
Hu Boqin menoleh dan menatap tajam ke arah Bibi Kiew yang sedang memejamkan matanya untuk berdo'a agar di selamatkan dari hukuman.
Namun percuma saja...
Karena Hu Boqin sudah jengah dengan gerak-gerik pelayan kepercayaan Istrinya tersebut.
Dia langsung memerintahkan Changing membawa Bibi Kiew ke gudang belakang, untuk di kurung.
Setelah Changing pergi, Hu Boqin langsung memulai langkahnya memasuki gerha kemakmuran.
Semakin masuk ke dalam, Hu Boqin semakin banyak melihat para pelayan yang sedang sibuk berlalu lalang.
Berbeda dengan gerha kemakmuran milik Xiulin ini.
Gerha bunga milik Hu Liena terlihat sepi, yang hanya ada Luqiu dan satu orang baru yang menemaninya.
Hu Boqin semakin merasa tidak adil dengan sikapnya selama ini kepada Hu Liena.
Dia merasa bersalah, dan juga sekaligus malu kepada Putrinya itu.
"Di mana Nyonya Yueqin?" Tanya Hu Boqin kepada salah satu pelayan.
"Nyonya ada di ruangan Nona Pertama, Tuan!" Jawab si pelayan tersebut sopan.
Hu Boqin kembali berjalan.
Setelah beberapa saat, tibalah ia di tempat tujuan.
"Cepat panggil Tabib, bodoh!"
Baru saja Hu Boqin sampai, sudah di suguhi teriakan Yueqin yang memaki para pelayan.
"Sungguh Istri yang sangat penurut!" Bisik Li Junjie kepada Hu Liena.
Mekipun berbisik, namun Hu Boqin masih mampu mendengar ucapan Li Junjie dengan jelas.
Dan langsung di buat malu oleh kata-kata tersebut.
"Yueqin!" Bentak Hu Boqin penuh kemarahan.
Yueqin yang sedang berdiri membelakangi pintu masuk halaman. Langsung terkejut begitu mendengar suara Suaminya.
"Tuan!" Ucap Yueqin dengan panik.
Yueqin tidak tahu sejak kapan Suaminya ada di situ.
"Apa yang kau lakukan di sini? Cepat jelaskan kepadaku!" Hentak Hu Boqin keras.
Yueqin semakin panik!
Dia tak tahu harus berbicara seperti apa sekarang, di hadapan Suaminya.
"Tu-tuan! Saya sedang menjaga Xiulin yang sedang sakit." Ucap Yueqin dengan mata berembun.
Dahulu, Hu Boqin akan luluh dengan ekspresi Yueqin yang seperti ini.
Tapi sekarang, itu tidak akan mempan.
"Sakit apa? Aku lihat pagi ini, dia baik-baik saja." Ujar Hu Boqin dengan berpura-pura tidak tahu atas apa yang menimpa Xiulin di Istana.
"Putriku! Putriku sepertinya terkena sihir, Tuan. Dan untuk itulah, aku berjaga sekarang di sini." Kata Yueqin dengan mengada-ada.
Yueqin tidak mungkin mengatakan jika Putrinya terkena racun daun Parsnip Liar yang di siapkannya untuk Hu Liena.
Bisa di usir langsung Yueqin dari kediaman Perdana Menteri jika ketahuan melakukan hal itu.
"Benarkah?" Tanya Li Junjie yang ikut nimbrung obrolan kedua orang tersebut.
"Te-tentu saja aku benar, Yang Mulia Pangeran!" Balas Yueqin dengan gugup.
Tanpa di sangka-sangka, Li Junjie mengangguk membenarkan ucapan Yueqin.
"Aku percaya padamu!" Ujar Li Junjie yang sontak membuat Hu Boqin tidak mengerti dengan pola pikir Pangeran yang ada di hadapannya sekarang.
Bahkan Hu Liena, hampir saja melayangkan protesnya kepada Li Junjie.
Namun sebelum suara Hu Liena lolos dari tenggorokannya, suara Li Junjie terlebih dahulu terdengar bergema lagi di sana.
"Aku percaya jika Putrimu yang selalu berbuat kotor itu terkena penyakit mistik, tapi bukan sihir, melainkan kutukan dari Dewa, karena telah sering menyakiti orang-orang yang tidak berdaya."
Yueqin terbelalak, dia tidak menyangka Pangeran Jun yang terkenal kejam, akan ikut campur dalam masalah dirinya di kediaman Perdana Menteri.
