Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
154. Entah itu dulu, sekarang ataupun nanti, dia akan tetap bodoh!


Beberapa orang yang Hu Boqin bawa, bukanlah orang biasa pada umumnya.


Mereka adalah Kaisar Li Jinhai, Pangeran Jun, Pangeran Jing, dan juga Putri Li Jiang bersama keluarga dari Kaisar Long Qian.


Ada juga para pengawal yang selalu setia melindungi Hu Liena di kegelapan.


Kedua Wang bersaudara Wang Shu dan Wang Wey, bahkan Changing yang selalu di tugaskan Hu Boqin untuk memantau keselamatan Putrinya paska siuman dari koma juga hadir di sana.


Guotin dan juga Bigwen 'pun, bahkan ikut meramaikan tempat tersebut.


Tak lupa juga Tabib Hong, yang merasa penasaran dengan kondisi Yueqin dan Putrinya, karena tadi di perjalanan sempat mendengar Pangeran Qian Yingzhi bercerita, jika Hu Liena telah memberikan kedua Ibu dan Anak tersebut cairan beracun yang dapat membuat reaksi gatal yang sangat parah kepada mereka berdua.


"Tentu saja Putrimu! Entah itu dulu, sekarang ataupun nanti, dia akan tetap bodoh! Bodoh! dan tetap bodoh!" cibir Xiulin yang membuat Perdana Menteri Hu Boqin mendengus kasar.


"Lancang! Siapa yang memberimu keberanian, memaki calon menantu Kaisar?" teriak Kaisar Li Jinhai merasa murka karena Yueqin menghina calon pasangan Pangeran Jun.


Xiulin berdecih, rasa takutnya perlahan sirna setelah dia memperhatikan sekelilingnya.


Lagipula, untuk apa dia merasa takut? itu hanya akan merendahkan harga dirinya saja, pikir Xiulin.


"Sebaiknya anda membatalkan pernikahan Putra anda bersama gadis bodoh ini, Yang Mulia Kaisar. Jika anda tetap melakukannya, aku khawatir jika nanti cucu-cucu anda akan tertular sifat bodohnya."


Semua orang yang berada di sana, tak urung merasa marah setelah mendengar kata-kata Xiulin.


Banyak dari mereka, yang mengutuk perkataan Xiulin dari dalam hatinya.


Seandainya tidak ada kedua Kaisar di sana, mungkin mereka akan menumpahkan semua kekesalan kepada kedua perempuan jahat tersebut.


"Guotin! Seret dan ikat mereka di tiang tengah lapang hingga panggi menjelang!" teriak Li Junjie yang merasa geram dengan keduanya.


"Kau siksa kami sampai mati 'pun, Hu Liena tetap akan di kenal sebagai orang bodoh di kerajaan dinasti Ying!" cibir Xiulin kasar.


Hu Liena tersenyum smirk melihat tingkah laku Xiulin, yang masih saja menyombongkan dirinya.


Sudah sampai di titik terendah 'pun, Xiulin tidak pernah lupa dengan sikap angkuhnya sendiri.


Sungguh sangat menyedihkan!


"Berani sekali kau mengangkat kepalamu, di hadapan Kaisar. Cepat menunduk!" bentak Hu Boqin naik pitam.


"Ha-ha-ha!"


"Tentu saja aku berani! Sebentar lagi, kalian pasti akan mendapatkan masalah dari kerajaan Wuya karena telah menculik kami berdua kesini. Ibuku adalah calon Selir yang sangat di hargai dan di cintai oleh Kaisar Wu, dan kalian malah membawanya ke tempat menjijikkan seperti ini?"


"Dan satu hal lagi, yang pasti akan memberatkan masalah kalian. Kami di sini di perlakukan tidak hormat, dan bahkan di ancam akan di siksa oleh kalian. Kaisar Wuya pasti akan murka, dan tidak akan pernah memaafkan kalian jika mengetahui hal ini.''


Xiulin menatap semua orang satu per satu, dengan tatapan menghina. Tak ada lagi rasa gugup, panik, ataupun takut di diri Xiulin sekarang.


Yang ada hanyalah keangkuhan dan juga kesombongan, karena memiliki dukungan penuh dari Kaisar Wuya yang sangat tergila-gila kepada Ibunya.


Tanpa Xiulin tahu, Kaisar yang dia gadang-gadang akan membantunya, justru saat ini sedang mengadakan perburuan atas dirinya dan juga Yueqin


Seandainya Xiulin tahu, mungkin dia belum tentu masih bersikap seperti sekarang.


Brukkk!


Li Junjie melemparkan setumpuk kertas selebaran ke hadapan Xiulin yang masih menatap orang-orang, dengan tatapan sinis.


"Aku sengaja mengumpulkannya untuk kalian berdua." ucap Li Junjie yang membuat Xiulin berkerut.


Karena terdorong rasa penasaran, Xiulin akhirnya memungut kertas yang di lemparkan Pangeran Li Junjie kepadanya.


Dan alangkah terkejutnya Xiulin, ketika dia selesai membaca tulisan di atas selebaran yang berasal dari kerajaan Wuya. Di atas kertas di tulis, jika Kaisar Wu sedang mencari mereka berdua yang telah melarikan diri ketika melakukan ritual pemandian.


Dan parahnya lagi, Kaisar Wu mematok harga tinggi untuk orang-orang yang bisa membawa mereka berdua, hidup atau mati sampai di kerajaan Wuya.


"Tidak mungkin! Berita ini bohong! Kami tidak melarikan diri, kami di culik oleh kalian semua!"


