Istri Ceo

Istri Ceo
Pengakuan Frans


Kendra merekam semua percakapan mereka.


"Lalu kenapa lo bersedia menghamilinya ?"


"Apa lo pikir tidak tertarik ketika seorang perempuan naik ke ranjang lo dan menjanjikan sejumlah uang ?"


"Jadi dia memberi lo sejumlah uang ?"


"Itulah kenapa gue ingin mengejarnya hingga saat ini, dia belum menepati janjinya. Untung saja gue sudah puas menikmati tubuhnya. Tidak kusangka wanita polos sepertinya sangat ahli dalam bercinta hahaha"


Kendra merasa jijik ketika Frans membicarakan Sasa. Ya Kendra memang sudah lama berada di luar negeri, sering kali dia melakukan adegan-adegan panas dengan pasangannya, namun dia bisa menjaga keperjakaannya. Dia berprinsip hanya akan menikmati satu perempuan.


"Lalu lo tahu alasan dia melakukan itu ?"


"Tentu saja demi mendapatkan hati bos nya, gue tidak tahu pasti sih yang terpenting adalah bagaimana dia bermain hahaha. Tapi kenapa tanya-tanya soal itu ? Atau jangan-jangan lo tertarik juga dengan perempuan itu ?"


"Hahaha tidak mungkin bro, aku cuma ada sedikit urusan dengannya. Thank you bro, gue pergi dulu"


Namun tiba-tiba lengan Kendra ditarik oleh Frans. "Lo mau kemana bro ? Lo pikir gue bakalan lepasin lo begitu saja setelah gue cerita semuanya ? Hidup ngga semudah itu bro"


"Calm bro, apa maksud lo ?"


Frans menunjukkan nomor rekening di ponselnya. "Kalo lo berani membayar lebih besar dari uang yang dijanjikan oleh Sasa, gue lepasin lo. Atau sebaliknya"


"Berapa yang dia janjikan ?"


"Gue lebih suka damai. Jadi lo sebutin berapa ?"


"Dua Milyar. Ya dia menjanjikan uang dua milyar untuk mendapatkan anak itu"


Kendra terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin Sasa menjanjikan uang sebanyak itu demi membohongi Ziano. "Oke gue transfer tiga milyar"


Ponsel Frans berbunyi pertanda uang yang dijanjikan Kendra telah masuk ke rekening nya. Frans tertawa puas "Thank you bro, lo jangan sungkan kalau butuh bantuan gue lagi. Gue siap bantu lo" Frans menepuk pundak Kendra dan Kendra pergi meninggalkan apartemen Frans.


***


Pengadilan Agama mengabulkan keinginan Ziano untuk menggugat cerai Amanda. Mereka mendapat surat panggilan dari pengadilan agama untuk menghadiri sidang pertama mereka.


"Hmm baiklah, mungkin ini keputusan terbaik untuk kita Kak" Amanda bergumam saat mendapat surat tersebut.


Berbeda dengan Ziano, dia memperlihatkan surat tersebut kepada Sasa dan Sasa sangat senang ketika mendapat surat tersebut "Selamat sayang, kamu akan segera mendapatkan kemenangan" Sasa mencium kilat bibir Ziano. "Kita akan menjadi keluarga yang sempurna" Sasa kembali mencium bibir Ziano, ciuman tersebut berubah menjadi ciuman yang sangat panas hingga Ziano menaikkan Sasa ke atas pangkuannya. Kini mereka saling berhadapan dengan nafas yang terengah-engah. "Aku benar-benar merindukanmu" Ziano merem*s dada Sasa hingga benda putih dan kenyal tersebut menyembul keluar dari baju pasien yang digunakan Sasa. "Sudah berapa lama aku tidak menyentuhmu ? Sepertinya ada yang berubah dengan milikmu" Ziano menimbang-nimbang pay*dara milik Sasa.


Sasa merasa terkejut, bagaimana mungkin ini terjadi ?


"Aah itu mungkin karena hormon ibu hamil. Aku pernah dengar jika ibu hamil mengalami beberapa perubahan pada hormon nya, salah satunya pay*dara yang mengembang"


"Sepertinya seperti itu. Karena dada semakin mont*k" Kemudian Ziano memegang bagian bok*ng Sasa "Iya benar, semakin berisi. Apa milikmu juga berubah ?" Ziano meraba area sensitif Sasa.