
Sepanjang perjalanan pulang Vita menceritakan segala kegiatannya hari ini kepada Bianca. Vita tipe orang yang suka sekali bercerita bahkan dia sangat antusias dalam bercerita.
"Aku malu Kak, Aku kira tadi Pak Ziano marah kepadaku gara-gara Aku melakukan kesalahan"
"Hahaha gila ya Kamu berani kaya gitu sama Pak Ziano"
"Aku cuma kasihan melihatnya, sepertinya dia menikmati teh itu. Makanya Aku kasih sama poci nya"
"Hahaha ngakak Aku dek. Gini ni kalo kurang nonton sinetron"
"Ih apaan sih Kak, Aku nggak suka"
"Hahaha polos banget sih Kamu" Bianca mengacak rambut Vita dengan gemas dengan pandangan tetap fokus pada menyetir.
"Oh iya Kak, besok anterin Aku dulu ke rumah Pak Ziano ya"
"Ih ogah ah, Aku juga kan harus kerja. Kalau Aku antar kamu dulu, jam berapa Aku harus berangkat. Nggak deh. Pesen ojol aja napa"
"Jahat banget sih Kak, Aku kan baru di kota ini. Kalo Aku naik ojol apa Kakak nggak takut adik gadisnya diculik orang?" Vita memasang wajah sedih.
"Tips aja sih ya, kalo ada yg culik Kamu, Kamu ceritain kisah hidup Kamu mulai dari lahir nympe segede gini"
"Loh emang kenapa Kak?"
"Dia gak bakalan tahan sama kebawelan Kamu dan turunin Kamu deh hahaha"
"Ish jahat banget deh. Ibu nggak pernah ngeluh tuh kalo Aku cerita. Malah seneng banget denger cerita-cerita Aku"
"Karena kalo Ibu ngeluh, Kamu bakalan nangis dan cerita lebih panjang berkali-kali lipat"
"Jahat banget sih jadi Kakak, pantesan jomblo"
"Siapa juga yang jomblo?" Bianca bergumam.
"Jadi Kakak nggak jomblo?"
"Eh nggak bukan begitu.."
"Aku ceritain ke Ibu ya Kak, boleh kan?"
"Nah ini kenapa Aku ngga suka cerita sama anak kecil"
"Anak kecil" Vita kembali merajuk.
"Daddy, tadi Aku maen sama Kak Vita"
"Oh ya? Menurutmu gimana Kak Vita?"
"Gimana apanya Dad?"
"Apa itu Daddy? Jajanan ya?"
Ziano menggeleng-gelengkan kepalanya, bagaimana dia bisa bertanya seperti itu kepada anak sekecil Kevin.
"Oh iya tadi Kalian main apa aja?"
Kevin menceritakan semuanya, Ziano tersenyum dan sekali-kali memuji kehebatan anaknya.
"Besok mainnya di rumah aja ya"
"Kak Vita?"
"Dia diajak kesini"
"Asiiik Kak Vita ke rumah"
Sesampainya di rumah Kevin ingin segera tidur supaya cepat bertemu kembali dengan Vita
"Daddy, nanti Kak Vita suyuh bobo disini aja ya?"
"Loh? Dia punya keluarga boy, tidak mungkin dia mau tidur disini. Kamu tau Bianca? Dia Kakaknya"
Kevin seperti mengerti perkataan Ziano hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bu, Kak Bica punya pacar"
"Apaan sih kamu?" Bianca menutup mulut Vita.
"Siapa? Apa bos itu? Biasanya sekretaris kan pacaran sama bos nya"
"Nggak bu, Pak Ziano udah punya anak. Jangan sama Pak Ziano deh Kak. Cari yang single aja" Vita menambahkan.
"Ih siapa juga yang pacaran sama Pak Ziano"
"Oh ya Kak, kemana sih istrinya Pak Ziano? Kenapa Kevin seharian di kantor? Kenapa nggak sama Ibunya aja gitu? Kan kasian Kak dia di kantor seharian kaya gitu. Kalo Aku udah nikah, Aku bakalan fokus sama anak Aku deh. Oh iya besok Aku kan ke rumah Pak Ziano, pasti ketemu sama istrinya"
"Istri Pak Ziano nggak ada. Kabur"
"Haaaah???"
***
Selamat Idul Adha Kakak Zheyeeeeng
Jangan lupa kirim daging *eh maksudnya like komen dan vote 🥰🥰🥰