
Pagi hari Ziano baru membuka matanya. Dia terkejut saat mendapati dirinya berada di rumah sakit.
"Bianca..." Zaino memanggilnya saat melihat Bianca yang sedang menyiapkan sarapan.
"Iya Tuan, syukurlah Anda sudah sadar"
"Apa yang terjadi? Kenapa Aku berada disini?"
"Anda kelelahan Tuan sehingga menimbulkan dehidrasi"
"Lalu dimana Kevin?"
"Tuan Kevin masih di hotel bersama Vita"
"Jangan beri tau keadaanku pada Kevin"
"Baik Tuan, sampai saat ini kami belum memberi tau keadaan Anda kepada Tuan Kevin"
"Apa Aku sudah bisa pulang?"
"Tidak Tuan, Anda masih mengalami dehidrasi. Akan sangat berbahaya apabila Anda tidak menjalani perawatan ini"
"Sial, kenapa Aku seperti ini? Kau harus kembali Bianca. Mungkin untuk beberapa hari Aku tidak akan masuk kantor. Jadi Aku titipkan semuanya kepadamu"
"Baik Tuan, lalu bagaimana dengan Anda?"
Ziano nampak berfikir, bagaimanapun dia tidak mungkin berada di rumah sakit ini sendirian.
"Ada perawat yang akan menjagaku. Jadi jangan khawatirkan Aku. Ajak Kevin dan Vita bersama mu"
"Baik Tuan, Saya akan memberitahukan kepada Vita terlebih dahulu untuk segera bersiap-siap"
Bianca keluar dari ruangan Ziano dan menelpon Vita.
"Hallo Kak, bagaimana keadaan Tuan Ziano?"
"Dia baik-baik saja, beliau menyuruhku untuk pulang hari ini juga. Perusahaan tidak boleh ditinggalkan telalu lama seperti ini"
"Lalu bagaimana dengan Tuan Ziano?"
"Dia bilang dia bisa mengurusnya sendiri"
"Sendiri? Di rumah sakit?"
"Aku juga tidak yakin" Bianca benar-benar merasa bingung.
"Bagaimana kalau Aku menemani Tuan Ziano disini. Kak Bica bisa kan ajak Kevin pulang?"
"Jangan macam-macam Vita, Aku tidak percaya Kamu bisa merawat Tuan Ziano. Bukankah Kamu tidak suka dengan bau obat?"
"Perawat yang akan merawatnya Kak, bukan Aku. Aku hanya menjaganya apabila ada yang dia butuhkan"
"Kamu yakin?"
"Baiklah Aku akan memberitahukan Tuan Ziano. Siapkan keperluan Tuan Kevin"
"Iya Kak"
Panggilan pun terputus, Bianca kembali memasuki ruangan Ziano.
"Maaf Tuan, Vita menawarkan diri untuk menjaga Anda disini. Apa Anda tidak keberatan?"
"Vita? Lalu bagaimana dengan Kevin?"
"Tuan Kevin aman bersama Saya Tuan"
Ziano terlihat mempertimbangkan keputusan Bianca. "Baiklah, Aku titip Kevin padamu. Terimakasih Bianca. Aku berhutang banyak padamu"
"Tidak Tuan, semoga Anda lekas sembuh" Bianca pun berpamitan kepada Ziano untuk pergi meninggalkannya.
Kevin nampak enggan untuk meninggalkan Vita apalagi mengetahui Ziano tidak pulang bersamanya.
"Kenapa Aku pulang sendirian? Kenapa Daddy sama Kak Vita tidak pulang? Kalian akan berlibur tanpaku?" Kevin menyilangkan tangannya di depan dadanya. Wajahnya tampak marah.
"Tidak Sayang, Kak Vita akan menemui teman Kak Vita dulu. Dia sedang dirawat di rumah sakit. Jadi Kak Vita harus menemaninya untuk beberapa hari. Dan Daddy mu, dia sedang melakukan perjalanan bisnis lainnya."
"Benaran Kak Vita ke rumah sakit?"
"Iya benar Tuan Muda"
"Kalau begitu Aku ikut"
Bianca hanya menggelengkan kepalanya, Kevin sperti anak yang akan ditinggalkan oleh ibunya.
"Anak-anak tidak boleh ke rumah sakit. Disana banyak penyakit yang berbahaya. Tuan Kevin anak baik, jadi pulang dulu bersama Kak Bianca ya. Nanti Tuan Kevin akan tidur di rumah Nenek"
"Beneran Kevin tidur bersama Nenek?"
"Iya benar"
Akhirnya Kevin mau pergi bersama Bianca. Bianca berpamitan kepada Vita.
"Hati-hati ya, kalau ada apa-apa segera hubungi Kakak"
"Iya Kak"
****
Yeeaaa 100 episode
jangan lupa dukung terus yaa supaya Aku semangat nulisnya.
Vite juga dong Kakak-Kakak Zheyeeeng...
Terimakasih