
Di tempat yang berbeda, kini Changing sedang melapor kepada Hu Boqin.
"Tuan! Nona Xiulin membawa beberapa pria kuat, untuk menyerang ke gerha bunga."
"Lancang!" Hu Boqin langsung menggebrak meja begitu mendengar laporan dari Changing.
Kelakuan Xiulin sudah membuatnya naik pitam, pagi tadi, masih beruntung dirinya tidak menghukum gadis lancang itu karena di halangi Yueqin. Tapi kali ini, jangan harap dia bisa selamat lagi, keputusannya sudah bulat untuk menghukum Xiulin yang sudah sangat keterlaluan.
"Gadis itu sudah tidak bisa di biarkan lagi! semakin hari, kelakuannya semakin keterlaluan saja!" Ujar Hu Boqin yang merasa marah dan tak bisa lagi menahan api kemarahannya pada Xiulin.
"Changing! Antar aku kesana!" Teriak Hu Boqin dengan keras.
Sementara di gerha bunga, kini Hu Liena sedang tergelak menertawakan Xiulin yang sedang menendangi anak buahnya.
"Bangun bodoh! Cepat hajar si ****** itu, untukku!" Teriak Xiulin kencang hingga memekakkan telinga.
"Ha-ha! Kakak, sudahlah! Mereka tidak akan bisa melakukannya, percaya saja padaku." Ucap Hu Liena yang masih tergelak.
Luqiu juga sekarang ikut-ikutan tertawa dengan Hu Liena, dan mencibir kebodohan anak buah Xiulin.
"Nona, lihat mereka! Badannya saja yang menakutkan, ternyata kekuatannya tidak sampai melampaui anak usia sepuluh tahun." Cibir Luqiu yang membuat Xiulin membentak ke arahnya.
"Diam kau pelayan rendahan!" Bentak Xiulin sambil menunjuk ke arah Luqiu.
Hu Liena merasa tidak terima Luqiu di perlakukan kasar seperti itu, dan langsung membalas bentakan dari Xiulin.
"Kau yang rendahan! Bisa-bisanya membawa para pria bodoh ini masuk ke dalam kamarku! Apa kau lupa dengan statusku sekarang? Aku adalah seorang Putri Xia Yang Agung! Kasim Hai benar, anak gundik sepertimu memang harus di kasih pelajaran, agar tahu caranya bersikap sopan kepada orang yang memberimu makan."
"Apanya Yang Agung? Kamu itu perempuan ******! ****** sialan!" Teriak Xiulin tak mau kalah dengan Hu Liena.
"Dasar bodoh!" Cibir Hu Liena seraya mengibaskan lengan bajunya.
Syuutt...
Cleb~
Jarum Hu Liena terbang lalu menusuk lutut Xiulin, dan langsung membuatnya roboh ke lantai seperti anak buahnya.
Aagghhh....
Teriakan Xiulin terdengar sangat mengenaskan.
Sementara Hu Liena, kini bangkit dan berjalan mendekati ke arah Xiulin.
Setelah berada di hadapan Xiulin, Hu Liena berjongkok dan langsung mencabut jarum yang kini tertancap di lutut Xiulin dengan kasar.
Aagghhh...
Xiulin kembali berteriak, setelah jarum itu di cabut dari lututnya. Rasa sensasi seperti terbakar, kini Xiulin rasakan dari bekas cabutan jarum tersebut.
Hu Liena memperhatikan ujung jarumnya, yang kini telah berwarna merah karena darah Xiulin.
"Masih untung aku tidak mengoleskan racun di ujung jarumnya, kalau tidak, kau pasti sudah berubah menjadi mayat sekarang. Dan sikap bodohmu itu, hanya akan tinggal kenangan saja." Ucap Hu Liena dengan santainya.
"Sialan!" Teriak Xiulin penuh amarah.
Hu Liena melirik ke arah Xiulin yang memakinya, dengan tatapan penuh ejekan.
"Kau belum mau menyerah juga rupanya, Kakak?" Ucap Hu Liena seraya mendekatkan wajahnya ke arah Xiulin.
Xiulin bergidik ngeri melihat wajah Hu Liena sedekat itu dengannya.
"Apa yang akan kau lakukan dengan Putriku? Gadis ******!" Suara Yueqin terdengar keras di ruangan Hu Liena.
Hu Liena menoleh, ke arah Yueqin yang kini sedang berkacak pinggang di pintu masuk.
"Kebetulan sekali, Bibi datang kesini." Ucap Hu Liena dengan tenang.
Yueqin langsung mendengus, karena merasa tidak senang dengan ucapan Hu Liena kepada dirinya.
