Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
130. Keributan.


"Maaf, Yang Mulia! Pangeran Jing, dan juga Tuan Putri Li Jiang, meminta untuk menemui anda!"


Seorang pengawal datang melaporkan kedatangan Li Jing Sheng dan juga Putri Li Jiang, kepada Kaisar Li Jinhai.


"Suruh mereka untuk menemuiku di sini!" jawab Kaisar Li Jinhai dengan perasaan gembira.


Beberapa saat yang lalu, dia memikirkan untuk menjodohkan Putra Keduanya. Dan beberapa saat kemudian, Li Jing Sheng malah datang untuk bertemu dengannya. Sungguh suatu kebetulan!


"Hormat kepada Ayahanda Kaisar, dan kepada Yang Mulia Kaisar Qian!" ucap Li Jing Sheng berbarengan dengan Adiknya Li Jiang.


"Hormat kalian, aku terima!" balas Kaisar Li Jinhai.


"Jinhai, aku tidak menyangka, jika Putra-Putrimu sudah sebesar ini." ucap Kaisar Qian sambil melirik ke arah Li Jing Sheng dan Putri Li Jiang.


"Tidak aneh jika kau merasa pangling melihat Putra-Putriku sekarang. Kita sudah lama tidak bertemu semenjak kejadian waktu itu." balas Kaisar Li Jinhai sambil melambaikan tangannya kepada sang Putri.


Putri Li Jiang 'pun berjalan menghampiri sang Ayah, yang saat ini bergeser memberikan ruang kosong untuknya duduk. Sedangkan Li Jing Sheng, di persilahkan duduk di sebelah Putri Jia Li.


"Ini Putra Keduaku, namanya Li Jing Sheng. Dan ini, Putriku yang paling cantik, namanya Li Jiang." ucap Kaisar Li Jinhai memperkenalkan Putra-Putrinya kepada Kaisar Long Qian.


Alis Kaisar Qian berkerut mengetahui nama Putri Kaisar Li Jinhai memiliki sedikit kesamaan dengan Putrinya. Putri Jia Li, dan Putri Li Jiang!


"Ada apa? Apa kau tidak menyukai mereka?" tanya Kaisar Li Jinhai keheranan melihat sikap Kaisar Qian.


"Bukan seperti itu, Jinhai. Aku heran saja, mengapa nama Putri kita hampir sama?"


Kaisar Li Jinhai terkekeh dengan pertanyaan Kaisar Long Qian. Dia 'pun langsung menjelaskan kesengajaan menamai Putrinya seperti itu. Agar kelak, teman masa mudanya tersebut percaya, jika dia tidak pernah melupakan ikatan pertemanan mereka.


Tentu saja, Kaisar Qian merasa terharu setelah mendengar penuturan dari Kaisar Li Jinhai.


Memang, mereka berdua dulu sempat merencanakan menamai Putri mereka dengan nama yang hampir serupa. Tapi itu, hanya sebuah candaan di waktu remaja saja. Dia tidak percaya, jika Kaisar Li Jinhai akan menganggapnya serius. sungguh konyol!


"Ayah, di mana Kakak Ipar? Bolehkah aku pergi menemuinya?" tanya Putri Li Jiang yang di dukung oleh Kakaknya, Li Jing Sheng.


Mereka berdua sangat merindukan kehadiran Hu Liena. Mereka juga berharap, Kakaknya, akan memberikan ruang untuk mereka kali ini bertemu dengan Hu Liena.


"Seingat Ayah, Putri Xia sedang berbincang dengan Kakak Pertama kalian." jawab Kaisar Li Jinhai yang sontak membuat murung kedua Putra-Putrinya.


Bahkan Li Jing Sheng, yang awalnya terlihat semangat, kini seperti kehilangan gairahnya.


"Mari Kakak, kita pergi menemui Kakak Ipar!" ajak Putri Li Jiang dengan wajah murung.


"Ajak Putri kerajaan Qian juga bersama kalian." ucap Kaisar Li Jinhai yang langsung di sanggupi oleh kedua Putra-Putrinya.


Melihat punggung ketiga muda-mudi semakin menjauh, Kaisar Li Jinhai menghela nafas panjang.


"Hah, seandainya saja Putrimu belum menyukai pria lain. Mungkin aku akan menjodohkannya dengan Putra Keduaku."


"Kita akan mengatur masalah itu nanti, setelah kau bisa mengalahkanku bermain catur." balas Kaisar Qian sambil melanjutkan permainan mereka yang sempat tertunda.