Sungguh tidak terduga!
"Yang Mulia Pangeran! Tolong jangan berbicara hal kasar seperti itu kepada Putriku!" Ucap Yueqin berusaha membela sang Putri.
"Aku mengatakan yang sebenarnya, bukankah begitu Tuan Perdana Menteri?" Kata Li Junjie seraya melirik ke arah Hu Boqin.
"Iya, aku juga mendengarnya tadi, jika Putrimu itu seringkali menganiaya para pelayan, dan beberapa dari mereka telah di katakan hilang, bahkan tidak pernah di temukan lagi sampai sekarang." Sahut Hu Boqin yang langsung di bantah mentah-mentah oleh Yueqin.
"Tidak! Itu tidak benar, Tuan! Itu pasti fitnah! Putriku tidak mungkin akan melakukan itu semua!"
"Nyonya! Kalau begitu, tolong kembalikan Adikku. Aku sudah melakukan perintah anda beberapa hari yang lalu, tapi sampai saat ini, keberadaan Adikku Changmey masih belum di temukan juga." Ucap Changyong yang entah sejak kapan berada di situ.
Yueqin ingin berkilah saat ini!
Namun dengan adanya Changyong di tengah-tengah mereka, sangat sulit untuk Yueqin memutar balik keadaan.
Di tambah lagi Bibi Kiew yang selalu membantunya, raib entah kemana.
"Mengaku saja, Bibi. Setidaknya, kau tidak akan malu karena terus berbohong." Sindir Hu Liena sarkastik.
Li Junjie bahkan tak segan tertawa mendengar sindiran dari Hu Liena.
Sedangkan Hu Boqin, semakin murka kepada Istrinya tersebut.
"Cepat katakan, apa yang sebenarnya terjadi? Di mana Adik pelayan ini? Dan apa tugas yang dia harus kerjakan kemarin?"
"Tu-tuan ... Pelayan ini asal bicara saja, Tuan tidak perlu mendengarkan perkataannya," ucap Yueqin yang terlihat semakin panik.
"Hamba berkata sebenarnya, Tuan Besar. Adik hamba memang di sekap oleh Nona Xiulin." Changyong langsung membantah ucapan Yueqin.
"Lalu tugas apa yang di perintahkan Bibi untukmu?" Tanya Hu Liena yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membongkar kebusukan Ibu Tirinya.
Changyong bersujud, dan langsung membenturkan kepalanya ke lantai.
"Maafkan saya Putri Xia! Saya di perintahkan Nyonya untuk mengirim sabun rempah-rempah ke tempat anda. Dan juga ...,"
"Dan juga apa?" Tanya Hu Boqin ketika Changyong seperti ragu mengucapkan kata-katanya.
"Dan juga, Nyonya ... Nyonya meminta hamba untuk menyebutkan jika sabun itu di berikan oleh Tuan Besar. Jadi ketika terjadi sesuatu dengan Putri Xia, Tuan Besar-lah yang akan di salahkan!" Jelas Changyong yang membuat Hu Boqin menjadi naik pitam.
"Yueqin!" Bentak Hu Boqin dengan tubuh menggigil menahan amarah.
Yueqin tak bisa lagi mengelak!
Kesaksian Changyong semakin memberatkan dirinya saat ini.
"Tuan! Maafkan hamba! Hamba hilaf, dan hamba janji, tidak akan melakukannya lagi!" Ratap Yueqin.
Namun ucapan Yueqin, semakin menambah kemarahan di hati Perdana Menteri.
Bisa-bisanya Istrinya ini bilang jika dia hilaf. Padahal dia sering melakukan kejahatan kepada Hu Liena, Putrinya.
"CHANGING! KURUNG DIA BERSAMA PELAYAN TUANYA ITU!" Teriak Hu Boqin kepada Changing yang baru saja datang.
"Tidak, Tuan! Jangan!" Teriak Yueqin sembari meronta-ronta ketika Changing membawanya.
Hu Boqin mendengus, dia benar-benar muak!
Selama ini, Hu Boqin sering di perdaya dengan ucapan-ucapan Yueqin dan Putrinya.
Tapi untung saja, matanya sekarang terbuka untuk melihat kebenaran, dan kembali membela Hu Liena.
"Tuan, bagaimana dengan nasib Adik hamba?" Ujar Changyong menghiba.