Istri Ceo

Istri Ceo
Kenangan Ziano


Ziano kembali ke rumah dengan keadaan sangat kesal. Dia membanting pintu hingga seluruh ART siaga apabila dipanggil oleh majikannya.


Kevin yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun dan menghampiri Ziano.


"Daddy... Enapa Daddy?"


"Sudahlah pergi Kamu dari sini!"


"Emana Daddy?"


"Ikut Mommy mu, dan harus kamu ingat. Aku bukanlah Daddy mu"


Ziano pergi menuju ruang kerja, dia benar-benar merasa kacau.


"Apa ini yang Kamu rasakan Amanda? Aku benar-benar menyesal" Ziano membuka satu-satunya foto Amanda yang tersisa dari dalam laci. Air mata menetes di atas foto Amanda yang sedang tersenyum saat kencan pertamanya bersama Ziano.


"Aku benar-benar minta maaf, aku menyesal Amanda. Andai waktu bisa diulang kembali. Aku tidak akan mensia-siakan wanita baik sepertimu. Aku menyesal Amanda, Aku menyesal" Ziano larut dalam tangisnya.


Ziano mengingat saat-saat pertama bertemu Amanda. Mereka memang dijodohkan, tapi mereka saling mencintai saat orangtua mereka mempertemukan mereka. Mereka menikah atas dasar cinta, bukan karena menyetujui perjodohan.


Hingga akhirnya kecelakaan menimpa kedua orangtua Ziano dan Amanda. Dari sana Ziano mendengar kabar kalau itu terjadi karena konspirasi yang dilakukan Ayah Amanda, namun sampai saat ini Ziano tidak menemukan bukti tersebut.


Keretakan rumah tangga bertambah saat Amanda sama sekali tidak memberikan keturunan. Mungkinkah dia berniat kabur dengan membawa hartanya sehingga tidak menginginkan anak. Namun lagi-lagi tidak ada bukti dari dugaannya itu. Bahkan saat Ziano berselingkuh, Amanda pergi meninggalkannya tanpa uang sepeserpun. Ziano benar-benar salah menilai Amanda.


Saat mendengar kabar Amanda akan menikah bersama sahabatnya, ada perasaan kesal dan ingin merebutnya kembali. Namun perasaan egois kembali menyalahkan Amanda. Hingga akhirnya Amanda hamil anak dari Kendra, sedangkan dia dibohongi oleh Sasa yang mengatakan bahwa Kevin adalah anaknya. Perasaan marah kembali menguasainya.


Ziano mengambil ponsel dan menelpon seseorang "Bawa dia ke tempat pengasingan. Ya jangan sampai ada yang mengenalinya dan jangan berikan uang sedikitpun. Aku ingin dalam tiga hari semua sudah dilaksanakan"


Ziano meninggalkan rumahnya dan pergi menuju klub malam.


"Amanda, maafkan aku... Aku mohon Amanda" Ziano mulai meracau.


Petugas mengamankan dia karena terus-terusan meracau tak tentu dan bahkan hendak memukuli salah satu pelanggan yang ada di sana.


"Aku mencintaimu Amanda, Aku menyayangimu"


Karena mereka mengetahui identitas Ziano, maka Ziano dibawa ke salah satu hotel miliknya.


"Dimana dia? Dimana Amanda ku?"


Pagi hari Ziano terbangun dengan kepala yang sangat berat. Dia melihat sekitar dan tidak mengenali sama sekali. Dia melihat buku panduan yang ada pada meja sehingga mengetahui bahwa dia sedang berada di hotel miliknya.


"Aaahh kepalaku sakit sekali" Dia menelpon pelayan hotel untuk segera membawakan sarapan dan juga makanan yang bisa meredakan mabuk.


"Sialan, wanita jal*ng. Dia benar-benar harus disingkirkan"


Ziano membersihkan tubuhnya dan menghabiskan sarapannya. Setelah selesai dia kembali ke rumah untuk berganti pakaian dan segera kembali ke kantor. Namun tiba-tiba...


"Daddy... Mommy nana? Mommy enapa ngga pulang?"


Ziano memanggil salah satu ART "Apa benar dia tidak pulang semalaman?"


"Iya benar tuan"


Ziano menggendong tubuh Kevin "Ikut aku ke kantor, mau tidak?"


"Mau Daddy, maaciii" Kevin memeluk dan mencium pipi Ziano. Ada perasaan hangat yang menjalar di pipi Ziano. Ziano pun membawa Kevin ke kantor