Xiulin berteriak-teriak sambil menunjuk semua orang yang hadir di ruangan tersebut.


Yueqin yang belum mengerti dengan apa yang di ucapkan Putrinya, langsung merebut setumpuk kertas dari tangan Xiulin dan membacanya.


Dengan mata terbelalak, Yueqin akhirnya paham atas tindakan yang di lakukan Xiulin.


Pantas saja Putrinya begitu histeris sesaat setelah membaca selebaran tersebut. Ternyata, isinya sungguh sangat mengejutkan.


"Apa kau memiliki bukti, jika kami yang menculik kalian? Apa Kaisar Wu juga akan percaya, tentang hal tersebut?" sindir Hu Liena yang membuat Xiulin kelabakan karena panik.


"Aku- ...," Xiulin tak kunjung menyelesaikan ucapannya karena ucapan Hu Liena memang benar.


Dia dan Ibunya tidak memiliki bukti kuat, untuk menuduh Hu Liena dan orang-orang di sana yang telah menculik mereka berdua.


Brukkk!


Yueqin menjadi murka, dan melemparkan selebaran di tangannya ke arah semua orang hingga berserakan di lantai.


"Tidak! Ini bukan dari kerajaan Wuya! Kaisar Wu tidak mungkin melakukan hal itu padaku! Ini pasti ulah kalian, 'kan? Kalian yang telah membuat selebaran ini sendiri, lalu menunjukannya kepada kami!''


"Ha-ha! Bibi Yueqin, jika kau merasa yakin Kaisar Wu akan menyelamatkanmu, aku akan mengirim seseorang untuk memberitahukannya tentang keberadaanmu sekarang. Bagaimana?" tantang Hu Liena yang membuat Yueqin dan Putrinya terdiam.


Jika memang selebaran tersebut berasal dari kerajaan Wuya, bukannya selamat, mereka bahkan akan di perlakukan lebih parah lagi di sana.


Apalagi Kaisar Wu, memerintahkan penangkapan tentang hidup dan matinya mereka. Sudah bisa di pastikan, jika nyawa mereka berdua sedang dalam bahaya untuk saat ini.


"Kenapa kalian berdua, diam? Takut? Atau bagaimana?" ejek Hu Liena.


Yueqin mendengus kasar, dia merasa tidak senang dengan perlakukan Hu Liena terhadap dirinya.


"Dasar Putri yang tidak tahu terima kasih! Susah payah aku mengurusmu selama ini, ternyata seperti inilah balasanmu kepadaku?! Hah!" teriak Yueqin yang membawa-bawa tentang hutang jasa Hu Liena kepada dirinya.


Hu Liena menyeringai jahat ketika di singgung masalah tersebut. Ingatan di benaknya langsung tertuju ke kehidupan masa lalu pemilik tubuh asli yang di tempatinya saat ini.


Setiap hari, Yueqin selalu menyiksa, bahkan tak jarang juga memberikan racun melalui makanan yang di kirimkan kepada pemilik asli tubuhnya.


Dan apa katanya barusan? Mengurusnya dengan susah payah? Sungguh kata-katanya, telah membuat hati Hu Liena tergerak untuk membalas semua perbuatan yang telah dia lakukan.


Bugghhh!


Tiba-tiba, Hu Liena menendang tubuh Yueqin tanpa ampun hingga terjengkang ke belakang.


"Apa yang kau lakukan?!" teriak Xiulin kencang.


Tak hanya dia saja, semua orang juga merasa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Hu Liena.


"Anda bilang, saya harus membalas semua yang telah anda lakukan kepadaku selama ini, bukan? Seperti itulah balasannya! Anda sering menendangku setiap hari tanpa ampun, maka itulah yang akan aku lakukan saat ini dan seterusnya." balas Hu Liena dengan lantang.


"Hu Liena! Jangan macam-macam, kau!" bentak Xiulin saat melihat Hu Liena mulai bergerak ke arah mereka berada.


Hu Liena tertawa, tanpa berniat menghentikan langkahnya yang semakin mendekat ke arah keduanya yang saat ini tengah beringsut menjauh.


"Kalian, apa yang sedang kalian lihat? Cepat hentikan dia!" teriak Xiulin menghardik ke arah semua orang.


Sedangkan orang-orang yang berada di sana, jangankan mendengar, melirik mereka berdua saja mereka sepertinya merasa enggan.


Lagipula, bukankah Yueqin sendiri yang meminta balasan atas jasa-jasanya selama ini? Lalu kenapa, dia sekarang malah meminta orang-orang untuk menghentikan aksi Hu Liena.


Tidak! Mereka tidak akan menghentikannya!


"Tidak akan ada yang membantu kalian di sini, Kakak." cibir Hu Liena di tengah-tengah langkahnya.


"Awas kau, Hu Liena! Jika kau berani mendekat, maka aku akan- ...,


"Akan apa? Membalasku? Silahkan saja, jika kau mampu!"


Ucapan Xiulin langsung di potong oleh Hu Liena hingga dirinya tak bisa berkutik lagi dan langsung terdiam ketakutan.


PLAKK!


Hu Liena langsung menampar wajah Xiulin yang berusaha melindungi tubuh Yueqin, saat Hu Liena berusaha menariknya ke arah depan.


"Jangan ganggu Ibuku!" teriak Xiulin sambil mencengkeram tangan Hu Liena yang kembali terulur ke depan.


Bughh!


"Agghhh!"


"Xiulin!" teriak Yueqin saat tubuh Putrinya terkena tendangan kasar Hu Liena.