menjaga semua orang yang berada di sisinya.


Seperti sang Ayah, Pangeran Jun, Luqiu, Bao-Yu, dan juga semua orang yang berada di lingkungan kediaman Perdana Menteri. Jika memungkinkan, Hu Liena juga ingin melindungi semua orang di kerajaan dinasti Ying. Karena bukan tidak mungkin, jika orang di balik kejadian ini akan datang untuk menyerang semua orang, termasuk orang-orang yang berada di bawah perlindungan kerajaan.


Setelah selesai berbicara dengan Ayahnya, Hu Liena langsung kembali ke gerha bunga. Karena semalaman dia tidak pulang, dan kedua pelayan setianya, pasti akan sangat mengkhawatirkan dirinya. Dan tentu saja, sang Pangeran juga ikut bersamanya kali ini. Pangeran Jun beralasan ingin melindungi Hu Liena dari jarak dekat.


Hu Liena tahu jika itu hanya alasan Pangeran Jun saja untuk tetap berada dekat dengan dirinya.


Dan Hu Liena tidak berusaha menolak, karena dia juga merasakan hal yang sama. Lagipula, dia juga bisa sekalian menjaga Pangeran Jun dari orang yang kemungkinan akan menyerangnya lagi menggunakan racun.


Jika mereka tetap bersama, serangan racun yang di tujukan untuk Li Junjie akan mudah di atasi olehnya. Ini cara praktis Hu Liena untuk melindungi semua orang, dengan cara selalu berdekatan dengan mereka. Termasuk dekat dengan Pangeran Jun.


"Paman Wang!" Teriak Hu Liena memanggil kedua Wang Bersaudara.


Dalam sekejap, kedua pengawalnya itu langsung datang ke hadapannya.


"Salam hormat kami, Tuan Putri, Pangeran Jun!" Ucap mereka berdua memberi hormat.


Pangeran Jun menganggukkan kepala, lalu kembali duduk dengan tenang menyaksikan Hu Liena memberikan arahan.


"Paman Wang, aku akan merepotkan kalian beberapa waktu ini." Ucap Hu Liena serius.


"Kami akan melakukan apapun untuk Tuan Putri." Jawab Wang Shu patuh mewakili Kakak kembarnya.


Meskipun tanpa harus meminta persetujuan, jawaban Wang Wey pasti sama dengannya.


"Bagus! Kalian memang tidak pernah mengecewakan." Hu Liena merasa puas dengan kinerja kedua pengawal di hadapannya ini.


"Apa yang harus kami lakukan sekarang, Tuan Putri?" Wang Shu ingin segera mengetahui tugas yang akan di berikan kepadanya.


Hu Liena menarik nafas terlebih dahulu, lalu memberitahukan misi yang akan di lakukan. "Kalian harus berjaga lebih waspada. Terutama kepada gerak-gerik orang yang berusaha mengawasi, atau mendekati tempat ini. Dan aku juga meminta tolong kepada kalian, untuk melindungi keselamatan Ayahku, dan juga orang-orang yang berada di sini. Aku akan memberikan beberapa pil kepada kalian, untuk mengantisipasi adanya racun yang akan di gunakan musuh untuk melumpuhkan kalian. Mohon di bagikan kepada semua orang yang sedang menjaga kediaman ini, dan jangan sampai rahasia ini bocor kepada orang luar. Mengerti?"


"Hamba mengerti, Putri!" Kedua Wang mengangguk patuh kepada Hu Liena.


Diam-diam, Li Junjie mengagumi kehebatan Hu Liena dalam memberi perintah kepada para bawahannya. Tidak hanya tegas, Hu Liena juga mampu membangkitkan semangat juang para bawahannya. Memang tidak salah dirinya memilih untuk mengejar cinta Hu Liena sekarang, pikir Li Junjie.


"Sekarang, kalian boleh pergi!" Ucap Hu Liena yang di balas anggukkan oleh kedua Wang, dan mereka langsung hilang dari pandangan setelah memberi hormat kepada mereka.


"Kau pantas jadi pemimpin." Puji Li Junjie kepada Hu Liena.


"Anda terlalu berlebihan, Pangeran!" Bantah Hu Liena dengan muka memerah.


Hu Liena akan selalu merasa malu, ketika Li Junjie memberikan pujian padanya.


Padahal, kalau di ingat-ingat lagi, Luqiu dan Bao-Yu juga sering memujinya. Tapi Hu Liena tidak pernah seperti ini, ketika sedang di puji oleh mereka.


"Aku berkata yang sesungguhnya, Putri. Tidak salah aku memilihmu sebagai Istri, kau memang benar-benar pantas, dan aku juga sangat beruntung memilikimu." Puji Li Junjie lagi.


Wajah Hu Liena semakin memerah di puji habis-habisan seperti itu oleh Li Junjie.


"Uhh, mereka romantis sekali!" Bisik Bao-Yu kepada Luqiu ketika menyaksikan kedekatan antara Putri Xia dan Pangeran Jun.


"Apa kau iri?" Tanya Luqiu yang masih memperhatikan majikannya.


"Bukan iri Kakak ...," Sangkal Bao-Yu.


Luqiu mencibir, "Kalau bukan iri, lalu apa namanya?"


Bao-Yu mengerucutkan bibirnya karena merasa tersinggung dengan ucapan Luqiu yang blak-blakkan


"Aku hanya kagum, itu saja. Sangat jarang sekarang menemukan pasangan yang serasi, dan seromantis mereka." Jelas Bao-Yu yang langsung di benarkan oleh Luqiu.


"Kau benar, maafkan aku yang terlalu berpikiran negatif padamu." Luqiu meminta maaf atas kesalahan yang dia lakukan kepada Bao-Yu. Mereka memang menerapkan peraturan seperti itu untuk tetap menjaga kekompakan di antara mereka berdua. Siapa yang bersalah, harus berani meminta maaf, itu peraturannya.


Bao-Yu juga tidak memperpanjang masalah ini, dia langsung memaafkan kesalahan Luqiu.


Di pinggiran kota...


"Kalian yakin, ini tempatnya?" Ucap salah seorang pria berpakaian hitam.


"Kami yakin, Ketua! Kami sudah memata-matai tempat ini dari tiga hari yang lalu, dan kami sudah memastikan, jika Tabib Hong memang benar-benar tinggal di sini."


"Kalau begitu, tunggu apalagi? Ayo, kita tangkap Tabib tua itu ...," Ucap si Ketua memberikan perintah.


Semua orang bergerak menuju ke tempat yang adalah kediaman Tabib Hong. Tak terkecuali dengan si Ketua, dia bergerak sebagai pemimpin pasukan. Dan pasukan itu, akan menangkap Tabib Hong sesuai perintah dari Tuan meraka, yakni Tuan Qiang, alias Ayah kandung Xiulin.