
"Ada apa?" Tanya Li Junjie yang melihat Hu Liena secara terus menerus meliriknya.
"Tidak apa-apa." Kilah Hu Liena.
"Yakin?" Ucap Li Junjie ingin memastikan.
Hu Liena mengangguk lagi, lalu kembali terdiam tanpa mengatakan apa-apa. Bibirnya serasa kaku untuk saat ini, bahkan menjawab ucapan Li Junjie saja, Hu Liena merasa tidak sanggup.
"Nona!" Terdengar panggilan dari arah belakang Hu Liena.
Hu Liena dan Li Junjie menoleh secara bersamaan, di lihatnya kedua Wang bersaudara sedang berlari mengejar mereka berdua.
"Nona! Kami mencari anda kemana-mana." Tutur Wang Shu dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Mencari kemana?" Ujar Hu Liena dengan malas.
Li Junjie terkekeh-kekeh melihat interaksi mereka bertiga, kedua pengawal Hu Liena ini terlihat bodoh, tapi sangat menguntungkan dirinya.
Seandainya saja mereka tadi tidak sibuk berdebat, pasti Li Junjie tidak memiliki kesempatan untuk terus berduaan dengan Hu Liena.
"Kami mencari, di sekitar sana." Tunjuk Wang Shu secara acak.
"Sekitar sana, mana?" Selidik Hu Liena.
Hu Liena tahu, pengawalnya itu hanya asal bicara saja karena takut dirinya akan marah dengan kecerobohan mereka yang berseteru tadi.
"Kami, mencari anda di sekitar halaman Pangeran Jun." Wang Wey membuka suaranya karena terlihat, jika Wang Shu sedang kebingungan menjawab pertanyaan Hu Liena.
"Benar! yang di ucapkan Wey benar adanya, Nona." Wang Shu ikut membenarkan ucapan Wang Wey.
Wang Wey sebenarnya sedikit ragu, jika Hu Liena akan mempercayai ucapannya. Namun, setelah beberapa saat menunggu, Hu Liena tidak berusaha membantah ucapannya. Justru dia malah tersenyum lembut ke arah mereka berdua, sungguh tidak dapat di percaya, pikir Wang Wey.
"Kalau begitu, maafkan aku yang telah merepotkan Paman berdua." Ucap Hu Liena seraya menangkupkan kedua tangan di depan dada.
Kedua Wang bersaudara terkesiap, mereka tidak menyangka jika alasan yang mereka ucapkan, akan di percaya begitu saja.
"Nona, kami ...," Ucap Wang Wey terlihat ragu untuk berkata-kata.
"Tidak apa-apa, kalian pasti sangat lelah 'kan. Terima kasih atas kerja kerasnya, silahkan Paman berdua untuk pulang, dan aku sendiri akan pulang dengan di antarkan oleh Pangeran." Ujar Hu Liena yang membuat Wang bersaudara menjadi malu.
''Maafkan kami, Nona." Ucap kedua Wang bersaudara serempak, mereka merasa menyesal karena tak bisa menjalankan tugas dengan baik meskipun Hu Liena tidak mempermasalahkannya.
"Aku 'kan sudah bilang tidak apa-apa, dan menyuruh kalian pulang. Lalu, apalagi?'' Tanya Hu Liena heran.
Kedua orang itu tertegun, mereka tidak mau meninggalkan Hu Liena. Apalagi, Hu Liena saat ini sedang bersama Pangeran yang paling berbahaya di Negara mereka.
Seandainya Hu Liena salah mengucapkan kata-kata, dia bisa habis di hukum oleh Pangeran kejam tersebut, pikir keduanya.
"Kami ... kami tidak bisa membiarkan anda pulang sendiri, Nona." Wang Wey berusaha menahan rasa takutnya dan langsung menolak perintah Hu Liena.
"Kalian tidak melihatku?" Tanya Li Junjie dengan ekpresi wajah rumit.
"Bukan begitu, Yang Mulia. Kami mendapat tugas untuk mengantarkan Nona, kemanapun dia pergi, dan kami harus tetap menjaga keselamatannya." Ujar Wang Shu yang langsung mendapat pelototan dari Li Junjie.
"Jadi kalian mencurigaiku?" Tanya Li Junjie sinis.
Kedua Wang bersaudara menggelengkan kepala, mereka tidak ada maksud ke arah sana.
Mereka hanya ingin menjaga Putri Majikannya, Hu Liena.
