Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
54. Rencana perkenalan Li Jing Sheng.


Li Jing Sheng mulai bersemangat begitu mendengar kata-kata Adiknya.


Dia dan Li Jiang sangat dekat sedari dulu dengan Hu Liena. Bahkan ketika Hu Liena menyukai Kakak Pertamanya yang selalu bersikap dingin, mereka berdua siap siaga untuk membantu Hu Liena untuk mendekati Kakaknya.


Tapi Sekarang, setelah Kakaknya yang dingin itu berubah hangat. Li Jing Sheng dan Li Jiang jadi tersingkirkan oleh Kakaknya sendiri.


Bahkan hanya untuk mendekat saja, mereka berdua tidak bisa.


"Adik! Menurutmu, apa kita berdua salah? Karena telah menjodohkan Kakak Ipar dengan Kakak?" Bisik Li Jing Sheng kepada sang Adik.


"Ish, Kakak Kedua. Jangan berbicara seperti itu, jangan sampai Kakak Pertama yang mendengarmu. Kau bisa habis di pukuli olehnya." Tegur Li Jiang yang merasa tak senang dengan ucapan dari Li Jing Sheng.


Li Jing Sheng mencibir, lalu berbisik kembali kepada Li Jiang. "Aku hanya merasa kesal saja dengan sifat Kakak yang egois."


"Ish, dasar payah! Kakak Pertama itu bukan egois, tapi sedang jatuh cinta! He-he" Terang Li Jiang dengan cekikikan.


Li Jing Sheng memutar mata malas dengan candaan Adiknya.


Di atas panggung, Putri Jia Li telah menyelesaikan tariannya dan sekarang, sedang menerima pujian dari Permaisuri.


"Putri Qian sangat berbakat, kami merasa beruntung bisa menyaksikan tarian indah seperti itu hari ini."


"Yang Mulia Permaisuri terlalu memuji." Ucap Jia Li sembari membungkuk hormat.


"Istriku benar! Kami dari rakyat Kerajaan Ying sangatlah beruntung, menyaksikan tarian hebat seperti yang di tampilkan oleh Putri Qian. Seandainya Putri Qian menerima, aku ingin mengenalkan Putri dengan Putra Kedua-ku, Li Jing Sheng." Kata Kaisar yang sontak membuat semua orang di sana menjadi geger.


"Apa? Pangeran Li Jing Sheng akan di kenalkan dengan Putri Qian? Bagaimana ini? Pangeran Kedua adalah calon jodohku, bagaimana mungkin dia berkenalan dengan gadis asing seperti Putri Qian." Ucap Mingmey yang merasa kecewa dengan keputusan Kaisar.


Nyonya Yao juga merasa kecewa, namun ia tidak mau menerima hukuman karena membantah titah dari Kaisar. Jadi dia menoleh ke arah Mingmey, dan langsung melontarkan kata-kata kasar untuk mengalihkan kekesalannya.


"Dasar gadis tidak tahu sopan santun!"


Mingmey langsung terdiam begitu di bentak oleh Nyonya Yao. Bukan karena Mingmey tak mampu melawan, tapi karena ia harus menjaga image di hadapan semua orang. Jangan sampai karena hilang kesabaran, dia akan di permalukan oleh Istri dari Menteri pertanian itu.


"Ada apa ini?" Tanya Nyonya Shangsuang yang baru kembali dari meja lain.


"Tidak ada apa-apa!" Jawab Mingmey malas.


Sementara di hadapan Kaisar, kini Putri Jia Li melirik ke arah Li Jing Sheng yang sedang bercengkerama dengan Adik perempuannya.


Paras Li Jing Sheng yang tampan, dan sorot matanya yang lembut, membuat hati Putri Jia Li menjadi berdebar.


Putra Kedua Kaisar Ying tak kalah tampan dengan Putra Pertamanya, Pangeran Jun. Dan lagi, Pangeran Kedua ini terlihat tulus dan baik hati. Tidak seperti Pangeran Jun yang tampan, tapi terlihat kaku, batin Putri Jia Li.


Karena mendapati Putri Qian hanya diam saja. Kaisar 'pun mengulangi kata-katanya.


"Putri Qian! Apa Putri mau, menerima perkenalan yang 'ku tawarkan?"


"Terima kasih, Yang Mulia! Hamba akan menerima, apapun perintah Yang Mulia Kaisar Ying." Jawab Putri Jia Li dengan malu-malu.


Kaisar Li Jinhai mengangguk puas, dengan kesediaan Putri Jia Li berkenalan dengan Putra Keduanya. Bukan tidak mungkin, jika kedua insan berlainan jenis itu akan saling menyukai satu sama lain. Kalau sudah begitu, mungkin perdamaian dan penyatuan dua kerajaan akan terlaksana.


