Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
62. Pathetic.


Semua kalimat yang di ucapkan Li Junjie terasa menusuk di relung hati Hu Liena.


Memang benar adanya, jika Hu Liena terlalu lunak kepada siapa saja. Bukan tidak mustahil, orang yang berniat jahat pada dirinya, akan memanfaatkan kelemahannya itu, untuk mencelakai dirinya.


"Kau benar, Pangeran! Aku tidak boleh terlalu naif sekarang! Aku harus bisa menjadi wanita kuat, dan tegas. Agar semua musuhku, tidak lagi memandangku sebagai wanita yang lemah." Ucap Hu Liena penuh tekad.


"Bagus! Sebaiknya, kau tetap pertahankan sikapmu itu. Jangan sampai lengah, dan menyesal di kemudian harinya." Ucap Li Junjie yang semakin membulatkan tekad Hu Liena untuk berubah.


Saat sedang asik berbincang dengan Li Junjie.


Kedua pengawal bayangan milik Hu Liena datang.


Siapa lagi, kalau bukan Kedua Wang Bersaudara, yang saat ini membawa berita penting kepada majikannya itu.


"Ada apa, Paman?" Tanya Hu Liena yang heran dengan kemunculan dua orang ini.


Kedua Wang tidak segera menjawab, mereka malah melirik ke arah Li Junjie dengan ekspresi rumit.


"Tidak apa-apa, kalian bisa mengatakannya sekarang." Kata Hu Liena yang mengerti dengan kekhawatiran pengawalnya.


"Hormat kami, untuk Putri Xia dan Pangeran Jun!" Ucap Kedua Wang bersamaan.


Setelah memberi hormat, barulah Wang Shu maju dan memberanikan diri untuk berbicara.


"Kami ada hal penting yang ingin di sampaikan kepada anda, Putri!" Ucap Wang Shu yang masih terlihat segan.


"Katakanlah!" Perintah Hu Liena.


"Ini tentang Nyonya Yueqin dan pelayan setianya itu, yang saat ini sedang di kurung oleh Tuan Besar di gudang belakang." Jelas Wang Shu lagi, yang membuat Hu Liena semakin penasaran.


"Apalagi yang di kerjakan Bibi Yueqin sekarang?'' Tanya Hu Liena dengan heran.


Wang Shu menggeleng, lalu melanjutkan laporannya.


"Ini bukan perbuatannya yang baru-baru ini, Putri. Ini tentang perbuatan Nyonya di masa lampau." Ujar Wang Shu yang mampu membuat Hu Liena fokus untuk mendengarkan laporannya.


"Jelaskan!" Kata Hu Liena dengan tidak sabar.


"Hari ini kami mendengar, jika kematian Mendiang Ibu anda adalah ulah Nyonya Kedua. Dan kami juga mendengar, jika semua barang-barang peninggalan Nyonya Pertama, telah di ambil dan di sembunyikan Nyonya Kedua di bantu oleh pelayan setianya itu. Termasuk semua perhiasan, milik mendiang Ibunya anda, Putri!" Tutur Wang Shu dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah.


Hu Liena langsung terkejut begitu mendengar laporan dari Wang Shu.


Berita ini mampu membuat tubuh Hu Liena bergetar karena menahan amarah.


Meskipun tubuh asli ini bukan miliknya. Namun, Hu Liena yang bereinkarnasi, sudah bersumpah sejak awal. Bahwa dia akan membalas dendam, kepada siapapun orang yang telah, atau akan menyakiti orang terdekat pemilik tubuh aslinya ini.


"Dasar penjahat!" Ucap Hu Liena dengan geram.


Berbeda dengan Hu Liena, Li Junjie terlihat tenang karena sudah mengetahui tentang hal ini jauh-jauh hari sebelumnya.


Wang Shu juga merasa geram, dengan perbuatan yang telah di lakukan Istri Kedua Tuan Besarnya itu.


Dan dia berharap, Yueqin akan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya kepada mendiang Ibu Hu Liena.


"Satu lagi, Putri!" Ucap Wang Shu.


"Apa?" Balas Hu Liena setengah berteriak.


"Ini tentang Anting, yang Putri kenakan ke jamuan Istana kemarin." Ucap Wang Shu lugas.


"Anting?" Hu Liena sedikit mengernyit dengan penuturan Wang Shu yang satu ini.


