
Hu Liena juga merasa tak tahan melihat akting sang Ayah, yang begitu sangat natural.
Seandainya itu di dunia modern, mungkin Ayahnya akan mendapatkan gelar aktor terbaik karena aktingnya yang sangat bagus itu.
Ha-ha! Aku kira, hanya Bibi Yueqin dan Xiulin saja yang jago berakting. Ternyata Ayah dan Paman Changing juga, tak kalah hebatnya dengan mereka berdua, batin Hu Liena.
"Aku bilang tidak, ya tidak! Kami ini hanya orang rendahan, tidak perlu di perlakukan terlalu baik seperti itu." Ujar Yueqin seraya mengepalkan erat kedua tangannya hingga kuku menusuk daging.
Yueqin tidak tahan di permalukan seperti ini di hadapan banyak orang, ucapan Suaminya tadi bukanlah sedang membelanya, tapi sedang mengejek dirinya dan juga Putrinya, Xiulin.
"Bibi, jangan terlalu berbicara merendah seperti itu. Itu tidak baik, kita itu satu keluarga jadi sudah sepantasnya kita untuk melakukan itu semua demi Bibi dan Kakak." Ujar Hu Liena yang tak ingin kehilangan kesempatan emas ini untuk lebih mengejek Yueqin dan Putrinya.
Yueqin mendengus, ia ingin menghajar Hu Liena sekarang juga. Tapi ia tahan, karena situasi saat ini tidak memungkinkan untuk dirinya bisa membalas.
"Justru karena kita keluarga, aku memutuskan untuk membiarkan masalah ini sampai di sini saja." Kata Yueqin yang berpura-pura tersenyum ke arah Hu Liena.
Tapi Hu Liena tidak akan membiarkan masalah ini selesai begitu saja, dia ingin Xiulin membayar semua yang telah di lakukan kepadanya hari ini.
"Jika menurut Bibi itu yang terbaik, aku ikhlas untuk menerima. Tapi bagaimana dengan para pria yang di bawa oleh Kakak Xiulin ini?" Ujar Hu Liena seraya menunjuk para pria kekar yang saat ini sedang berlutut dan menundukkan kepala.
Yueqin merasa malu sejadi-jadinya, dengan ucapan Hu Liena sekarang. Ingin rasanya dia membekap mulut Hu Liena agar tidak berbicara sembarangan, tapi apalah daya, dia sudah terdesak dan tak ada lagi yang bisa Yueqin lakukan, selain menanggung rasa malunya tersebut.
"Xiulin! Suruh mereka semua pergi dari sini!" Teriak Yueqin kepada Putrinya.
Xiulin juga tidak punya pilihan lain, selain menuruti perintah Ibunya dan segera pergi dari tempat terkutuk ini.
"Kalian semua! Cepat pergi!" Bentak Xiulin kepada para pria yang di bawanya, lalu diapun pergi menyusul Yueqin yang terlebih dahulu keluar dari ruangan Hu Liena.
"Ha-ha-ha!"
Suara tawa dari kamar Hu Liena terdengar keras oleh sepasang Ibu dan Anak yang kini sedang menjauh dari sana.
Tangan mereka berdua terkepal erat karena telah menerima perlakuan yang memalukan itu di tempat Hu Liena.
"Awas saja! aku akan membalasmu lain kali!" Gumam Xiulin geram.
Sementara Yueqin memutar bola matanya kesal, lalu membentak kepada Putrinya.
"Diam kau! ini semua karena ulahmu!"
"Ibu!" Rengek Xiulin yang kena amukan sang ibu.
Di kamar Hu Liena, suara tawa itu sudah sepenuhnya menghilang.
"Putriku! Apa kau terluka?" Hu Boqin mendekat ke arah Hu Liena dan menatapnya dengan perasaan khawatir.
"Aku tidak apa-apa, Ayah. Lagipula, orang-orang bodoh itu tidak akan bisa untuk menyakitiku." Balas Hu Liena yang membuat sang Ayah jadi terheran.
"Maksudmu, kau sendiri yang membuat mereka tak berdaya seperti itu?" Tanya Hu Boqin yang langsung di jawab oleh Luqiu dengan sangat bersemangat.
"Tuan tadi tidak melihatnya, bagaimana Putri Xia melawan mereka semua dengan hanya satu kibasan tangan saja."
Hu Boqin mengangguk paham, dia pernah mendengar cerita ini sebelumnya dari Changing.
Tapi yang jadi pertanyaannya, darimana Hu Liena mempelajari itu semua?
