Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
34. Mencapai kesepakatan.


Li Junjie pun ikut tertawa karena ulah Hu Liena, dia tidak menyangka akan sebahagia ini bersama gadis yang dulu sempat di tolaknya.


Sementara Guotin, yang sekarang berada di luar pintu untuk berjaga-jaga. Merasa iri kepada mereka berdua, dia juga tahu akan kedatangan Hu Liena. Tapi dia membiarkannya, karena perintah sang Pangeran yang menyuruhnya seperti itu.


Sebenarnya, mereka juga sudah mengetahui, jika Hu Liena adalah Tabib dalam ramalan tersebut. Karena pada waktu Hu Liena berbicara dengan Tabib Hong, mereka pun berada di sana untuk mengikuti Tabib Hong yang pergi dengan tergesa-gesa.


Mereka merasa curiga dengan Tabib Hong, yang seakan menyembunyikan sesuatu kepada Pangeran.


Beruntung sekali, Pangeran Jun. Dia memiliki calon Istri secantik Nona Hu Liena, sedangkan aku, aku hanya bisa berjaga di pintu. Malang sekali nasibku ini, batin Guotin.


Usia Guotin kini tak jauh beda dengan Li Junjie, hanya berbeda beberapa bulan saja. Sejak kecil, Guotin juga sudah berada di sisi Pangeran Jun. Dia bahkan menjadi orang pertama kepercayaan Li Junjie, sejak usianya masih belia.


Mereka juga tinggal di tempat yang sama, untuk menerima pelatihan dari guru mereka. Bedanya, Li Junjie lebih beruntung karena kemampuannya melebihi dari Guotin yang biasa-biasa saja.


Di dalam kamarnya, kini Li Junjie sedang menatap ke arah Hu Liena.


"Mengapa kau menatapku seperti itu, Pangeran?" Tanya Hu Liena yang jadi merasa canggung di tatap sedemikian rupa oleh Li Junjie.


"Tidak apa-apa, aku hanya menatapmu saja. Apa tidak boleh?" Celetuk Li Junjie yang jadi cemberut karena terganggu oleh ucapan Hu Liena.


"Ish ... kau ini, Pangeran." Balas Hu Liena yang jadi tersipu malu.


Melihat wajah Hu Liena yang jadi memerah, kekesalan di hati Li Junjie memudar sudah. Dia-pun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Hu Liena seperti itu.


"Ha-ha-ha ... Lihat wajahmu merah, Nona. Seperti kepiting rebus saja." Ungkap Li Junjie yang sontak membuat Hu Liena marah kepadanya.


"Dasar Pangeran!" Teriak Hu Liena.


Tapi diam-diam, Hu Liena memperhatikan wajah Li Junjie yang sedang tertawa.


Pangeran sombong ini, kalau di lihat-lihat tampan juga ya. He-he ... batin Hu Liena.


Sadar sedang memuji Li Junjie di dalam hatinya, Hu Liena menggeleng agar pikiran itu lekas pergi dari dirinya.


Bodoh! Kenapa aku jadi memikirkan orang ini sih ... jangan, jangan pernah lagi Hu Liena! pria hanya akan membuatmu menderita, batin Hu Liena lagi.


"Anda kenapa Nona?" Li Junjie penasaran, karena Hu Liena dari tadi menggeleng-gelengkan kepala.


"Tidak, tidak ada apa-apa." Hu Liena menggeleng dan langsung menutup mulutnya karena takut keceplosan karena telah memuji Li Junjie di dalam hatinya.


Sementara bagi Li Junjie, tak masalah jika dia harus menunggu hingga Hu Liena bersedia untuk memberitahukannya sendiri pada dirinya. Selama Hu Liena tidak menjauhinya, maka dia akan baik-baik saja.


Teringat dengan percakapan mereka sebelumnya, Li Junjie kembali bertanya dengan Hu Liena.


"Masalah pernikahan, apa kau sudah memikirkannya baik-baik, Nona?" Tanya Li Junjie dengan ekspresi muka menggemaskan.


Bahkan Hu Liena yang melihatnya, jadi tak urung mengulurkan tangan untuk mencubit pipi Li Junjie.


"Kau ini menggemaskan sekali, Pangeran." Ucap Hu Liena seraya mencubit pipi Li Junjie.


