Kehidupan Kedua Hu Liena

Kehidupan Kedua Hu Liena
135. Kisah pilu Putri Li Jiang.


Yueqin dan juga Xiulin, tampak terkejut dengan panggilan orang berpakaian serba hitam kepada pria yang bersebelahan sel tahanan dengannya.


Dia tidak menyangka, jika pria yang tadi dia bentak memiliki status yang tak biasa.


"Tuan, siapapun dirimu, tolong bawa kami juga turut serta." ucap Yueqin memohon penuh harap agar dia dapat di bebaskan.


"Lancang!" teriak orang berpakaian serba hitam.


Tak di sangka, pria yang bersebelahan dengan Yueqin malah menyarankan untuk membawa Yueqin dan Xiulin. Dia beralasan, jika mereka berdua bisa di manfaatkan tenaganya untuk menjadi juru masak di tempat persembunyian mereka nanti.


Kabar tentang kaburnya para tahanan, telah sampai di telinga Li Junjie yang kini menatap semua para penjaga dengan murka.


Namun, untungnya Hu Liena segera menenangkan suasana dan meredam api kemarahan Li Junjie.


Karena menurut Hu Liena, percuma saja marah-marah tanpa mengambil tindakan.


"Baik, aku akan memaafkan kalian kali ini dengan syarat, kalian harus segera menangkap kembali para tahanan yang telah kabur." ucap Li Junjie dengan geram.


Semua para penjaga serempak bersujud memberi hormat, dan juga pengampunan karema telah lalai dalam menjalankan tugas mereka.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku juga akan membantu mencari keberadaan tahanan Yueqin dan juga Xiulin. Mereka berdua masih tanggung jawabku, akan sangat aneh jika aku hanya berpangku tangan." ucap Hu Liena dengan penuh ketegasan.


Li Junjie ingin menolak keputusan Hu Liena, namun apalah daya, Hu Liena tidak suka menerima penolakan. Yang bisa di lakukan Li Junjie sekarang adalah membantu, dan juga melindunginya.


Setelah semua penjaga bubar, Li Junjie memanggil Guotin dan juga Bigwen untuk menghadap.


"Aku perintahkan kalian, untuk mencari tempat persembunyian Pangeran Chunian" titah Li Junjie yang di balas anggukkan oleh kedua pengawal kepercayaannya.


Tanpa banyak bertanya lagi, Guotin dan juga Bigwen langsung pergi menjalankan perintah sang Tuan.


Mereka berdua menghilang seperti hembusan angin, tanpa terlihat oleh para pengawal Istana yang lain.


"Pangeran, siapa yang di maksud dengan Pangeran Chunian? Apa mungkin, Bibi Yueqin dan juga Xiulin juga, di bawa kabur olehnya?" tanya Hu Liena penasaran.


Li Junjie menarik nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Hu Liena.


"Pangeran Chunian, adalah Pangeran dari kerajaan Wuya. Setahun yang lalu, dia berusaha menculik Li Jiang ketika sedang berada di kuil suci bersama teman-temannya." ucap Li Junjie sambil mengepalkan tangannya erat.


"Eh, kenapa dia melakukan semua itu?" tanya Hu Liena dengan heran.


Hu Liena sedikit terkejut ketika mendengar tentang Putri Li Jiang yang hampir di culik. Pantas saja Putri Li Jiang seperti merasa tidak nyaman sewaktu berkumpul dengan Qian Yingzhi waktu itu, ternyata karena alasan tersebut.


"Pangeran Chunian menyukai Li Jiang, tapi Li Jiang menolak karena pernah mendengar jika Pangeran Chunian bertempramen buruk." tutur Li Junjie dengan raut muka yang nampak murung.


"Jadi karena alasan itu, Pangeran Chunian di tahan?" selidik Hu Liena.


Dia merasa janggal dengan alasan di balik penahanan Pangeran Chunian, pasti ada masalah yang lebih serius dari sekedar penculikan.


"Bukan, alasan Pangeran Chunian di tangkap karena dia juga pernah menyelinap masuk ke kamar Li Jiang dan berusaha untuk memperkosanya." jawab Li Junjie dengan mata yang memerah.


BRAKK!


Tanpa sadar, Hu Liena menggebrak meja hingga membuat beberapa orang penjaga merasa terkejut.


"Kurang ajar si Pangeran Chunian! Lihat saja, aku akan membuatnya merasa menyesal telah di lahirkan menjadi seorang Pangeran!" ucap Hu Liena dengan geram.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Putri Li Jiang membeku di tempatnya berdiri ketika mendengar Li Junjie menceritakan kisah pilunya kepada Hu Liena.