Hu Liena langsung membela kedua pengawalnya, dia menoleh ke arah Li Junjie dan ikut berbicara.
"Mereka hanya mengkhawatirkanku saja, Pangeran. Tolong jangan di ambil hati ...," Ucap Hu Liena seraya ingin berlutut mengikuti Wang Wey dan Wang Shu yang sudah duluan.
Namun gerakan Hu Liena di tahan oleh Li Junjie, dan dia langsung membalas perkataannya.
"Baik! aku memaafkan mereka, tapi kau jangan berlutut seperti itu di hadapanku. Sebentar lagi, kita akan menikah. Dan aku tidak mau, jika Istriku harus berlutut setiap harinya di hadapanku." Ujar Li Junjie yang di jawab anggukkan kepala oleh Hu Liena.
"Baik!" Balasnya lembut.
"Sekarang, kalian pulanglah dulu. Biarlah, Pangeran saja yang mengantarku." Ujar Hu Liena seraya melirik ke arah kedua orang pengawalnya.
Dalam hati Hu Liena berkata, 'untung saja, Pangeran sudah sedikit jinak. Kalau tidak? kalian akan mati saat ini juga'.
Setelah mendengar perkataan Hu Liena, kedua Wang bersaudara buru-buru pergi dengan di liputi perasaan cemas.
"Ayo cepat, Wey! aku takut, jika kita tidak buru-buru pergi dari sana, Pangeran Jun akan menghukum kita." Ujar Wang Shu di tengah pelariannya.
"Kau benar, Shu! aku juga tadi melihat ekspresi wajahnya, sungguh menakutkan." Wang Wey bergidik ngeri membayangkan wajah Li Junjie yang berubah masam ketika mereka berdua datang mengganggu perjalanan Pangeran Jun dan Hu Liena.
"Orang itu benar-benar berbahaya, kita bukanlah tandingannya." Wang Shu juga tak kalah takutnya dengan sang kakak, ia juga bergidik membayangkan kejadian tadi ketika berhadapan dengan Li Junjie.
"Benar, kita tidak boleh terlalu berdekatan dengannya, atau kita akan mati mengenaskan karena rasa takut." Wang Wey berusaha memberi peringatan untuk sang adik dan juga untuk dirinya sendiri.
Sementara di tempatnya berdiri tadi, Hu Liena kini tengah berbicara dengan Li Junjie.
"Sepertinya, anda telah membuat takut kedua pengawalku itu, Pangeran." Ujar Hu Liena seraya terus memperhatikan kedua pengawalnya yang lari terbirit-birit.
"Aku sudah bilang 'kan, mereka berdua itu bodoh." Balas Li Junjie santai.
"Anda benar! sebaiknya, kita melanjutkan kembali perjalanan." Ujar Hu Liena yang sedikit malas ketika Li Junjie menghina kedua pengawalnya itu.
Namun, dia juga tidak bisa menyangkal. Di hadapan Li Junjie, kedua pengawalnya itu seperti ketakutan.
Itulah mungkin sebabnya, Li Junjie menyebut mereka berdua bodoh.
Ck ... malang sekali nasib kalian berdua Paman, batin Hu Liena.
Li Junjie melirik ke arah Hu Liena, yang sedang berjalan perlahan di sebelahnya.
"Nona, aku ingin bertanya sesuatu, apa boleh?" Tanya Li Junjie sopan kepada Hu Liena.
"Um ...,'' Hu Liena mengangguk perlahan.
"Apa benar, racun di tubuhku ini bisa di hilangkan?" Tanya Li Junjie seraya menatap di kejauhan.
Dari pancaran sinar matanya, terlihat jelas kesedihan yang begitu mendalam. Bagaimana tidak, racun itu telah bersemayam di dalam tubuhnya sejak kecil, dan dia sudah banyak menderita karenanya.
Hu Liena menghentikan langkahnya, lalu menghadap ke arah Li Junjie yang kini juga melakukan hal yang sama dengan dirinya.
Tangan Hu Liena tanpa sadar terulur, meraih tangan Li Junjie yang kini sedang menatapnya dengan penuh kelembutan.
"Aku akan berusaha semampuku untuk membantumu, Pangeran. Aku tidak akan meminta apapun sebagai imbalan, aku hanya berharap, kau akan percaya jika aku bisa melakukannya." Hu Liena berkata penuh keyakinan.
Bohong adanya, kalau hati Li Junjie tidak tersentuh dengan ucapan Hu Liena.