Tapi di manapun dan dari siapapun itu, Hu Boqin senang bahwa Putrinya masih baik-baik saja sampai saat ini.
"Putriku, Ayah berharap kau tidak terlalu banyak melakukan hal yang berbahaya lagi. Ingat! Kau adalah Putri Xia Yang Agung, keselamatanmu bergantung pada dirimu sendiri." Ujar Hu Boqin berusaha memperingatkan Hu Liena.
Hu Liena mengangguk setuju, apa yang Ayahnya katakan memang benar. Dengan posisinya yang sekarang, pasti akan banyak orang yang akan mengincarnya juga.
Apalagi dengan kenyataan jika dia akan menikah dengan Pangeran nomor satu di dinasti Ying yang terkenal kejam itu, sehingga membuat dirinya akan di jadikan sasaran oleh musuh-musuh Li Junjie di masa lalu.
"Aku tahu Ayah, meskipun begitu, aku tidak merasa takut sama sekali. Di tambah lagi sekarang, Ayah selalu melindungiku di setiap kesempatan. Itu Membuatku semakin menjadi kuat." Ucap Hu Liena penuh keyakinan.
Hu Boqin terkekeh, dia akhirnya bisa merasa lega setelah mendengar ucapan Hu Liena.
"Ayah percaya, kamu pasti mampu melakukannya, Nak." Kata Hu Boqin seraya mengelus rambut Putrinya itu.
Luqiu yang menyaksikan kejadian ini dari samping, langsung meneteskan airmata.
Kejadian ini sangat langka baginya, di mana dahulu, Hu Boqin tidak pernah memedulikan Hu Liena sama sekali. Bahkan ketika Hu Liena terluka parah sekalipun, Hu Boqin tidak pernah memperhatikannya.
Berbeda dengan sekarang, setelah kejadian waktu majikannya berada dalam ambang batas kematian. Hu Boqin berubah drastis, dan lebih menyayangi Hu Liena ketimbang Istri dan Putrinya yang satu lagi.
Terima kasih, Dewa! akhirnya saat ini Tuan menyayangi Nona Hu Liena, batin Luqiu.
"Terima kasih, Ayah! aku sangat senang, Ayah mau mendukungku saat ini." Ujar Hu Liena yang membuat sakit hati Hu Boqin.
Aku memang seorang pria bajingan! Bisa-bisanya dulu menelantarkan darah dagingku sendiri, hanya karena nafsu duniawi. Sungguh sangat keterlaluan, batin Hu Boqin.
Tak jauh berbeda dengan Luqiu kini, Changing pun sedang menahan perasaan harunya sedari tadi.
Akhirnya, mata hati Tuan telah terbuka dan lebih menyayangi Nona Hu Liena sekarang. Semoga tidak ada lagi orang yang akan merampas kebahagiaanmu lagi, Nona, batin Changing.
"Sekarang kau istirahatlah, Nak. Ayah akan kembali bersama Paman Changing, jika ada yang kau butuhkan, suruh pelayan saja untuk menemui Ayah. Dan Ayah akan langsung memberikannya, padamu." Ujar Hu Boqin dengan masih mengelus rambut Hu Liena.
"Baik Ayah, aku akan melakukannya." Balas Hu Liena patuh.
Hu Boqin pun beranjak pergi dari sana untuk kembali ke ruangannya di paviliun utama.
"Nona! Hamba sangat bahagia sekali, melihat kedekatan anda dengan Tuan Besar tadi." Luqiu mengungkapkan isi hatinya kepada Hu Liena.
"Aku juga bahagia, Luqiu. Setidaknya, aku bisa membuat pemilik tubuh ini, merasakan arti dari kasih sayang." Balas Hu Liena dengan tatapan jauh ke depan.
"Pemilik tubuh? Maksud anda, apa Nona?" Tanya Luqiu heran dengan jawaban Hu Liena.
"Ish, Luqiu! Aku tadi bilang, pada akhirnya tubuh ini merasakan kasih sayang." Sanggah Hu Liena.
Luqiu mengernyit, bukan itu yang dia dengar sebelumnya. Nonanya tadi, sangat jelas menyebut tentang pemilik tubuh. Bukan kalimat yang seperti dia ucapkan barusan.
"Hey, hey, hey ... Mengapa kau malah melamun seperti itu? Apa kau sekarang mulai meragukan aku, Luqiu?" Tanya Hu Liena yang melihat Luqiu hanya diam saja.