"Apa kau baru menyadarinya, Nona?" Goda Li Junjie.


Hu Liena jadi tersipu malu karena ucapan Li Junjie, dia malu dengan ucapannya sendiri.


"Ehh, itu, itu ...," Hu Liena jadi gugup ketika mendapat pertanyaan itu dari Pangeran tampan di hadapannya.


"Itu apa?" Goda Li Junjie lagi.


"Tadi aku hanya bercanda, kau ini memang tampan, Pangeran. Tapi sangat banyak orang yang juga tampan sepertimu, contohnya Guotin, dia juga sepertinya tampan." Balas Hu Liena asal-asalan.


"Guotin?" Li Junjie mengerutkan keningnya.


Hu Liena hanya mengalihkan perhatian Li Junjie, agar tidak membahas soal dirinya yang mencubit pipi Pangeran tampan di hadapannya itu.


Tapi tak terduga, reaksi Li Junjie akan sangat berlebihan ketika Hu Liena memuji orang di hadapannya sendiri.


Apalagi, orang yang Hu Liena puji adalah, pengawal kepercayaannya Li Junjie.


Sungguh Hu Liena ini, sedang membangunkan harimau yang sedang tidur pulas.


Li Junjie berusaha menahan api kecemburuannya di hadapan Hu Liena, dalam hatinya dia berkata, akan menghukum Guotin setelah Hu Liena pergi dari tempatnya nanti.


Sedangkan Hu Liena, orang yang menciptakan kekacauan ini, hanya diam saja. Bahkan dia sedang enak-enakkan duduk dengan kaki di silangkan ke depan.


"Pangeran!" Panggil Hu Liena.


Li Junjie menoleh kepadanya, dan berpura-pura tersenyum hangat, meski hatinya sedang terbakar api kecemburuan.


"Ada apa?" Tanya Li Junjie lembut.


"Mengenai pernikahan kita ...," Ucap Hu Liena, lalu perkataannya berhenti sampai di situ saja.


"Iya, bagaimana?" Li Junjie mulai antusias.


"Aku setuju! Tapi kau harus meminta ijin pada Ayahku terlebih dahulu." Ujar Hu Liena yang di sambut senyuman oleh Li Junjie.


"Baik!" Li Junjie menjawab dengan senyuman yang penuh arti.


Karena Hu Liena sudah menyetujui persyaratannya, Li Junjie pun bernafas lega. Akhirnya dia bisa menikah dengan gadis yang selalu ia pikirkan beberapa hari terakhir ini.


"Aku akan pulang sekarang." Ujar Hu Liena seraya bangkit dari duduknya.


"Aku akan mengantarmu, Nona." Li Junjie juga ikut bangun dari tempatnya.


Hu Liena langsung menolak niat dari Li Junjie, untuk mengantarkannya pulang.


"Tidak perlu! aku datang dengan kedua paman pengawalku." Tolak Hu Liena sopan.


Sikapnya berubah sembilan puluh sembilan derajat sekarang, mungkin hatinya sudah tergerak untuk menerima Li Junjie.


"Paman pengawal?" Tanya Li Junjie heran, ia baru mengetahui jika Hu Liena memiiki pengawal.


Hu Liena menganggukkan kepala, lalu menjawab ucapan Li Junjie. "Iya, paman pengawal."


"Dua?" Tanya Li Junjie lagi.


"Iya!" Hu Liena mengangguk untuk yang kedua kalinya.


Li Junjie mengerutkan keningnya, ia tak menyangka, dengan status Hu Liena yang menjadi Tabib dalam ramalan, tak aneh jika dia harus menyewa beberapa pengawal.


Tapi mengapa, Li Junjie tidak mengetahuinya dari awal. Bahkan Guotin-pun tidak mengatakan apa-apa padanya, biasanya, pengawalnya itu langsung melapor jika ada sesuatu yang berubah.


"Baiklah Nona, tapi aku ingin berkenalan dengan kedua pengawalmu sekarang." Ujar Li Junjie yang sonta membuat Hu Liena terkejut mendengarnya.


"Untuk apa?" Tanya Hu Liena heran.


"Aku hanya ingin melihat saja, apakah kedua pengawalmu itu tampan atau tidak?" Celetuk Li Junjie yang membuat Hu Liena tertawa.


"Ha-ha ... kau ini lucu sekali!" Ucap Hu Liena.