
Semakin hari hubungan Sasa dan Amanda semakin baik. Sasa sering bercerita mengenai Ziano.
"Kamu sangat beruntung mendapatkan suami seperti Kendra. Dia sangat baik dan perhatian. Dia sangat mencintai kalian" Sasa yang saat ini sedang menggendong babby Cla bercerita.
"Kak Ziano juga orang yang baik..." Amanda menanggapi sambil menyiapkan beberapa cemilan untuk mereka.
"Jika dia baik, dia tidak akan meninggalkan istri sepertimu"
Amanda tersentak kaget. "Sudahlah, itu sudah menjadi takdirku. Mungkin dengan cara seperti itu aku bisa bertemu dan bersama Kak Kendra" Amanda tersenyum.
"Aku benar-benar minta maaf karena sudah menyakitimu Amanda" Sasa menggenggam lengan Amanda.
"Aku benar-benar sudah melupakan dan memaafkannya. Jadi berhenti meminta maaf seperti ini" Amanda dan Sasa berpelukan.
Sore hari Sasa berpamitan, saat berpamitan tiba-tiba pintu apartemen terbuka. Kendra pulang dari kerjanya.
"Hai jagoan, mau kemana?"
"Kita akan pulang Uncle Ken, kami pulang dulu ya" Sasa pun pergi meninggalkan apartemen mereka.
Amanda membawa tas Kendra dan Kendra menggendong princess Cla. Cla seperti mengetahui keberadaanya, dia terlihat tertawa saat Kendra menggendongnya.
"Haii princess, semakin hari kamu semakin mirip dengan Mommy mu" Amanda tertawa saat melihat Kendra yang sedikit cemberut.
"Kamu tahu sayang? Saat kamu hadir di perut Mommy mu, Daddy yang mengalami mual muntah. Tapi kenapa kamu mirip sekali dengan Mommy mu." Cla hanya tertawa mendengar ocehan Kendra.
"Lihatlah sayang, ketika dia tertawa dia semakin mirip denganmu" Mereka pun tertawa bersama.
"Sayang, apa Sasa sering datang kemari?"
"Hati-hati ya sayang, kita tahu bagaimana dia sebenarnya"
"Iya Bie, semua orang bisa berubah. Termasuk Sasa"
"Kamu terlalu baik sayang, bahkan kamu masih berbuat baik saat mengetahui Sasa yang sebenarnya"
"Kenapa aku harus tidak baik padanya? Bie, karena dia aku bisa bertemu denganmu. Bersama denganmu hingga kita mempunyai babby cantik ini" Amanda memeluk Kendra dan Cla.
"Aku sangat beruntung memilikimu sayang"
"Aku lebih beruntung lagi Bie" Mereka berciuman saling ******* bibir satu sama lain. Namun tiba-tiba tangan Cla meremas pipi Kendra.
"Aawww" Amanda pun tertawa melihat Kendra.
"Apa kamu cemburu princess?" Kendra menggelitiki Babby Cla, mereka tertawa bersama.
Hari-hari mereka habiskan dengan penuh kebahagiaan. Kendra selalu pulang lebih awal karena merindukan dua wanita yang sangat dicintainya.
Tiba hari ulang tahun Babby Cla, Amanda dan Kendra mengundang beberapa kerabat dan anak yatim dari panti asuhan.
Claretta tumbuh menjadi anak yang periang karena dia selalu dikelilingi oleh kebahagiaan. Amanda dan Kendra sangat sukses mendidik Cla.
Pesta diadakan di rumah utama keluarga Leonard. Kedua orangtua Kendra mensulap taman belakang menjadi miniatur disneyland. Cla yang sudah mulai berjalan sangat bahagia dan berlari kesana kemari. Saat Sasa, Ziano dan Kevin datang, Cla langsung menghampiri mereka. Ziano memangku Cla "Hallo princess, happy birthday"
"Maaciih" Cla mencium pipi Ziano.
"Wow wow wow uncle dapat bonus dari princess" Ziano dan Cla tertawa bersama. Kemudian Kevin mengajak Cla untuk berkeliling taman, mereka menikmati dekorasi yang dirancang oleh keluarga Leonard. Ziano tersenyum melihat tingkah Cla yang menggemaskan. Sasa melihat kejadian itu dan sedikit merasa kecewa karena Ziano tidak pernah sebahagia itu ketika melihat perkembangan Kevin