Istri Ceo

Istri Ceo
Lunas


Kendra menatap Amanda "Kenapa ? Ingin mencoba ?"


"Tidak kak, aku nyaman ko bekerja disana" Ya Amanda mendapat penawaran untuk menjadi sekretaris pribadinya, namun dia menolak dengan alasan dia ingin mempunyai banyak teman, jika berada di ruangan Kendra dia tidak akan bertemu dengan banyak orang dan akan terasa sangat jenuh, selain itu gosip-gosip akan bermunculan.


"Jadi maksudmu kamu tidak nyaman berada di dekatku ?"


"Nyaman ko kak, beneran"


"Baguslah, karena aku juga nyaman berada di dekatmu" Kendra tersenyum kepada Amanda. Amanda yang baru menyadari kata-katanya langsung menutup mulutnya dan pipinya mulai memerah.


"Kak Kendraaaaa" Amanda menutup wajahnya.


"Hahaha sudahlah jangan malu seperti itu. Kamu habiskan makan mu dan segera kembali. Atau sahabatmu akan memberimu sejuta pertanyaan"


"Ah baiklah kak" Amanda menghabiskan makanannya.


"Nanti pulangnya aku antar"


"Tidak usah kak, aku akan naik ojeg online saja. Kalau Kakak mengantarku, hutang ku tidak akan pernah lunas"


"Baguslah, itu artinya kamu tidak akan pernah jauh dariku"


"Ayolah Kak, uang yang ku kumpulkan bahkan belum setengahnya dari hutangku"


"Apa ? Kamu mengumpulkan uang untuk membayar hutang kepadaku ?"


Amanda mengangguk "Iya kak, jika tidak begitu aku tidak akan pernah bisa melunasinya"


Kendra menatap Amanda "Aku ngga pernah memberimu pinjaman. Pakailah uang yang telah kamu kumpulkan untuk kebutuhanmu"


Kendra memeluk Amanda "Aku mohon, anggap saja kamu sudah melunasi semuanya dan hiduplah dengan normal tanpa ada hutang yang menunggu mu"


"Baik Kak, terimakasih" Amanda membalas pelukan Kendra.


"Sekarang kembali ke tempatmu, sepertinya jam istirahatmu sudah habis"


"Aaaah iya kak, sudah 10 menit yang lalu" Amanda melihat jam di tangannya dan segera meninggalkan Kendra. Kendra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kamu baru keluar dari ruangan pak Kendra ? Ngapain aja ? Bukannya kamu bilang cuma ngasih laporan ? Apa kamu mempresentasikan laporannya ?" Selly menyerang Amanda dengan pertanyaannya setelah melihat Amanda duduk di meja kerja nya.


"Ehm, jadi kamu sudah memberikan laporan sama Pak Kendra ? Kamu bilang padaku kalau kamu ada janji dengan Tiara. Memang laporan apa ? Kenapa dia tidak memberitahu ku ?" Romi yang tidak sengaja mendengar pertanyaan Selly langsung menghampiri Amanda. Amanda gelagapan ketika mendengar pertanyaan dari dua orang tersebut.


"Aku memanggilnya untuk menawarkan posisi Kepala staf keuangan padanya, iya siapa tahu kamu sudah tidak betah disini ?" Kendra yang datang dari arah belakang membuat orang-orang yang sedang berkumpul terkejut dan kembali ke tempatnya.


"Hah ? Jangan bercanda Pak, kita kan bro" Romi tersenyum kepada Kendra.


"Kalau kamu masih betah, kembali ke tempatmu dan kerjakan yang menjadi tugasmu" Romi tidak menjawab kemudian berlari ke ruangannya. Amanda yang melihat kejadian itu menahan tawa nya. Amanda merasa lega karena terbebas dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, sepertinya Kendra mengetahui kalau Amanda pasti akan sangat kesulitan, jadi dia sengaja mengikuti Amanda ketika Amanda keluar dari ruangannya.


Kendra melanjutkan mengontrol karyawannya. Ya Kendra adalah bos yang aktif mengontrol kinerja para karyawannya, selain untuk mengawasi dia juga sering merasa jenuh ketika berada di ruangannya tanpa ada kegiatan.


Saat jam pulang, Amanda seperti biasa memesan ojeg online. Namun ketika sedang menunggu di lobby, Kendra mengahmpirinya dengan mobil sport berwarna hitam miliknya. Amanda terkejut saat melihat Kendra membuka kaca mobilnya. "Masuklah"


"Bagaimana jika ada yang melihat ?"


"Mereka tidak akan melihat jika kamu buru-buru masuk"


Amanda memasuki mobil Kendra, tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang mengamati.