"Iya, Anting! Ternyata, Anting itu adalah milik mendiang Ibu anda!" Jelas Wang Shu.


Hu Liena terkejut mendengar informasi ini.


"Apa benar yang kau ucapkan itu, Paman?" Tanya Hu Liena ingin memastikan.


"Benar, Putri! Anting itu milik mendiang Ibu anda yang di sembunyikan oleh Nyonya Kedua. Namun, beberapa tahun terakhir ini, pelayan tua yang bekerja dengan Nyonya Yueqin menjualnya secara diam-diam." Imbuh Wang Shu lagi mengakhiri laporannya hari ini.


Tak hanya Hu Liena, kini Li Junjie juga merasa terkejut dengan semua laporan yang di berikan kedua pengawal calon Istrinya tersebut.


"Hehh ... PATHETIC! Istri Kedua Ayahmu itu sangat licik! Sudah dengan kejam membunuh Ibumu, lalu perhiasannya juga dia ambil untuk di jadikan kekayaan simpanan. Kejam! Benar-benar kejam!" Kata Li Junjie yang sontak meledakkan kemarahan Hu Liena yang sedari bergejolak.


"Brengsek! Akan aku beri pelajaran wanita jahat itu sekarang juga!" Teriak Hu Liena penuh dendam.


Li Junjie tidak berusaha melarang, sebab dia mau Hu Liena menagih hutang pembalasan kepada Ibu Tiri yang selalu menyiksa Hu Liena sedari dulu.


"Pangeran! Ayo kita temui, wanita menjijikkan itu!" Ajak Hu Liena penuh penekanan.


Li Junjie mengangguk, dan mengikuti langkah kaki Hu Liena dari arah belakang.


Di ruangan kerja milik Hu Boqin...


"Apa katamu, Changing? Coba katakan sekali lagi!"


Hu Boqin seakan tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut pengawal pribadinya itu.


"Nyonya Yueqin, yang telah membunuh Nyonya Lilian dengan menyewa beberapa pembunuh bayaran."


"Bajingan! Jadi dia, orang yang selama ini aku cari!" Kata Hu Boqin penuh dengan api amarah.


Setelah kematian sang Istri tercintanya, Hu Boqin melakukan penyelidikan tentang orang-orang yang sudah melakukan pembunuhan kejam itu terhadap Istrinya.


Namun setiap usaha Hu Boqin selalu gagal, dan malah tidak pernah mendapatkan hasil sama sekali.


Seandainya hari ini dia tidak mendengar kabar ini dari Changing, mungkin sampai mati 'pun, Hu Boqin tidak akan pernah menemukan orang yang dia cari.


Sungguh Yueqin orang yang benar-benar licik!


"Iya Tuan! Bahkan hamba 'pun, seakan tidak bisa mempercayai apa yang hamba dengar hari ini."


Hu Boqin memicingkan matanya tajam ke arah Changing.


"Jadi kau mendengar masalah ini dari orang lain? Bukan dari hasil penyelidikanmu sendiri?"


"Benar Tuan! Hamba mendengarnya dari Kedua Wang Bersaudara, dan bahkan Putri Xia 'pun sudah mengetahuinya. Dan sekarang sedang menuju ke gudang belakang, untuk menemui Nyonya Yueqin."


"Tunggu apalagi, ayo, kita juga berangkat sekarang!"


Kata Hu Boqin yang langsung membalas ucapan Changing karena sudah merasa tidak sabar, ingin menyusul Putrinya ke tempat wanita terkutuk yang membunuh mendiang Istri pertamanya.


...****************...


Hu Liena yang sudah sampai di gudang belakang.


Langsung menendang pintu gudang dengan sekuat tenaga.


BRAKK...


Pintu gudang langsung terbuka lebar dengan suara keras menghantam dinding.


Yueqin yang sedang menyiksa Bibi Kiew, langsung menghentikan aksinya karena rasa terkejut.


Sebelum keterkejutannya hilang! Yueqin di kejutkan kembali oleh Hu Liena yang masuk dengan cepat dan membentak ke arahnya.


"Bibi Yueqin! Hari ini, aku akan membuatmu membayar semua hutang, yang telah kau pinjam dari Ibuku!"


Yueqin mengernyit, dia sungguh tidak tahu tentang hutang yang di sebut Hu Liena.