Airmata Putri Li Jiang jatuh menetes tak terelakkan membasahi kedua pipinya yang memerah.


Rasa malu, marah, dan juga sedih kini campur aduk di dalam hatinya.


"Adik, sedang apa kau di sini? Mengapa tidak langsung masuk saja!" suara Li Jing Sheng yang nyaring mengejutkan Hu Liena dan juga Li Junjie.


Hu Liena juga melakukan hak yang sama, dia bangkit dan berjalan dengan cepat menuju asal suara.


"Putri!" panggil Hu Liena saat melihat Putri Li Jiang berlari sambil menutup wajahnya.


"Kakak, ada apa dengan Li Jiang?" tanya Li Jing Sheng sambil garuk-garuk kepala keheranan.


"Kalian tunggu saja di sini, aku akan mengejarnya!" ucap Hu Liena sambil berlari mengikuti arah pergi Putri Li Jiang.


Brughh!


Putri Li Jiang terjatuh saat menabrak tubuh Qian Yingzhi yang sedang berdiri menikmati udara pagi.


"Putri, apa anda tidak apa-apa?" Qian Yingzhi begitu terkejut melihat penampilan Putri Li Jiang yang berantakan.


Matanya sembab, hidungnya merah, dan masih ada jejak bekas airmata di kedua pipinya.


Walaupun begitu, kecantikan Putri Li Jiang tidak memudar, bahkan kelihatan semakin cantik membuat jantung Qian Yingzhi berdegup kencang.


"Lepaskan aku!" ucap Putri Li Jiang sambil menghempaskan tangan Qian Yingzhi yang akan membantunya untuk berdiri.


"Ma-maaf!" balas Qian Yingzhi gugup karena mengira dia telah berbuat tidak sopan.


"Putri, tunggu!" teriak Hu Liena saat berhasil menyusul keberadaan Putri Li Jiang.


"Kakak Ipar, aku ...,"


Belum sempat Putri Li Jiang menyelesaikan ucapannya, Hu Liena sudah terlebih dulu melangkahkan kaki dan langsung memeluk tubuh Putri Li Jiang.


"Tidak apa-apa, ada aku di sini! Aku akan selalu melindungimu dari bahaya apapun!" ucap Hu Liena yang membuat Putri Li Jiang kembali meneteskan airmata.


"___"


Di tempatnya, Qian Yingzhi merasa kebingungan. Melindungi? dari apa? Apa karena tabrakan tadi Putri Li Jiang terluka?


Sebelum Qian Yingzhi sempat menanyakan permasalahan apa yang di hadapi Putri Li Jiang,, Hu Liena telah terlebih dahulu membawanya pergi.


Ah, dia kenapa menangis? batin Qian Yingzhi.


Entah merasa kasihan atau apa, yang jelas, Qian Yingzhi juga kini merasakan sesak di dadanya.


"Maafkan aku, Putri. Seandainya aku tidak bertanya, mungkin kau tidak akan pernah mengingatnya lagi sekarang!" ucap Hu Liena merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Kakak Ipar. Meskipun rahasia itu di sembunyikan, cepat ataupun lambat, kau pasti akan mengetahuinya juga." balas Putri Li Jiang sambil menundukkan kepalanya.


"Tapi Putri, kapan terjadinya masalah itu? Mengapa aku sampai tidak mengetahuinya sama sekali?" tanya Hu Liena dengan penasaran.


Seingat Hu Liena, pemilik tubuh asli ini sangatlah dekat dengan Putri Li Jiang. Tapi kenapa, kejadian yang menggemparkan seperti itu saja, dia sampai tidak tahu?


"Waktu itu Kakak Ipar sedang koma, jadi wajar saja jika Kakak Ipar tidak mengingatnya." tutur Putri Li Jiang.


Masuk akal! Pantas saja Hu Liena tidak ingat, ternyata kejadiannya pas dia masih dalam keadaan vegetatif.


"Li Jiang!" Li Junjie datang dan langsung memeluk Adik perempuannya.


Li Jing Sheng yang mengikutinya di belakang, jadi berkaca-kaca melihat kejadian tersebut.


"Kakak, aku sudah tidak apa-apa! Aku beruntung, karena memiliki kalian semua sebagai keluarga." ucap Putri Li Jiang yang membuat terharu semua orang.


Kenapa mereka? Ada apa dengan Putri Li Jiang? batin Qian Yingzhi yang diam-diam mengikuti Putri Li Jiang karena merasa khawatir dengan keselamatannya.