
Kendra menghampiri Amanda "Ada apa sayang ?"
"Aku nggak suka Kak Kendra menjadi bahan perbincangan orang"
"Memangnya kenapa ? Apa ada yang menjelekanku ?"
"Bu..bukan begitu. Mereka kagum pada Kak Kendra, dan aku nggak suka itu" Amanda menundukkan kepalanya. Kendra tersenyum mendengar pernyataan Amanda, dia tahu jika saat ini Amanda sedang cemburu. "Jadi maksudmu ? Aku punya fans ?" Kendra menggoda Amanda.
"Jadi Kakak senang ?" Amanda melotot, dia mengira Kendra akan menenangkannya tapi ternyata dia malah bahagia.
"Kenapa tidak ? Artinya aku baik di mata mereka. Tidak ada salahnya kan ?"
"Iiihh aku benci Kak Kendra" Amanda kesal dan duduk di sofa, Kendra mengikutinya "Tapi aku cinta sama kamu" Kendra semakin menggoda Amanda. Namun Amanda hanya diam saja dan membelakangi Kendra. "Apa kamu cemburu ?"
"Hah cemburu ? Nggak lah" Amanda semakin merajuk.
"Lalu kenapa kamu marah seperti ini jika kamu tidak cemburu. Seharusnya kamu bergabung dengan mereka dan membuat fans club"
"Apa ? Kaaaaakk..." Amanda semakin kesal.
"Hahaha maaf maaf, jangan marah lagi" Kendra meraih tangan Amanda. "Kamu percaya padaku ?" Amanda menganggukkan kepalanya "Kamu tahu aku hanya mencintaimu ?" Amanda menganggukkan kepalanya kembali "Lalu kamu mencintaiku ?" Amanda mengangguk kembali, Kendra tersenyum "Kalau begitu, katakan ?" Amanda melihat Kendra "Katakan apa ?" Kendra tersenyum "Katakan kamu mencintaiku" Amanda memerah bagaikan kepiting rebus "Tapi kan Kak Kendra sudah tau"
"Apa ? Aku tidak mendengarnya"
"Kak Kendraaaa"
"Ayo katakan sekali lagi, aku tidak mendengarnya" Kendra mendekatkan telinganya.
"Aku mencintaimu Kak" wajah Amanda sudah sangat memerah, Kendra membalikkan wajahnya dan langsung mencium bibir Amanda, Amanda begitu terkejut ketika mendapat perlakuan seperti itu. Namun lambat laun Amanda membalas ciuman Kendra. Mereka berciuman dengan sangat lembut, penuh cinta dan kasih sayang. "Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu" Kendra kembali ******* bibir Amanda hingga mereka hampir kehabisan nafas. Kendra memegang tangan Amanda "Maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa menahannya" Amanda hanya tertunduk malu. Kendra memeluk tubuh Amanda, Amanda memeluk kembali tubuh Kendra. Tiba-tiba Amanda bertanya "Apa ini ciuman pertama Kakak ?" Kendra melepas pelukannya dan menatap Amanda "Kenapa tiba-tiba seperti itu ?"
"Temanku bilang, kalau Kak Kendra tidak pernah terlihat membawa perempuan manapun, Kak Kendra masih orisinil dan mereka memimpikan untuk menjadi perempuan pertama yang menyentuh Kak Kendra" Amanda tertunduk malu. Kendra hanya tertawa melihat tingkah Amanda "Begitukah pandangan mereka ? Lalu apa kamu percaya ?"
Amanda menggelengkan kepalanya "Aku tidak percaya jika itu ciuman pertamamu, kamu begitu jago dalam berciuman"
"Aku pernah hampir bertunangan dengan seseorang, tapi dia pergi meninggalkan ku dengan alasan pendidikan ke luar negeri. Aku sudah bilang akan menunggunya, tapi ternyata disana dia menikah dengan laki-laki yang lebih kaya dari aku. Maka dari itu, aku tidak tertarik untuk mengelola perusahaan, aku tidak ingin dipandang secara materi karena aku yakin banyak laki-laki yang mempunyai harta lebih banyak dariku"
Amanda mendengarkan dengan seksama kemudian mengerti kenapa selama ini Kendra hanya menjadi asisten pribadi Ziano padahal dia mempunyai perusahaan yang begitu maju.
"Tapi aku masih perjaka" Kendra membisikkan itu tepat di telinga Amanda. Amanda memerah karena malu.
"Tapi aku tidak...." Kendra menempelkan telunjuknya di bibir Amanda. "Pastikan aku laki-laki terakhir yang akan menyentuhmu" Amanda mengangguk dan memeluk Kendra