"Bagus, bagus, aku tahu, Putri Jia Li adalah gadis yang sangat patuh. Dan Putra Kedua-ku juga, menyukai gadis yang seperti itu." Kata Kaisar yang sontak membuat Jia Li semakin tersipu.


Setelah Kaisar selesai berkata-kata, kini giliran Permaisuri yang membuka suara.


"Karena Putri Jia Li sudah menampilkan penampilan terbaiknya, bagaimana jika kita meminta beberapa gadis lagi untuk menunjukkan bakatnya." Kata Permaisuri yang di sambut baik oleh semua orang.


"Salam hormat hamba Yang Mulia Permaisuri!"


"Iya, silahkan Nona!" Kata Permaisuri yang mengira Xiulin akan naik ke atas panggung.


Tak di duga, Xiulin berani menolak. Bahkan mengumpankan Hu Liena untuk tampil di hadapan semua orang.


"Hamba berdiri bukan untuk menampilkan bakat yang hamba punya, Yang Mulia Permaisuri."


Semua orang mulai berbisik dengan tindakan lancang yang di lakukan Xiulin. Belum pernah ada, orang yang menolak, apalagi mengajukan tawar menawar dengan keluarga kerajaan.


"Lalu?" Tanya Permaisuri yang sedikit tidak senang dengan ucapan Xiulin.


"Hamba hanya ingin memberitahukan, jika Adik perempuanku sangat berbakat dalam hal tarian dan juga dalam segala bidang, Yang Mulia!" Ucap Xiulin sembari menunduk hormat.


Tanpa semua orang sadari, ada kilatan cahaya dingin di mata Xiulin.


"Ohh, benarkah?" Tanya Permaisuri sedikit tertarik dengan ucapan gadis di depannya.


"Benar, Yang Mulia!" Jawab Xiulin sembari merunduk hormat.


Yang orang-orang tidak tahu, Xiulin menampilkan seringai jahat di bibirnya. Namun itu hanya beberapa detik saja, karena begitu Xiulin mengangkat kepalanya, raut wajah Xiulin kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa.


"Lalu, di mana Adik Perempuanmu yang berbakat itu?" Tanya Permaisuri yang memang tidak mengetahui, jika Xiulin adalah Kakak dari calon menantunya, Hu Liena.


"Adik Perempuan hamba, sedang bersama dengan Yang Mulia Pangeran Jun." Balas Xiulin.


Wajah Permaisuri seketika berubah masam saat Xiulin menyebutkan kata-kata seperti itu.


Di benak Permaisuri saat ini, tidak ada sedikitpun informasi tentang gadis di hadapannya.


"Putri Xia!" Panggil Permaisuri pada Hu Liena.


Hu Liena yang sedang berbicara dengan Li Junjie, sontak menolehkan kepala kepada Permaisuri.


"Hamba Yang Mulia!" Ucap Hu Liena sembari memberi hormat.


Permaisuri mengangguk puas dengan sikap Hu Liena yang sopan, lalu mulai berkata-kata. "Apa kau bisa menjelaskan tentang identitas gadis ini?"


Permaisuri bertanya kepada Hu Liena, seraya melirik ke arah Xiulin.


Di tanya seperti itu, Hu Liena langsung menjawab tanpa menoleh sama sekali kepada orang yang mengaku-ngaku saudaranya itu.


"Dia itu Putri Bibi Yueqin, namanya adalah Nona Xiulin." Jawab Hu Liena sopan.


Namun, bagi sebagian orang. Jawaban dari Hu Liena mengandung arti tersendiri tentang identitas asli gadis yang berani berbicara langsung di depan Permaisuri.


Permaisuri mendengus, dia tidak menyangka jika seorang anak selir berani berbicara congkak di hadapannya. Apalagi, dia ingin mempermalukan calon menantunya di hadapan khalayak ramai.


Setahu Permaisuri, Hu Liena tidak memiliki bakat apapun selama hidupnya. Jadi dia merasa marah, ketika tahu gadis yang mengaku Kakaknya Hu Liena, malah menyarankan agar Hu Liena di tampilkan di acara jamuan istana.


Tidak, ini tidak boleh terjadi!


Hu Liena adalah calon menantu kesayangan Permaisuri. Meskipun tidak memiliki bakat apapun, Permaisuri tetap menyayanginya. Seperti dia menyayangi Lilian dulu, yang sudah seperti saudaranya.


Dan Permaisuri juga sudah menganggap Hu Liena bagian dari keluarganya. Jadi mana mungkin, dia akan membiarkan seseorang seperti Xiulin menyakiti Hu Liena.


"Jadi kau Putri murba dari Perdana Menteri?" Tanya Permaisuri sarkas.