Istri Ceo

Istri Ceo
Transfusi Darah


Vita dan Ziano bergegas mendatangi rumah sakit L Hospital. Ziano sudah mendengar kabar kalau Amanda sudah melahirkan, namun dia tidak mengetahui kondisi Amanda seperti ini.


"Masuklah duluan"


Ziano menurunkan Vita tepat di depan pintu utama rumah sakit. Vita menuju ruangan Amanda setelah seorang perawat memberikan informasi mengenai ruangan tersebut.


Vita menemui keluarga Kendra, mereka bingung saat melihat Vita menghampirinya dan berkata "Saya akan mendonorkan darah milik saya untuk Nyonya Amanda"


"Kamu siapa nak?" Tuan Leonard menghampiri Vita.


Namun tak lama kemudian Ziano datang menyusul.


"Maaf Tuan Leonard, dia adalah Vita. Teman Saya"


"Saya Vita Tuan, Nyonya" Vita menyalami keduanya.


"Bagaimana kondisi Amanda?" Ziano dan Vita serta Tuan dan Nyonya Leonard duduk di ruang tunggu.


"Amanda masih d ICU, kondisinya belum membaik"


"Boleh Saya mendonorkan darah Saya? Golongan darah Saya O+ Tuan"


Ziano menatap Vita "Kamu serius? Bukankah Kamu takut darah dan tidak suka rumah sakit?"


"Tapi ini darurat Tuan, hati Saya terketuk saat mendengar kata melahirkan. Saya hanya bisa membantu sebisa Saya"


Dokterpun mengambil sample darah milik Vita dan ternyata cocok.


Vita dibawa ke ruangan ICU untuk melakukan transfusi darah.


Kendra benar-benar merasa terbantu dengan kebaikan Vita.


Kendra meninggalkan ruangan tersebut dan proses transfusi pun dilakukan.


Setelah beberapa saat, dokter kembali menemui Kendra.


"Bagaimana keadaan Amanda sekarang dok?"


"Sudah lebih baik Tuan, tapi..."


"Tapi kenapa?" Kendra, Ziano, Tuan dan Nyonya Leonard terlihat panik.


"Donor darah dari pendonor masih belum cukup. Kita masih membutuhkan donor darah kembali"


"Ambil darah Saya dok"


Semua mata tertuju kepada Ziano tak terkecuali Kendra.


"Darah Saya bergolongan O+" Ziano mempertegas ucapannya.


"Baik Tuan, silahkan ikuti saya untuk melakukan pengecekan"


Ziano meninggalkan ruang tunggu dan melakukan pengecekan.


Hasil tes menunjukkan bahwa darah Ziano cocok dengan darah Amanda.


Ziano sudah berpakaian steril dan memasuki ruangan ICU untuk melakukan transfusi darah.


Kasur milik Amanda dan Ziano berdampingan. Dokter mulai melakukan transfusi darah dari tubuh Ziano kepada Amanda.


Setelah cukup lama, tangan Amanda bergerak dengan mata yang masih tertutup.


"Bie..."


Ziano mengalihkan pandangannya kepada Amanda. Dia mengembalikan tangan Amanda yang hampir terjatuh. "Tenanglah, Kamu akan baik-baik saja"


"Bie..." Amanda menggenggam tangan Ziano.


"Jangan tinggalkan Aku Bie. Aku takut" ternyata Amanda masih belum sadarkan diri. Ziano berusaha melepas genggaman tangan Amanda namun Amanda semakin mengeratkan genggamannya.


"Jangan lepasin Bie, Aku mohon"


Ziano pun terdiam dengan tangan yang digenggam Amanda dan air mata membasahi sudut matanya.


"Maafkan Aku Manda. Semoga dengan melakukan hal ini, Aku bisa menebus semua kesalahanku padamu"


Tanpa Ziano ketahui, Vita mendengar semua ucapan mereka. Vita yang berada di balik tirai hanya bisa mendengarkan setiap ucapan Ziano.


"Jadi Nyonya Amanda adalah mantan istri Tuan Ziano? Tuan Ziano menghianati orang sebaik Nyonya Amanda" batin Vita bergumam dan tanpa terasa air mata tampak membasahi sudut mata Vita.


Vita teringat kembali saat Ziano meminta Vita untuk selalu berada disampingnya, menjadi teman hidupnya. Namun Vita tahu diri, dia menyadari kedudukannya di mata Ziano.


"Jika perempuan secantik dan sebaik Nyonya Amanda dihianati oleh Tuan Ziano, lalu bagaimana denganku yang hanya sebagai pengasuh Tuan Kevin?"


Vita memejamkan matanya.