"Kenapa? Apa kau merasa tidak berani lagi, setelah melihatku?" Sindir Yueqin yang di balas tawa renyah oleh Hu Liena.
"Ha-ha! Apanya yang tidak berani, Bibi? Memukul Kakak? Seperti ini?"
PLAKK!
Di sela-sela ucapannya, Hu Liena langsung menampar Xiulin dengan sangat keras.
Aagghhh...
Yueqin langsung membentak, begitu mendengar Putrinya berteriak kesakitan karena wajahnya telah di tampar oleh Hu Liena. "******! Berani kau memukul Putriku lagi! Akan aku bunuh kamu!"
"Siapa yang akan di bunuh?" Tepat pada saat itu, suara Hu Boqin menggelegar dari arah luar.
Yueqin sedikit merasa panik, tapi itu tidak berlangsung lama karena dia langsung berkata memelas kepada Suaminya.
"Tuan, lihatlah Putriku itu! Dia di hajar seperti ini oleh Hu Liena, sungguh sangat malang nasibnya. Tuan, tolong berikan keadilan kepada hamba dan Xiulin."
Hu Liena ingin tertawa, tapi dia tahan karena tidak ingin merusak suasana yang mengharukan antara Ibu dan Anak yang suka menjilat ini, pikir Hu Liena.
"Ayah, lihatlah ini! Aku di aniaya oleh Adikku sendiri. Hanya karena dia sekarang mendapat gelar Putri Xia dari kaisar, dia jadi bersikap semena-mena dengan memukuliku di hadapan semua orang." Ujar Xiulin sembari terisak di hadapan Hu Boqin.
"Itu benar, Tuan. Putriku tidak bersalah, dia hanya tidak seberuntung Hu Liena yang mendapat gelar dari Kaisar. Tapi mengapa, Hu Liena dengan teganya memukuli dia sampai seperti ini. Oh ... Putriku yang sangat malang!" Yueqin ikut terisak di sana bersama Putrinya, sungguh suatu pemandangan yang memilukan.
Dahi Hu Boqin berkerut lebih tebal dari biasanya, jelas-jelas tadi dia mendengar Ibu dan Anak itu sangat mendominasi keadaan. Tapi sekarang, situasinya berubah sembilan puluh sembilan derajat.
Sangat jauh dari kenyataan yang terjadi sebenarnya.
Hu Boqin tak ada langkah lain, selain memastikannya kepada yang bersangkutan.
"Apa benar yang dia katakan Putri Xia?" Tanya Hu Boqin sopan.
Hu Liena tersenyum lembut dan malah balik bertanya. "Bagaimana menurut, Ayah?"
"Masalah ini sedikit rumit, benar begitu 'kan Changing?" Hu Boqin kembali bertanya, tapi kali ini, pertanyaan yang di lemparkannya bukan kepada Hu Liena, melainkan kepada Changing.
Changing pun mengikuti permainan sang majikan dan memainkan peran, memangnya hanya Nyonya Yueqin dan Xiulin saja yang pandai bersandiwara, mereka juga bisa melakukannya, dengan sangat baik malah, pikir Changing.
"Hamba juga kurang paham, Tuan. Sepertinya masalah ini, tidak akan bisa kita pecahkan. Bagaimana kalau kita memanggil pihak Istana untuk mengurus tentang masalah ini, agar yang salah tetap salah dan yang benar akan tetap menjadi benar."
Luqiu yang dari tadi hanya diam saja, langsung menimpali ucapan Changing.
"Putri! Ucapan Tuan pengawal ada benarnya juga, bagaimana kalau kita memanggil pihak berwenang untuk mengurus masalah di sini? Lagipula, para pria jahat ini juga harus segera di amankan, bukan?"
"Tidak! tidak perlu! Aku dan Putriku akan pergi dari sini, jadi kalian tidak perlu repot-repot mengurusi tentang masalah kami berdua." Yueqin dengan cepat menolak usulan dari mereka. Jika masalah ini tersebar, dan pihak berwenang datang. Dia dan Putrinya, akan berada dalam bahaya besar.
Hu Boqin menoleh ke arah Istrinya yang sedang berbicara itu, di dalam hatinya, ia kini sedang menertawakan sikap Yueqin yang sekarang terlihat panik oleh gertakan semua orang.
"Bagaimana bisa seperti itu, Istriku? Aku hanya ingin menuntut keadilan untukmu dan Xiulin, kalau kalian pergi sekarang, masalah ini tidak akan pernah selesai." Ujar Hu Boqin dengan cemas.
Changing ingin tertawa, tapi dia tahan karena tak ingin kena hukuman. Jika dia tertawa saat ini dan merusak rencana majikannya yang sedang berpura-pura, mungkin situasinya akan tidak semenarik ini.