Di sebuah taman...


"Bagaimana dengan perkembangan kesehatan, Kaisar Qian?" tanya Li Junjie kepada Hu Liena.


"Kondisinya semakin membaik!"


Li Junjie mengangguk puas ketika mendengar tentang kesehatan Kaisar kerajaan Qian. Jika semuanya berjalan dengan lancar, dan kondisi Kaisar Qian semakin stabil. Rencananya, akan di adakan sidang untuk mengadili Putri Song Qian dan seluruh anak buahnya.


"Pangeran, ada apa di sana?" tunjuk Hu Liena saat mendengar keributan yang tak jauh dari tempatnya.


"Ada apa di sana?" tanya Li Junjie penasaran.


"Jawab, Yang Mulia Pangeran! Putri Li Jiang sedang memarahi Putra dari Kaisar kerajaan Qian." ucap si pengawal dengan gugup.


Bagaimana tidak, Putri Li Jiang adalah Adik perempuan satu-satunya Pangeran Jun mereka. Jika saat ini dia sedang tertimpa masalah di bawah pengawasan mereka, bukan tidak mungkin jika Pangeran Jun akan merasa kecewa dengan kinerja mereka semua.


"Li Jiang?!" tanya Hu Liena setengah berseru.


"Benar, Tuan Putri!" jawab si pengawal.


Hu Liena dan Li Junjie 'pun bergegas menghampiri tempat keributan terjadi. Sesampainya di sana, mereka berdua di buat terkejut dengan apa yang mereka lihat dan saksikan.


Putri Li Jiang menarik-narik tangan Qian Yingzhi, dan meminta para pengawal untuk membawanya ke dalam penjara.


Entah apa yang terjadi sebenarnya di antara mereka berdua. Yang jelas, tak ada satupun dari para pengawal yang berani menghentikan aksi Putri Li Jiang.


"Putri, berhenti!" teriak Hu Liena saat sudah berada di dalam kerumunan.


"Kakak Ipar, syukurlah kau datang." ucap Putri Li Jiang dengan perasaan lega.


"Apa yang terjadi? Mengapa kau berbuat kasar padanya, Putri?" tanya Hu Liena penasaran.


Putri Li Jiang menghempaskan tangan Qian Yingzhi dengan kasar, lalu berlari mendekat ke arah Hu Liena


"Pria ini harus di tangkap, Kakak Ipar. Tadi, kami melihat jika dia sedang mengintai kalian berdua. Jadi, aku segera memanggil para pengawal untuk menangkapnya." ucap Putri Li Jiang sambil menunjuk ke arah Qian Yingzhi.


"Apa benar seperti itu?" tanya Li Junjie sambil melirik ke arah Qian Yingzhi yang saat ini menundukkan kepalanya.


"Tidak, semua salah paham." jawab Qian Yingzhi dengan datar.


Putri Li Jiang jadi meradang mendengar bantahan dari Qian Yingzhi. Sudah jelas-jelas dia tadi melihatnya sedang mengintip sang Kakak, dan juga calon Kakak Iparnya.


"Jangan bohong!" bentak Putri Li Jiang.


"Putri ...," tegur Hu Liena lembut.


Hu Liena percaya dengan apa yang di katakan Qian Yingzhi sebelumnya. Semua salah paham!


Jadi, sebisa mungkin Hu Liena harus bisa menenangkan Putri Li Jiang.


"Kakak Ipar, orang ini berbohong!" Li Jiang masih bersikukuh dengan tuduhannya yang mengarah kepada Qian Yingzhi.


"Li Jiang, jaga sikapmu!" ucap Li Junjie yang mampu membuat Putri Li Jiang diam seketika.


"Pangeran Qian, aku ingin mendengar penjelasan darimu!"


Semua orang, termasuk Putri Li Jiang, terkejut dengan nama yang di sematkan Li Junjie kepada orang yang baru saja dia tuduh sebagai penyusup.


Tidak terkecuali, Putri dari kerajaan Qian, Jia Li. Dia juga merasa terkejut dengan kenyataan di depan kedua matanya.


"Pangeran Qian?! Bagaimana mungkin?!" gumam Putri Jia Li kepada dirinya sendiri.


Wajar saja jika Putri Jia Li merasa terkejut dengan sebutan dari Li Junjie untuk Qian Yingzhi.


Alasannya, karena Kaisar Qian belum menjelaskan apapun tentang kebenaran Putra Mahkota yang asli, kepada Putri Jia Li.