Istri Ceo

Istri Ceo
Perawatan


Romi heran melihat tingkah mereka. "Kenapa kalian menangis ? Bukankah kalian yang minta cuti ?"


"Cuti ?" mereka menjawab bersamaan


"Ya kalian minta cuti satu minggu, dan aku mengacc nya"


"Aku yang minta kalian untuk cuti, untuk menjadi tim WO ku"


"Amandaaaaaaa" Mereka memelototi Amanda karena sudah membuatnya menangis


"Jadi kalian tidak mau ? Aku laporkan loh"


"Mana mungkin kami menolak perintah ibu presdir"


"Ya man berani" mereka tertawa bersama


***


Hari ini Amanda, Meri dan Selly mendatangi gedung untuk resepsi, lebih tepatnya salah satu hotel milik Grup L. Dia kesana bersama tim dekorasi, mengukur luas aula serta memilih tempat pelaminan dan stand-stand tempat makanan juga tempat-tempat khusus lainnya. Semuanya Amanda sendiri yang merancang, tim dekorasi hanya mengikuti arahan dari Amanda. Amanda melakukan itu karena tidak ingin pesta yang telalu mewah.


Selanjutnya mereka mendatangi butik tempat gaun pernikahan, Amanda mendesign sendiri gaun pernikahannya, design yang sederhana namun akan tampak elegan.


Amanda mendatangi tempat catering, yang dipilih adalah makanan khas tiap daerah, jadi dia berencana untuk memebuka beberapa stand makanan yang memaparkan makanan khas tiap daerah.


Setelah semua selesai mereka mendatangi sebuah cafe, mereka menikmati makanan tersebut sambil diiringi canda dan tawa. Mereka berencana untuk meneruskan jalan-jalan ke mall, tentu saja untuk mencuci mata dan membeli beberapa perlengkapan wedding. Setelah puas berjalan-jalan mereka memasuki salon, mereka berencana untuk memanjakan diri disana. Mereka memesan beberapa paket perawatan "Mbak, dia mau menikah. Berikan paket perawatan khusus padanya" Selly mulai menggoda Amanda.


"Apaan sih ? Nggak mbak, aku pesan paket yang biasa saja"


"Loh mbak, beneran mau menikah ? Bener loh kata temennya mbak, kalo perawatan itu harus dilakukan jauh-jauh hari. Bisa satu atau dua bulan sebelumnya" Salah satu pejaga salon menjelaskan.


"Baik mbak, untuk tiga orang ya. Oh ya kita ada program baru, yaitu paket perawatan khusus untuk ibu hamil. Nanti kalau sudah hamil boleh dicoba ya mbak"


"Memangnya kamu bisa hamil ?" terdengar suara barinton dari tempat menunggu. Amanda membalikkan badannya, ternyata itu adalah Ziano.


Amanda terlihat kesal dengan ucapannya, ingin sekali dia menyebutkan kalau anak yang dikandung Sasa bukanlah anaknya, tapi dia mencoba untuk menahannya.


"Sebaiknya segera siapkan ya mbak" Amanda mencoba untuk mengabaikan Ziano. Meri dan Selly yang mengetahui asal-usul Amanda hanya saling menyikut lengan satu sama lain.


"Kita tunggu di dalam saja yu" Amanda hendak pergi ke dalam, namun Ziano menahannya. Dia menarik lengan Amanda.


"Jangan so jual mahal, apa kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan untuk menggoda Kendra"


"Maaf tuan, saya tidak serendah sekretaris anda" Amanda melepaskan tangannya dari cengkraman Ziano.


"Tapi paling tidak, dia bisa memberikanku keturunan. Bahkan aku sedang menunggunya perawatan ibu hamil" Ziano tersenyum sinis


"Baguslah, semoga apa yang Anda harapkan benar adanya. Jadi lebih baik Anda tidak mengganggu saya lagi karena Anda akan menjadi seorang Ayah" Amanda meninggalkan Ziano. Meri dan Selly hanya bisa menyaksikan tanpa bisa membantu apa-apa, mereka mengikuti Amanda menuju ruangan perawatan.


Tanpa disangka mereka berpapasan dengan Sasa, perutnya tampak besar. "Hai Amanda, apa kabar ?"


"Sangat baik" Amanda tersenyum sinis melihat perut Sasa yang membuncit.


"Aku baru selesai perawatan ibu hamil, aku sangat menikmati masa hamilku. Bahkan Ziano sangat menantikan kehadiran bayi ini" Sasa mengelus perutnya.


"Oh ya ? Syukurlah, aku harap bayi itu tidak mirip ayahnya, atau kamu akan menyesalinya" Amanda meninggalkan Sasa. Sasa menatap Amanda dengan marah "Apa maksudnya dia berkata seperti itu ?"