
"Putri, mengapa anda memberikan minuman ini kepada kami semua?" tanya Pangeran Qian Yingzhi dengan datar.
Hu Liena mengernyit, sepetinya dugaan tentang Qian Yingzhi yang telah mengetahui rencananya memang benar. Terbukti, dengan pertanyaan yang dia layangkan setelah melihat Pangeran Jing dan Putri Li Jiang tertidur ketika baru beberapa detik saja menenggak minuman yang dia berikan.
"Jangan salah paham dulu, Pangeran. Putri melakukan semua ini juga hanya semata-mata demi keselamatan mereka bertiga." tutur Li Junjie.
Pangeran Qian Yingzhi mengerutkan dahi tebal.
"Bertiga? Lalu minuman ini?" ucapnya sambil mengacungkan botol di tangan.
"Minumanmu aman, Pangeran. Target kami hanya mereka bertiga, bukannya kau!" ucap Hu Liena yang kini telah bisa menenangkan dirinya.
"Lalu apa rencana kalian berdua selanjutnya? Bukankah membiarkan mereka seperti ini juga, akan sangat membahayakan?" tanya Pangeran Qian Yingzhi dengan kening berkerut.
Li Junjie menghabiskan terlebih dahulu tetesan terakhir di botol minuman miliknya. Lalu setelah itu, dia bangkit dan berjalan menghampiri Hu Liena yang kini masih tampak linglung.
"Tentu saja kami akan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu. Kami bukan orang yang tidak memiliki perasaan, apalagi orang yang kau sebutkan tadi adalah saudara kami sendiri. Bukankah begitu, Putri?" dalih Li Junjie sambil memegangi bahu calon Istrinya tersebut.
"Benar, semua yang di ucapkan Pangeran Jun benar adanya. Kami tidak mungkin membiarkan mereka di sini begitu saja!" tutur Hu Liena.
"Baik, jika memang begitu kenyataannya, aku juga akan membantu memindahkan mereka." ujar Pangeran Qian Yingzhi.
Hu Liena menatap Pangeran Qian Yingzhi dengan tatapan yang rumit. Bagaimana bisa dia membantu memindahkan mereka, sedangkan pemindahannya akan di lakukan ke dimensi rahasia?
Tidak-tidak, dimensi rahasia tidak boleh di ketahui oleh banyak orang! Cukup Pangeran Jun saja dan Tabib Hong yang mengetahui rahasianya tersebut, tidak boleh ada orang lain lagi.
"Pangeran Qian Yingzhi, kami akan memindahkan mereka bertiga ke tempat yang rahasia, dan juga lebih aman. Jika kau sampai ikut, tentu akan menimbulkan kecurigaan orang-orang. Sebaiknya, kau beristirahatlah dulu, sebelum nanti kita akan berangkat ke area perbukitan Wuya." tolak Li Junjie dengan nada yang di buat selembut mungkin.
Melihat kerja keras sang Pangeran untuk membujuk Qian Yingzhi, di dalam hatinya Hu Liena terus memuji-muji sikap Li Junjie yang menurutnya sangat peka sekali terhadap kecemasannya.
"Tapi Pangeran ...," Qian Yingzhi berusaha membantah, namun Li Junjie tidak memberikan kesempatan untuknya melakukan hal tersebut.
"Beristirahatlah!" ujarnya sambil menunjuk ke arah pintu yang secara tidak langsung meminta Qian Yingzhi untuk pergi meninggalkan ruangan.
Dengan perasaan yang tidak nyaman, akhirnya Qian Yingzhi pergi menuju kamar pribadinya yang di sewa khusus untuknya dan juga Li Jing Sheng. Namun kini, Qian Yingzhi harus rela tidur sendirian karena sosok Li Jing Sheng sedang tidak sadarkan diri setelah meminum minuman yang di berikan oleh Putri Xia.
"Bagaimana sekarang?" tanya Li Junjie saat mereka sudah tinggal berdua di sana.
Hu Liena mulai bergerak, dia lalu berjalan mendekati tubuh Li Jing Sheng yang duduk tertelungkup di atas mejanya.
"Bantu aku untuk memindahkan semua orang agar berdekat-dekatan." pinta Hu Liena yang langsung di turuti oleh Li Junjie.
Setelah semua siap, Hu Liena meminta Li Junjie menyatukan tangan ketiga orang yang tertidur untuk saling bergandengan tangan satu sama lain.
Setelah selesai, barulah dia meminta Li Junjie melakukan hal yang sama, menautkan tangan mereka berdua dengan tangan yang lainnya.
Sebelah tangan Hu Liena menggenggam tangan Li Junjie, sedangkan sang Pangeran sendiri, tangan yang satunya lagi menggenggam tangan Li Jing Sheng dengan erat.
Wuusshhh!
Seketika tubuh kelima orang tersebut langsung menghilang begitu Hu Liena menyentuh liontin kalungnya menggunakan tangan yang satunya lagi.
"Berhasil!'' Hu Liena tampak gembira begitu membuka mata, dia dan empat orang lainnya sudah berada di ruang dimensi rahasia.
Li Junjie juga merasa lega, sekaligus senang karena Hu Liena sudah membuktikan kemampuannya.
"Aku tahu, kau pasti bisa melakukannya." puji Li Junjie dengan sambil mengelus tangan Hu Liena yang masih berada di dalam genggamannya.
"Terima kasih, Pangeran! Semua berkat bantuanmu, jika bukan karena kau, sudah di pastikan jika aku akan gagal total." ucap Hu Liena sambil menghela nafas dengan lega.
"Jangan berbicara seperti itu, aku hanya sekedar membantu saja. Selebihnya, itu karena usahamu sendiri." tuturnya.
Hu Liena mengangguk, lalu tersenyum dengan sangat manis.
"Sebaiknya kita bergegas, biarkan mereka tetap di sini sampai semua urusan kita selesai." ucap Hu Liena setelah membenarkan posisi Putri Li Jiang di atas tempat tidur di tempat tidur.
Untung saja, di ruang dimensi rahasia ada ruangan seperti ruang rawat inap yang mampu menampung mereka bertiga selama dalam keadaan tidur pulas.
Hu Liena sudah memastikan, jika dia memberikan obat tidurnya dengan dosis yang sudah dia atur sehingga mereka bertiga tidak akan terbangun sebelum waktu dua puluh empat jam.
Waktu itu cukup untuk mereka beraksi menuntaskan tugas mereka menangkap kembali Yueqin dan juga Putrinya, Xiulin.
Rencananya, Hu Liena juga akan membawa mereka masuk ke ruang dimensi rahasia agar bisa dengan lebih mudah keluar dari kerajaan Wuya tanpa ada yang merasa curiga dengan gerak-gerik mereka.
Akan sangat merepotkan, jika mereka harus pergi dengan membawa dua tawanan di dalam pelarian mereka nantinya.
"Apa kau yakin, jika mereka tidak akan bangun sebelum tugas kita berakhir?" tanya Li Junjie skeptis.
Hu Liena menggeleng, lalu menjawab dengan penuh kepastian. "Tidak akan!" ucapnya.
"Baguslah, dengan begitu kita bisa leluasa menyelinap tanpa Harus merasa takut ketahuan." ujarnya sambil memperhatikan semua orang yang terbaring di atas ranjang.
"Ayo, kita kembali! Pangeran Qian Yingzhi pasti sedang menunggu kita dengan cemas di sana!" ajak Hu Liena sambil menggenggam tangan Li Junjie kembali dengan erat.
Wuusshhh!
Belum sempat Li Junjie menjawab, tubuhnya sudah kembali menghilang dan kembali muncul di tempat mereka sebelumnya berada.
"Pangeran?!" Hu Liena terkejut, saat dia baru membuka mata Qian Yingzhi sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajam yang mengarah kepadanya.
Bukan hanya dia, Li Junjie juga merasakan hal yang sama seperti yang Hu Liena rasakan sekarang.
"Bagaimana anda bisa melakukannya, Putri? Apa anda menggunakan ilmu sihir?" tanya Pangeran Qian Yingzhi dengan penuh intimidasi.
"Bukan urusanmu!" bantah Li Junjie tegas.
"Benar, ini memang bukan urusanku, Pangeran. Aku hanya merasa heran saja, bagaimana Putri bisa melakukannya." ucap Qian Yingzhi dengan air muka yang berubah seiring dengan kata-katanya.
Awalnya, sorot mata Qian Yingzhi tampak tajam dan juga dalam menatap ke arah Hu Liena ketika pertama kali muncul lagi di ruangan tersebut.
Tapi kini, pancaran sinar mata Qian Yingzhi menyiratkan kekaguman terhadap Hu Liena.
Sejak awal dirinya di selamatkan, Qian Yingzhi sudah mengagumi sosok Hu Liena yang menurutnya sangat baik dan juga tulus ketika sedang mengobatinya waktu itu.
Dan sekarang, setelah mengetahui jika Hu Liena memiliki kemampuan untuk memindahkan orang-orang ke tempat rahasia. kekaguman Qian Yingzhi semakin menjadi-jadi, bahkan kekagumannya semakin besar dari sebelumnya.
"Pangeran Qian Yingzhi! Karena kau sudah mengetahui rahasiaku, aku ingin agar kau tidak menceritakannya kepada orang lain." ucap Hu Liena dengan tegas.
Qian Yingzhi mengangguk patuh, sebelum Hu Liena memintanya 'pun, dia sudah berjanji untuk tidak membocorkan masalah ini kepada yang lainnya.
"Aku berjanji kepada kalian berdua, bahwa aku hanya akan menyimpannya di dalam hati." ucapnya dengan penuh keyakinan.
Baik Li Junjie maupun Hu Liena, tidak lagi mempermasalahkan tentang hal ini. Bagi mereka, Pangeran Qian Yingzhi adalah sosok orang yang bisa di percaya.
Meskipun mereka belum kenal terlalu lama, namun mereka yakin Qian Yingzhi akan menepati setiap perkataannya.